Kamis, 13 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

7 Kuliner Ekstrem Dunia yang Bikin Geleng Kepala: Dari Balut hingga Keju Fermentasi dengan Larva

Tata - Thursday, 13 August 2026 | 09:35 AM

Background
7 Kuliner Ekstrem Dunia yang Bikin Geleng Kepala: Dari Balut hingga Keju Fermentasi dengan Larva

7 Kuliner Ekstrem Dunia yang Bikin Nyali Ciut: Dari Telur Berembrio Sampai Keju Belatung

Makan itu biasanya jadi agenda paling menyenangkan buat semua orang. Apalagi kalau makanannya enak, anget, dan tampilannya cantik ala-ala kafe estetik. Tapi, dunia ini emang nggak pernah kehabisan cara buat bikin kita geleng-geleng kepala. Di luar sana, ada sekumpulan makanan yang kalau dilihat sekilas saja sudah bikin perut mulas, tapi buat warga lokalnya, itu adalah santapan surgawi yang penuh nutrisi.

Kita nggak lagi ngomongin seblak level 10 atau sate usus pinggir jalan. Ini adalah deretan kuliner yang masuk kategori "ekstrem". Ada yang baunya kayak sampah busuk yang didiamkan sebulan, ada yang masih goyang-goyang pas digigit, bahkan ada yang bentuknya masih utuh sebagai janin hewan. Penasaran? Siapkan mental, ini dia 7 kuliner paling ekstrem dari berbagai penjuru dunia yang bakal bikin kamu mikir dua kali sebelum menyuapnya.

1. Balut (Filipina)

Kalau kamu hobi makan telur asin atau telur setengah matang, mungkin kamu bakal merasa Balut adalah "kakak tingkat" yang jauh lebih horor. Balut adalah telur bebek yang sudah dibuahi dan didiamkan selama 14 sampai 21 hari sampai embrio di dalamnya mulai terbentuk. Ya, kamu nggak salah baca. Di dalam cangkang telur itu sudah ada bentuk bebek kecil lengkap dengan paruh, bulu halus, dan tulang yang mulai mengeras.

Cara makannya? Kamu pecahkan sedikit cangkangnya, seruput air ketubannya (yang katanya gurih banget kayak kaldu ayam), lalu makan isinya. Teksturnya campur aduk antara kenyal, renyah dari tulang muda, dan creamy dari kuning telurnya. Buat orang Filipina, ini adalah jajanan kaki lima yang sangat umum dan dipercaya bisa menambah stamina. Tapi buat kita yang nggak biasa, ngelihat bentuk "bayi bebek" yang meringkuk di dalam telur itu jujur aja bikin nggak habis fikri.

2. Surströmming (Swedia)

Kalau kuliner yang satu ini, tantangannya bukan di visual, tapi di bau. Surströmming adalah ikan hering dari Laut Baltik yang difermentasi selama berbulan-bulan sampai kemasannya kembung karena tekanan gas di dalamnya. Saking busuk baunya, banyak maskapai penerbangan yang melarang membawa kaleng Surströmming karena takut kalau kalengnya meledak, baunya nggak bakal hilang sampai kiamat.



Bayangkan bau tempat sampah yang tercampur air hujan dan bangkai, kira-kira begitulah aromanya. Bahkan orang Swedia sendiri menyarankan supaya kalengnya dibuka di luar ruangan atau di dalam air supaya baunya nggak langsung menusuk hidung. Rasanya katanya sih asin dan asam, tapi ya itu, butuh perjuangan luar biasa buat melewati sensor penciuman sebelum sampai ke lidah.

3. Casu Marzu (Italia)

Keju biasanya identik dengan makanan mewah yang bikin pasta jadi enak. Tapi di Sardinia, Italia, ada keju bernama Casu Marzu yang ilegal tapi tetap dicari. Casu Marzu secara harfiah berarti "keju busuk". Kenapa? Karena keju pecorino ini sengaja dibiarkan terbuka supaya lalat keju bisa bertelur di dalamnya.

Telur lalat itu bakal menetas jadi larva alias belatung. Nah, belatung-belatung inilah yang memakan lemak keju dan mengeluarkan cairan yang bikin tekstur kejunya jadi sangat lembut dan lumer. Pas kamu mau makan, kamu bakal melihat ribuan belatung putih kecil yang bisa melompat setinggi 15 cm kalau merasa terancam. Jadi, selain harus kuat mental makan belatung, kamu juga harus pakai kacamata pelindung biar matamu nggak kecolok larva yang lagi "jumping".

4. Sannakji (Korea Selatan)

Korea Selatan nggak cuma soal tteokbokki yang manis pedas. Ada Sannakji, yaitu gurita hidup yang dipotong-potong kecil lalu disajikan dengan minyak wijen. Yang ekstrem adalah meskipun sudah dipotong-potong, saraf gurita ini masih aktif. Artinya, tentakel-tentakel mungil itu masih menggeliat-geliat di atas piring dan bakal terus bergerak-gerak pas masuk ke mulut kamu.

Ini bukan cuma soal nyali, tapi soal nyawa. Tentakel Sannakji punya alat penghisap yang kuat banget. Kalau kamu nggak mengunyahnya sampai benar-benar hancur, tentakel itu bisa menempel di tenggorokan dan bikin kamu tersedak sampai nggak bisa napas. Tiap tahun ada saja laporan orang meninggal gara-gara makan Sannakji. Definisi nyata dari "makan berujung maut".



5. Hakarl (Islandia)

Islandia punya cara unik buat mengolah daging hiu Greenland yang sebenarnya beracun kalau dimakan langsung. Hiu ini nggak punya ginjal, jadi semua urinnya tersimpan di dalam daging. Biar bisa dimakan, dagingnya harus dikubur di bawah tanah berpasir selama berbulan-bulan supaya cairan beracunnya keluar, lalu digantung sampai kering.

Hasilnya adalah Hakarl. Baunya? Kayak cairan pembersih lantai atau amonia yang sangat menyengat. Koki selebriti dunia, Anthony Bourdain, pernah bilang kalau ini adalah makanan paling menjijikkan yang pernah dia coba. Rasanya seperti keju yang sangat bau dengan aroma urin yang kuat. Tapi buat warga lokal, ini adalah tradisi nenek moyang yang wajib dijaga.

6. Tarantula Goreng (Kamboja)

Buat kamu yang menderita arachnophobia alias takut laba-laba, mending skip poin ini. Di Kamboja, tarantula goreng adalah camilan populer yang dijual di pinggir jalan. Awalnya, warga makan ini karena terpaksa saat masa kelaparan di bawah rezim Khmer Merah, tapi lama-lama malah jadi hobi.

Tarantula ini digoreng krispi dengan bumbu bawang putih dan garam. Katanya sih rasanya mirip ayam atau udang, tapi dengan tekstur "ngeri-ngeri sedap". Bagian kakinya renyah, tapi bagian perutnya agak lembek dan berisi cairan hitam yang merupakan campuran jeroan dan telur. Bayangin aja ada bulu-bulu halus yang nempel di lidah pas kamu lagi asyik mengunyah.

7. Shirako (Jepang)

Jepang selalu punya sisi estetika dalam makanannya, termasuk Shirako. Penampilannya cantik, putih bersih, dan terlihat sangat lembut seperti custard atau otak sapi. Tapi kalau kamu tahu apa itu Shirako, mungkin selera makanmu bakal langsung hilang. Shirako secara harfiah berarti "anak-anak putih", yang sebenarnya adalah kantong sperma ikan jantan (biasanya ikan kod atau ikan buntal).



Shirako sering disajikan mentah dengan ponzu atau digoreng jadi tempura. Teksturnya sangat creamy, lumer di mulut, dan punya rasa laut yang halus. Meski kedengarannya "nggak banget", Shirako dianggap sebagai makanan mewah dan mahal di Jepang. Banyak yang bilang ini adalah foie gras-nya Jepang karena saking lembut dan gurihnya.

Nah, itulah 7 kuliner ekstrem yang bisa bikin kamu geleng-geleng kepala. Meski terdengar aneh bagi kita, makanan-makanan tersebut adalah simbol kekayaan budaya dan cara manusia beradaptasi dengan lingkungannya di masa lalu. Gimana? Ada yang menurut kamu masih "masuk akal" buat dicoba, atau kamu lebih milih makan nasi goreng di depan komplek saja? Yang jelas, dunia kuliner itu luas, dan kadang-kadang keberanian kita diuji bukan di medan perang, tapi di atas piring makan.