Cara Mengetahui Undertone Kulit dengan Mudah
Laila - Friday, 07 August 2026 | 12:00 PM


Biar Nggak Zonk Lagi: Panduan Satset Mengenali Undertone Kulit Sendiri
Pernah nggak sih kamu ngerasa udah beli lipstik yang harganya lumayan menguras dompet karena lihat beauty influencer pakai itu kelihatan cantik banget, tapi pas nempel di bibir kamu malah kelihatan kayak orang lagi sakit tipes? Atau mungkin kamu pernah beli foundation yang kalau dilihat di botolnya sih "oke banget", tapi pas dipulas ke muka malah jadi abu-abu monyet? Kalau jawabannya iya, tenang, kamu nggak sendirian. Masalahnya biasanya bukan di produknya, tapi karena kamu belum kenalan sama yang namanya undertone.
Seringkali kita cuma fokus sama skin tone atau warna kulit luar yang kelihatan mata, kayak putih langsat, sawo matang, atau kuning langsat. Padahal, ada "nyawa" lain di bawah permukaan kulit kita yang menentukan apakah sebuah warna bakal bikin kita kelihatan glowing atau malah kusam. Itulah yang disebut undertone. Undertone ini sifatnya permanen, nggak bakal berubah mau kamu berjemur di Bali sampai gosong atau pakai krim pemutih sejuta umat sekalipun. Memahami undertone itu ibarat nemuin kunci rahasia buat milih baju, makeup, bahkan warna rambut yang paling pas buat diri sendiri.
Jangan Ketukar, Ini Bedanya Skin Tone dan Undertone
Sebelum kita masuk ke tutorialnya, mari kita luruskan dulu biar nggak gagal paham. Skin tone itu apa yang kamu lihat di cermin. Putih, kuning, cokelat—itu skin tone. Ini bisa berubah-ubah, misalnya kalau kamu lagi hobi naik motor tanpa sarung tangan, ya kulit tanganmu bakal lebih gelap. Tapi kalau undertone, itu adalah rona halus yang ada di bawah permukaan kulit. Ibaratnya kalau kulit itu adalah bungkus kado, undertone adalah warna kertas di dalamnya yang samar-samar kelihatan lewat bungkusnya.
Secara umum, undertone dibagi jadi tiga kategori besar: Warm (hangat), Cool (dingin), dan Neutral (netral). Mengetahui masuk tim mana kamu itu penting banget biar nggak lagi-lagi ngalamin tragedi salah beli shade makeup yang akhirnya cuma numpuk jadi pajangan di meja rias.
Cara Pertama: Intip Urat Nadi Kamu
Ini adalah cara paling klasik dan gampang yang bisa kamu lakukan sekarang juga. Coba cari tempat yang terang, syukur-syukur ada cahaya matahari alami. Gulung lengan baju kamu, terus lihat warna urat nadi di pergelangan tangan. Jangan dilihat sambil melamun, ya!
- Warm Undertone: Kalau urat nadi kamu kelihatan lebih ke arah hijau, selamat, kamu masuk tim hangat. Biasanya orang dengan undertone ini bakal kelihatan segar banget kalau pakai warna-warna tanah (earthy tone) kayak cokelat, oranye, atau kuning mustard.
- Cool Undertone: Kalau urat nadinya cenderung biru atau ungu, berarti kamu punya cool undertone. Kamu bakal cocok banget pakai warna pink, biru navy, atau warna-warna permata.
- Neutral Undertone: Kalau kamu bingung, "Eh, ini hijau apa biru ya? Kok kayaknya dua-duanya ada?" Nah, kemungkinan besar kamu adalah si netral yang beruntung. Kamu biasanya cocok pakai warna apa aja. Curang ya? Memang.
Cara Kedua: Eksperimen Sama Perhiasan
Coba deh bongkar kotak perhiasan kamu atau pinjam punya mama. Ambil satu perhiasan emas dan satu perhiasan perak (silver). Coba pakai keduanya secara bergantian di depan cermin. Jangan cuma dilihat dari harganya ya, tapi lihat mana yang bikin kulit kamu kelihatan lebih "hidup" dan cerah.
Kalau ternyata perhiasan emas bikin wajah kamu kelihatan lebih bersinar dan nggak kusam, berarti kamu Warm. Tapi kalau emas malah bikin muka kelihatan dekil dan perak justru bikin kamu kelihatan elegan dan bersih, fix kamu adalah Cool. Terus gimana kalau dua-duanya oke? Ya balik lagi, kamu adalah kaum Neutral yang fleksibel.
Cara Ketiga: Ingat-ingat Nasibmu Saat Terpapar Matahari
Ini adalah cara yang butuh ingatan masa lalu. Coba ingat-ingat momen terakhir kali kamu main ke pantai atau panas-panasan pas lagi demo. Apa yang terjadi sama kulit kamu setelahnya? Apakah kulit kamu langsung merah kayak kepiting rebus, perih, terus nggak lama kemudian ngelupas? Kalau iya, itu tandanya kamu punya Cool undertone.
Sebaliknya, kalau kamu berjemur terus kulitnya malah jadi makin gelap, eksotis, dan kecokelatan (tanning) tanpa drama merah-merah atau perih yang berlebihan, itu ciri khas Warm undertone. Kulit warm memang lebih "tahan banting" terhadap pigmen matahari dalam hal perubahan warna.
Cara Keempat: Pakai Kaos Putih Polos
Ambil kaos warna putih bersih (putih kertas) dan bandingkan dengan kain warna krem atau off-white. Tempelkan ke wajah di bawah cahaya alami. Kalau wajah kamu kelihatan lebih seger pas pakai baju putih bersih, kemungkinan besar kamu Cool. Tapi kalau kamu kelihatan lebih menonjol dan cantik pakai warna krem, berarti kamu Warm. Kadang, warna putih yang terlalu "nendang" malah bikin si pemilik Warm undertone kelihatan agak pucat atau kusam.
Kenapa Sih Harus Ribet Begini?
Mungkin ada yang mikir, "Ah, ribet banget cuma buat urusan warna kulit." Tapi jujur deh, mengetahui undertone itu adalah bentuk self-love yang paling praktis. Kamu bakal menghemat banyak uang karena nggak bakal lagi keracunan beli produk makeup yang nggak cocok. Kamu juga bakal lebih pede karena tahu warna baju apa yang bikin kamu nggak kelihatan kayak belum mandi.
Banyak orang yang memaksakan pakai shade foundation yang lebih putih dari aslinya karena pengen kelihatan cerah. Padahal kalau undertone-nya salah, yang ada malah muka jadi abu-abu dan kelihatan asimetris sama leher. Dengan tahu undertone, kamu bisa cari shade foundation yang menyatu sempurna sama kulit, yang kalau dipakai orang bakal bilang, "Ih kulit kamu bagus banget ya," bukan "Foundation kamu merek apa?"—karena yang mereka lihat adalah kecantikan alami kamu, bukan dempulan yang salah warna.
Kesimpulan: Eksplorasi itu Perlu
Meskipun tes-tes di atas sangat membantu, jangan jadikan itu aturan kaku yang bikin kamu takut berekspresi. Dunia kecantikan itu tempat main, bukan ujian nasional. Kalau kamu punya cool undertone tapi suka banget pakai baju warna oranye, ya silakan aja! Yang penting kamu nyaman. Tapi kalau kamu lagi pengen tampil slay maksimal buat acara penting atau pas mau ketemu gebetan, panduan undertone ini bisa jadi penyelamat biar penampilan kamu makin paripurna.
Jadi, sudah dicek urat nadinya? Jangan-jangan selama ini kamu salah mengira jati diri kulitmu sendiri. Yuk, mulai sekarang lebih teliti lagi biar nggak ada lagi kata "zonk" di kamus belanja makeup kamu!
Next News

Makeup untuk Kulit Berminyak agar Tidak Mudah Luntur
in 4 hours

Undertone vs Skin Tone, Apa Bedanya?
in 4 hours

Warna Lipstik yang Cocok Berdasarkan Undertone
in 4 hours

Pentingnya Me Time bagi Kesehatan Mental
in 4 hours

Cara Mencintai Diri Sendiri Setiap Hari
in 4 hours

Penyakit yang Sering Dialami Lansia dan Pencegahannya
in 4 hours

Nutrisi Penting untuk Anak yang Sedang Tumbuh
in 4 hours

Cara Meningkatkan Nafsu Makan Anak
in 4 hours

Kesalahan dalam Perawatan Tubuh yang Harus Dihindari
in 4 hours

Cara Merawat Tanaman Hias agar Tetap Subur
in 5 hours





