Jumat, 7 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kesalahan dalam Perawatan Tubuh yang Harus Dihindari

Laila - Friday, 07 August 2026 | 12:00 PM

Background
Kesalahan dalam Perawatan Tubuh yang Harus Dihindari

Jangan Asal Glowing, Hindari 7 Dosa Besar Perawatan Tubuh yang Sering Kita Sepelekan

Siapa sih yang nggak pengen punya kulit sehat, cerah, dan kalau bisa kinclong kayak ubin masjid pas mau lebaran? Kita semua pasti pernah terjebak dalam pusaran tren skincare dan bodycare yang sliweran di TikTok atau Instagram. Lihat influencer kulitnya licin dikit, langsung checkout. Lihat ada produk viral yang katanya bisa bikin putih dalam semalam, jempol langsung gercep masukin keranjang kuning. Tapi jujur deh, pernah nggak sih kalian merasa sudah pakai segala macam produk, tapi hasilnya malah zonk? Bukannya glowing, yang ada malah jerawatan, kulit kering bersisik, atau malah kemerahan kayak habis kena marah atasan?

Masalahnya seringkali bukan di harganya yang murah atau produknya yang nggak cocok saja, tapi ada pada kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita anggap sepele padahal itu "dosa besar" dalam dunia perawatan tubuh. Merawat diri itu bukan cuma soal numpuk produk di atas meja rias, tapi juga soal memahami logika di balik kulit kita sendiri. Nah, biar uang nggak terbuang sia-sia dan wajah nggak jadi kelinci percobaan, yuk kita bedah beberapa kesalahan perawatan tubuh yang masih sering dilakukan umat manusia sampai saat ini.

1. Obsesi Eksfoliasi yang Berlebihan

Kita semua tahu kalau mengangkat sel kulit mati itu penting. Biar kulit nggak kusam, katanya. Tapi masalahnya, banyak dari kita yang punya mentalitas "lebih banyak lebih baik". Kalau pakai toner eksfoliasi tiap hari rasanya belum mantap, ditambah lagi pakai scrub yang butirannya segede biji jagung. Logikanya, kalau digosok kencang, daki-daki kehidupan bakal hilang. Padahal, kulit kita itu bukan panci gosong yang butuh disikat pakai kawat.

Terlalu sering eksfoliasi justru bakal merusak skin barrier. Bayangin kulit kamu itu punya lapisan pelindung alami, dan kamu mengampelasnya setiap hari. Hasilnya? Kulit bakal jadi sensitif, gampang merah, dan malah makin berminyak karena kulit merasa kekeringan. Cukup lakukan dua sampai tiga kali seminggu saja. Santai aja, kulit kamu butuh waktu buat regenerasi, nggak perlu dipaksa kerja rodi.

2. Mengabaikan Sunscreen Saat di Dalam Ruangan

Ini nih, mitos paling populer: "Kan aku di rumah aja, nggak kena matahari, ngapain pakai sunscreen?". Duh, dengerin ya. Sinar UV itu kayak gosip tetangga, bisa masuk lewat mana saja. Lewat jendela, lewat celah pintu, bahkan pantulan dari lantai pun bisa kena. Sinar UVA itu punya panjang gelombang yang bisa menembus kaca dan masuk ke lapisan kulit paling dalam, menyebabkan penuaan dini.



Nggak mau kan umur masih dua puluhan tapi kerutan sudah mulai muncul di mana-mana cuma gara-gara malas pakai sunscreen? Pakai sunscreen itu investasi paling murah buat masa tua. Percuma kamu pakai serum jutaan rupiah kalau pertahanannya bolong. Jadi, meski agenda seharian cuma rebahan di kamar sambil nonton Netflix, tetap oleskan sunscreen ya. Jangan lupa re-apply kalau kamu memang banyak aktivitas dekat jendela.

3. Cuci Muka Terlalu Sering dan Terlalu Kasar

Ada perasaan puas tersendiri kalau habis cuci muka kulit terasa "kesat" dan kaku. Rasanya kayak semua minyak sudah ludes. Padahal, kulit yang terasa kesat setelah cuci muka itu tanda kalau kelembapan alami kamu ikut tersapu bersih. Sabun cuci muka yang bikin kulit terasa ditarik biasanya punya pH yang terlalu tinggi atau mengandung deterjen yang terlalu keras.

Kesalahan lainnya adalah cara menggosok wajah. Kadang kita cuci muka kayak lagi nyuci celana jeans, digosok-gosok penuh tenaga. Padahal kulit wajah itu sangat tipis. Cukup pijat lembut dengan gerakan melingkar. Dan satu lagi, jangan terlalu sering cuci muka. Dua kali sehari sudah cukup. Kalau terlalu sering, kulit malah bakal kompensasi dengan memproduksi minyak lebih banyak lagi. Akhirnya? Malah jadi ladang minyak yang siap digoreng.

4. Melewatkan Moisturizer Karena Kulit Berminyak

"Kulitku kan sudah berminyak banget, kalau pakai pelembap nanti makin kayak gorengan dong?". Ini logika yang menyesatkan. Justru seringkali kulit jadi berminyak parah karena dia sedang mengalami dehidrasi. Kulit yang kekurangan air bakal ngirim sinyal ke otak buat memproduksi minyak lebih banyak sebagai pelindung. Akhirnya, terjadilah siklus minyak berlebih yang nggak ada habisnya.

Kuncinya ada pada pemilihan tekstur. Kalau kulitmu berminyak, cari pelembap yang teksturnya gel atau water-based yang ringan dan cepat meresap. Jangan malah di-skip sama sekali. Melembapkan itu wajib hukumnya, kayak bayar pajak tapi ini versi lebih menyenangkan karena bikin muka jadi kenyal.



5. Tidur Tanpa Membersihkan Makeup atau Keringat

Habis pulang kerja atau nongkrong sampai malam, godaan buat langsung rebahan di kasur itu memang luar biasa berat. Rasanya mata sudah lima watt dan air keran terasa sedingin es kutub utara. Tapi tolong, se-capek apa pun kamu, jangan pernah tidur dalam keadaan makeup masih nempel atau keringat seharian masih nempel di badan.

Saat kita tidur, kulit kita itu masuk ke mode reparasi. Bayangkan kalau pori-pori kamu tertutup sisa bedak, debu jalanan, dan polusi. Kotoran itu bakal terjebak di dalam pori-pori, memicu komedo, jerawat, sampai peradangan. Belum lagi bakteri yang bakal pindah ke bantal dan bakal kena muka lagi besoknya. Jorok, kan? Cukup lima menit saja buat double cleansing, kulit kamu bakal berterima kasih banget besok paginya.

6. Eksperimen Pakai Bahan Dapur yang Nggak Jelas

Internet itu penuh dengan tips kecantikan DIY yang kadang nggak masuk akal. Pakai lemon buat mencerahkan, pakai baking soda buat scrub, atau pakai odol buat ngeringin jerawat. Stop sekarang juga! Bahan-bahan itu diciptakan buat di dapur atau buat bersihin gigi, bukan buat kulit wajah yang pH-nya asam.

Lemon itu tingkat asamnya tinggi banget, bisa bikin kulitmu kena chemical burn kalau terkena matahari. Baking soda terlalu basa dan bisa ngerusak ekosistem bakteri baik di kulit. Pakailah produk yang memang sudah diformulasikan oleh para ahli di laboratorium. Jangan jadikan wajahmu tempat eksperimen kimia dadakan cuma demi hemat beberapa puluh ribu rupiah.

7. Terlalu Sering Gonta-ganti Produk karena Nggak Sabar

Kita hidup di zaman serba instan. Pesan makanan tinggal klik, barang datang. Tapi skincare itu bukan sulap bukan sihir. Banyak orang yang baru pakai krim seminggu, terus merasa nggak ada perubahan, langsung ganti produk lain. Padahal siklus regenerasi kulit itu rata-rata butuh waktu 28 hari.



Gonta-ganti produk terlalu sering malah bikin kulit stres dan bingung. Kamu jadi nggak tahu produk mana yang sebenarnya bekerja dan mana yang malah bikin iritasi. Sabar adalah koentji. Berikan waktu minimal satu sampai dua bulan buat melihat hasil yang nyata. Konsistensi itu jauh lebih penting daripada sekadar pakai produk paling mahal yang lagi hits.

Pada akhirnya, merawat tubuh itu adalah bentuk self-love yang paling dasar. Jangan terlalu keras sama diri sendiri, tapi jangan juga terlalu malas. Pahami apa yang kulitmu butuhkan, bukan apa yang orang lain bilang kamu butuhkan. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, kamu sudah selangkah lebih maju menuju kulit yang sehat lahir batin. Semangat berproses, kawan-kawan pejuang glowing!

Tags