Kamis, 13 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kurang Tidur Bisa Memengaruhi Nafsu Makan: Benarkah Begadang Bikin Berat Badan Bertambah?

Tata - Thursday, 13 August 2026 | 09:40 AM

Background
Kurang Tidur Bisa Memengaruhi Nafsu Makan: Benarkah Begadang Bikin Berat Badan Bertambah?

Begadang Berujung Melar: Alasan Kenapa Kurang Tidur 80 Menit Bisa Bikin Timbangan Berkhianat

Pernah nggak sih kalian ngerasa udah jaga makan mati-matian, ngurangin nasi, sampai rela nggak nyentuh gorengan favorit di pinggir jalan, tapi berat badan tetap aja stuck atau malah naik? Padahal olahraga juga udah dijabanin meski cuma seminggu sekali (itu pun kalau nggak mager). Nah, sebelum kalian menyalahkan genetik atau timbangan yang dikira rusak, coba cek jam tidur kalian. Jangan-jangan, biang keroknya adalah hobi kalian nge-scroll FYP TikTok atau maraton serial Netflix sampai lewat tengah malam.

Ada sebuah fakta yang lumayan bikin nyesek buat kita para kaum pejuang begadang. Usut punya usut, kurang tidur sebentar aja—nggak perlu begadang sampai pagi, cukup kurang sekitar 80 menit dari waktu tidur normal—bisa bikin kalori masuk ke tubuh lebih banyak dari biasanya. Bayangin, cuma beda sejam lebih dikit, tapi efeknya ke perut bisa se-chaos itu. Ini bukan sekadar mitos orang tua yang nyuruh kita tidur cepat, tapi ada penjelasan logis di baliknya yang bikin kita mikir dua kali buat begadang demi deep talk nggak berujung.

Kenapa 80 Menit Itu Krusial Banget?

Sebuah riset dari Mayo Clinic pernah membedah fenomena ini. Mereka nemuin kalau orang yang tidurnya kurang sekitar satu jam lebih sedikit setiap malamnya, cenderung mengonsumsi tambahan sekitar 300 sampai 500 kalori di hari berikutnya. Buat gambaran aja, 500 kalori itu setara dengan satu porsi mi ayam komplit atau dua potong ayam goreng tepung. Masalahnya, tambahan kalori ini nggak datang dari keinginan kita buat makan sehat seperti brokoli rebus atau apel. Enggak, nggak seindah itu mainnya.

Pas kita kurang tidur, tubuh kita tuh kayak lagi mengalami krisis energi. Otak kita jadi rada 'eror' dalam mengatur alarm lapar dan kenyang. Hormon Ghrelin (si pemicu lapar) bakal naik drastis, sementara hormon Leptin (si pemberi sinyal kenyang) malah terjun bebas. Hasilnya? Kita jadi ngerasa lapar terus, tapi nggak pernah bener-bener merasa puas pas makan. Akhirnya, camilan micin atau minuman manis jadi pelarian paling gampang buat menenangkan otak yang lagi stres karena kurang istirahat.

Sindrom "Lapar Mata" dan Godaan Jam Satu Pagi

Jujur aja, siapa sih yang kalau lagi begadang tiba-tiba pengennya makan salad? Hampir nggak ada. Yang ada malah kepikiran pengen pesan ojek online buat beli martabak manis atau minimal nyeduh mi instan pakai telur. Fenomena ini sebenernya respon alami otak. Ketika kita kurang tidur, bagian otak yang bernama prefrontal cortex—yang fungsinya buat mikir logis dan nahan diri—lagi dalam kondisi 'lowbat'.



Sebaliknya, pusat reward di otak kita malah jadi lebih sensitif. Jadi, pas ngelihat makanan berminyak atau yang manis-manis, otak kita bakal teriak, "Sikat bro, lu butuh ini biar kuat!" Padahal ya itu cuma tipu daya hormon doang. Efek zombi ini yang bikin kita jadi nggak punya kendali diri. Kita jadi lebih impulsif. Alhasil, niat diet yang sudah disusun rapi sejak hari Senin, bisa hancur berantakan cuma gara-gara kurang tidur 80 menit di Selasa malam.

Lemak Perut: Hadiah Tak Terduga dari Kurang Tidur

Ada satu hal lagi yang lebih serem. Kurang tidur bukan cuma bikin kita tambah berat secara angka di timbangan, tapi juga ngaruh ke dimana lemak itu bersarang. Penelitian menunjukkan kalau kurang tidur bikin penumpukan lemak lebih banyak terjadi di area perut, alias lemak visceral. Ini jenis lemak yang paling bandel dan berbahaya karena posisinya ada di sela-sela organ dalam kita.

Jadi, meskipun berat badan kalian mungkin nggak naik drastis, tapi perut yang makin buncit itu bisa jadi indikator kalau kualitas tidur kalian lagi berantakan. Lemak perut ini juga yang paling susah dihilangin cuma pakai sit-up doang kalau jam tidurnya nggak diperbaiki. Tubuh kita itu butuh waktu istirahat buat metabolisme lemak. Kalau jam istirahatnya dipotong, ya tubuh bakal bingung mau naruh cadangan energi dimana, dan perut adalah 'gudang' paling favorit buat tumpukan lemak sisa begadang semalam.

Bukan Cuma Soal Capek, Tapi Soal Mood

Kita semua tahu rasanya bangun pagi setelah kurang tidur. Rasanya pengen marah sama dunia, kan? Bad mood, gampang tersinggung, dan nggak fokus. Nah, kondisi mental yang nggak stabil ini juga jadi pemicu kenaikan berat badan. Orang yang mood-nya lagi berantakan cenderung melakukan emotional eating. Makan bukan karena lapar, tapi karena stres atau butuh hiburan instan.

Gaya hidup modern sekarang memang jahat banget buat urusan tidur. Kita dituntut produktif, tapi hiburan di gadget juga nggak ada habisnya. Seringkali kita merasa 'balas dendam' di malam hari karena siang harinya sudah habis buat kerja atau kuliah. Fenomena ini namanya revenge bedtime procrastination. Kita sengaja begadang cuma buat ngerasain "me-time", padahal me-time yang paling dibutuhkan tubuh kita ya cuma tidur nyenyak.



Mulai Perbaiki Jam Tidur Sebelum Terlambat

Terus gimana solusinya? Ya tidurlah! Kedengarannya gampang, tapi praktiknya susah minta ampun. Tapi kalau dipikir-pikir, tidur itu adalah cara diet yang paling murah dan enak. Kalian nggak perlu bayar member gym mahal atau beli katering diet yang rasanya hambar. Kalian cuma perlu mematikan lampu, menjauhkan ponsel satu jam sebelum tidur, dan membiarkan tubuh melakukan tugasnya buat recovery.

Coba deh mulai konsisten tidur 7-8 jam sehari. Jangan pelit sama waktu istirahat diri sendiri. Kalau emang jadwalnya tidur jam 10 malam, ya usahain jam setengah 10 udah nggak megang HP. Percayalah, update-an story temen kalian atau drama Twitter yang lagi trending itu bisa ditonton besok pagi tanpa harus mengorbankan metabolisme tubuh.

Intinya, jangan biarkan 80 menit waktu berharga kalian hilang cuma buat hal-hal yang sebenernya nggak penting-penting amat. Tubuh kalian itu aset. Kalau asetnya nggak dirawat dengan istirahat yang cukup, jangan kaget kalau 'biaya perawatannya' nanti jadi mahal, entah itu dalam bentuk baju yang nggak muat lagi atau masalah kesehatan yang lebih serius. Ingat, diet terbaik dimulai dari bantal yang nyaman dan mata yang terpejam tepat waktu.