Selasa, 26 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Ketika dipijitin Sama Orang Lain Terasa Lebih Enak,tapi Kalo dipijit Sendiri Kok Nggak Enak Ya?? Kok Bisa?

Liaa - Monday, 04 May 2026 | 09:57 AM

Background
Ketika dipijitin Sama Orang Lain Terasa Lebih Enak,tapi Kalo dipijit Sendiri Kok Nggak Enak Ya?? Kok Bisa?

bukan sekadar perasaan kamu saja, lho. Ada alasan ilmiah dan psikologis di baliknya:

1. Unsur Kejutan (The Element of Surprise)

Otak kita itu sangat pintar dalam memprediksi. Ketika kamu memijat diri sendiri, otak sudah tahu persis kapan tekanan akan diberikan, seberapa kuat, dan di titik mana. Fenomena ini mirip dengan alasan kenapa kamu tidak bisa menggelitik diri sendiri.

Karena otak sudah bisa memprediksi sensorik tersebut, ia melakukan "pembatalan sensorik" sehingga sensasi yang dirasakan jadi tumpul atau tidak terlalu intens.

2. Relaksasi Otot yang Maksimal



Dipijat orang lain: Kamu bisa pasrah sepenuhnya. Otot-ototmu berada dalam posisi rileks (istirahat). Saat otot rileks, pijatan bisa masuk lebih dalam ke jaringan otot yang tegang.

Memijat sendiri: Saat tanganmu bergerak memijat bahu atau kaki, otot lengan dan bahumu justru sedang bekerja (berkontraksi) untuk melakukan gerakan tersebut. Sulit bagi tubuh untuk merasa "enak" kalau ada bagian otot yang masih harus bekerja keras saat dipijat.

3. Tekanan dan Sudut Pandang (Mekanis)

Orang lain punya posisi dan leverage (daya ungkit) yang lebih baik untuk menekan titik-titik tertentu. Mereka bisa menggunakan berat badan mereka untuk memberikan tekanan yang konstan, sementara kamu terbatas oleh jangkauan tangan dan kekuatan otot jarimu sendiri yang cepat pegal.

4. Hormon Kebahagiaan



Sentuhan dari orang lain memicu pelepasan hormon Oksitosin (hormon kasih sayang/ikatan) dan Endorfin yang lebih tinggi dibandingkan sentuhan sendiri. Respon emosional "dirawat" oleh orang lain ini secara psikologis membuat rasa sakitnya jadi terasa "nikmat" atau melegakan (sering disebut good pain).