Kucing Kamu Cuek? Ini 5 Cara Melatih Si Anabul Biar Datang Saat Dipanggil
Tata - Thursday, 17 September 2026 | 09:45 AM


Kucing Kamu Cuek? Tenang, Ini 5 Cara Jitu Biar Si Anabul Langsung Nyemperin Pas Dipanggil
Pernah nggak sih kamu merasa kayak lagi di-ghosting sama makhluk berbulu yang tinggal seatap sama kamu? Kamu sudah teriak-teriak manggil namanya dengan nada paling manis sedunia, mulai dari suara sopran sampai alto, tapi si kucing cuma nengok sebelah mata, menggerakkan telinga sedikit, terus lanjut tidur lagi seolah-olah kamu itu cuma butiran debu di tengah semesta. Rasanya tuh, antara pengen marah tapi gemes, atau sedih karena merasa cinta kita bertepuk sebelah tangan.
Banyak orang bilang kalau kucing itu hewan yang nggak bisa diatur, beda jauh sama anjing yang bakal langsung lari kegirangan pas dipanggil. Ada semacam mitos yang berkembang kalau kucing itu merasa diri mereka adalah majikan, dan kita manusia hanyalah "babu" yang tugasnya cuma buka kaleng makanan dan bersihin kotak pasir. Tapi sebenarnya, kucing itu pintar banget, lho. Mereka bisa dilatih, cuma memang pendekatannya beda. Mereka butuh motivasi yang jelas. Kalau nggak ada untungnya buat mereka, ya buat apa capek-capek nyamperin? Nah, kalau kamu pengen mengubah status "babu" kamu jadi "partner" yang disegani, coba deh terapkan lima cara berikut ini supaya si anabul makin nurut.
1. Pilih Panggilan yang Ear-Catching dan Konsisten
Langkah pertama yang paling dasar tapi sering dilupakan adalah soal nama atau bunyi panggilan. Kucing itu lebih responsif sama suara yang frekuensinya tinggi dan punya bunyi yang jelas di telinga mereka. Makanya, panggilan ikonik macam "psss-psss-psss" sering kali lebih berhasil daripada nama mereka sendiri yang panjang, misalnya "Lord Pringgodigdo Sang Penguasa Sofa".
Kalau kamu pengen mereka datang saat dipanggil nama, pilihlah nama yang singkat, maksimal dua suku kata. Dan yang paling penting: konsisten. Jangan hari ini panggil "Mimi", besok "Meng", lusa "Sayang". Si kucing bakal bingung dan mikir, "Ini manusia sebenarnya lagi manggil siapa sih?". Gunakan nada suara yang ceria dan tetap sama setiap kali kamu ingin mereka datang. Hindari memanggil nama mereka dengan nada marah, karena mereka bakal mengasosiasikan nama tersebut dengan sesuatu yang buruk. Ujung-ujungnya, mereka malah bakal lari menjauh setiap kali dengar nama mereka disebut.
2. Sogokan Adalah Kunci (Positive Reinforcement)
Mari kita jujur: kucing itu makhluk oportunis. Mereka nggak akan melakukan sesuatu kalau nggak ada "cuan-nya". Di dunia kucing, cuan itu bisa berupa makanan basah, snack favorit, atau sekadar elusan di bawah dagu yang bikin mereka merem-melek. Teknik ini namanya positive reinforcement atau penguatan positif.
Setiap kali kamu memanggil namanya dan dia menoleh atau—syukur-syukur—berjalan ke arahmu, langsung kasih dia reward. Jangan ditunda. Kucing punya rentang waktu yang pendek untuk menghubungkan tindakan mereka dengan hadiah yang mereka terima. Kalau kamu ngasih treats-nya lima menit kemudian, mereka bakal mikir itu makanan jatuh dari langit tanpa sebab. Gunakan creamy treat yang baunya menyengat karena itu biasanya jadi kelemahan terbesar mereka. Dengan cara ini, otak kucing bakal merekam pesan: "Oh, kalau manusia ini teriak 'Pus!', gue dapet makanan enak. Oke, gue samperin deh."
3. Latihan Singkat tapi Sering, Jangan Maksa
Kucing itu bukan tipe yang betah duduk diam dengerin presentasi selama satu jam. Mereka gampang bosen dan punya attention span yang super pendek. Kalau kamu paksa latihan selama 30 menit nonstop, yang ada si kucing malah stres dan benci sama sesi latihan itu. Rahasianya adalah frekuensi, bukan durasi.
Cukup lakukan latihan ini selama 5 sampai 10 menit saja dalam satu sesi, tapi lakukan beberapa kali dalam sehari. Waktu yang paling pas buat latihan adalah sesaat sebelum jam makan mereka. Kenapa? Karena saat lapar, insting berburu mereka tajam dan motivasi mereka buat ngedapetin makanan lagi tinggi-tingginya. Kalau mereka baru aja kenyang makan besar, dipanggil pakai cara apa pun biasanya bakal dicuekin karena mereka lagi masuk fase "food coma" alias ngantuk karena kekenyangan.
4. Tambah Jarak Secara Bertahap
Jangan berharap kucingmu bakal langsung lari dari lantai dua ke lantai satu cuma karena kamu panggil sekali. Mulailah dari jarak yang sangat dekat, mungkin cuma satu atau dua meter. Begitu dia konsisten nyamperin di jarak dekat, barulah kamu mundur sedikit demi sedikit. Lakukan latihan ini di ruangan yang tenang tanpa banyak gangguan seperti suara TV yang kencang atau orang yang lalu lalang.
Kalau si kucing mulai berani nyamperin kamu dari ruangan yang berbeda, itu tandanya progres kalian sudah luar biasa. Ingat, jangan pernah "menipu" kucing. Sering banget kita manggil kucing pura-pura mau kasih makan, tapi pas dia datang malah kita cuekin atau kita kandangin. Ini namanya penghianatan tingkat tinggi di mata kucing. Sekali kamu bohong, besok-besok dia bakal berpikir seribu kali buat percaya sama panggilan kamu lagi. Hubungan kalian itu dibangun di atas rasa percaya, jadi jangan dirusak cuma gara-gara pengen iseng.
5. Jangan Pernah Panggil untuk Hal yang Mereka Benci
Ini adalah kesalahan paling fatal yang sering dilakukan para pemilik kucing. Kamu manggil dia dengan suara manis, "Sini sayang, sini...", eh pas dia sudah datang dengan muka polosnya, kamu malah langsung nyergap dia buat dimandiin, dipotong kukunya, atau dikasih obat yang rasanya pahit. Duh, itu sih namanya jebakan batman!
Kalau kamu melakukan ini, kucing bakal belajar kalau suara panggilan kamu adalah sinyal bahaya. Akhirnya, setiap kali kamu panggil, mereka bakal langsung pasang mode waspada dan sembunyi di bawah kolong tempat tidur. Jika kamu memang perlu memandikan atau memberi obat, lebih baik datangi mereka secara langsung tanpa memanggil nama. Biarkan panggilan nama atau suara "psss-psss" tetap menjadi zona nyaman yang selalu berakhir dengan hal-hal menyenangkan bagi mereka.
Melatih kucing memang butuh kesabaran ekstra. Kamu nggak bisa berharap mereka langsung jago dalam semalam. Ada hari di mana mereka bakal nurut banget, tapi ada juga hari di mana mereka merasa lebih superior dan memilih buat pura-pura tuli. Nggak apa-apa, itu bagian dari pesona kucing yang bikin kita tetap jatuh cinta sama mereka. Konsistensi dan rasa sayang adalah kunci utamanya. Jadi, sudah siap buat sesi latihan sore ini? Jangan lupa siapin snack favorit si anabul ya!
Next News

Tenggorokan Penuh Lendir? Gini Cara Ngusirnya Pakai Makanan dan Minuman yang Gampang Dicari
in 5 hours

Hobi Gonta-ganti Warna Rambut: Ekspresi Diri atau Investasi Penyakit?
in 5 hours

Hamster Nggak Cuma Butuh Makan, Ini Cara Merawatnya Biar Tetap Sehat
in 5 hours

Sering Muncul Lebam Padahal Nggak Terbentur? Jangan Langsung Diabaikan
in 5 hours

Gunung Everest Ternyata Terus Berubah, Ini Fakta Menariknya
in 5 hours

Ritual Hemat Air Biar Nggak Panik Saat Sumur Kering di Musim Kemarau
in 5 hours

Cuma Modal Paspor, 5 Negara Ini Bisa Jadi Destinasi Liburan Tanpa Ribet
in 5 hours

Pernah Keracunan Makanan, Apakah Bisa Memengaruhi Daya Ingat Anak?
in 5 hours

Dilema Roti Berjamur: Dipotong atau Dibuang Semua? Ini yang Perlu Kamu Tahu
in 5 hours

Nyeri Dada Nggak Melulu Soal Serangan Jantung: Antara Paranoia dan Realita Lambung
in 5 hours





