Ketika dipijitin Sama Orang Lain Terasa Lebih Enak,tapi Kalo dipijit Sendiri Kok Nggak Enak Ya?? Kok Bisa?
Liaa - Monday, 04 May 2026 | 09:57 AM


bukan sekadar perasaan kamu saja, lho. Ada alasan ilmiah dan psikologis di baliknya:
1. Unsur Kejutan (The Element of Surprise)
Otak kita itu sangat pintar dalam memprediksi. Ketika kamu memijat diri sendiri, otak sudah tahu persis kapan tekanan akan diberikan, seberapa kuat, dan di titik mana. Fenomena ini mirip dengan alasan kenapa kamu tidak bisa menggelitik diri sendiri.
Karena otak sudah bisa memprediksi sensorik tersebut, ia melakukan "pembatalan sensorik" sehingga sensasi yang dirasakan jadi tumpul atau tidak terlalu intens.
2. Relaksasi Otot yang Maksimal
Dipijat orang lain: Kamu bisa pasrah sepenuhnya. Otot-ototmu berada dalam posisi rileks (istirahat). Saat otot rileks, pijatan bisa masuk lebih dalam ke jaringan otot yang tegang.
Memijat sendiri: Saat tanganmu bergerak memijat bahu atau kaki, otot lengan dan bahumu justru sedang bekerja (berkontraksi) untuk melakukan gerakan tersebut. Sulit bagi tubuh untuk merasa "enak" kalau ada bagian otot yang masih harus bekerja keras saat dipijat.
3. Tekanan dan Sudut Pandang (Mekanis)
Orang lain punya posisi dan leverage (daya ungkit) yang lebih baik untuk menekan titik-titik tertentu. Mereka bisa menggunakan berat badan mereka untuk memberikan tekanan yang konstan, sementara kamu terbatas oleh jangkauan tangan dan kekuatan otot jarimu sendiri yang cepat pegal.
4. Hormon Kebahagiaan
Sentuhan dari orang lain memicu pelepasan hormon Oksitosin (hormon kasih sayang/ikatan) dan Endorfin yang lebih tinggi dibandingkan sentuhan sendiri. Respon emosional "dirawat" oleh orang lain ini secara psikologis membuat rasa sakitnya jadi terasa "nikmat" atau melegakan (sering disebut good pain).
Next News

Bagaimana Cara Mengukur Tinggi Gunung? Apa Pakai Meteran Bangunan?
in 6 hours

Kenapa Tanaman Bisa Mati Kalau Kebanyakan Air Padahal Air Itu Penting?
in 6 hours

Orang Amnesia Bisa Lupa Ingatan Tapi Masih Bisa Bicara dan Membaca, Kok Bisa?
in 6 hours

Pola kebotakan pada pria yang hanya terjadi di bagian atas kepala ternyata memiliki penjelasan medis. Kondisi ini berkaitan dengan hormon DHT dan faktor genetik yang memengaruhi sensitivitas folikel rambut.
in 6 hours

Benda Bergerak Sendiri? Ini Fakta Ilmiah yang Perlu Kamu Tahu
in 6 hours

Mengapa "Lem Kambing" Bisa Membuat Halusinasi Padahal Hanya Lem?
in 6 hours

Pernah Kepikiran Nggak, Sebenarnya "Masuk Angin" Itu Gimana Bisa Terjadi?
in 6 hours

Benarkah Baju Baru Sebaiknya Dicuci Menggunakan Shampo?
in 6 hours

Kenapa Seseorang Bisa Memiliki Fobia? Trauma Bukan Satu-Satunya Penyebab
in 5 hours

Luka Gatal Ketika Sembuh, Normal atau Berbahaya?
in 3 hours





