Kamis, 24 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kentang Sudah Bertunas Jangan Langsung Dimakan, Ini Bahayanya

RAU - Thursday, 24 September 2026 | 08:06 PM

Background
Kentang Sudah Bertunas Jangan Langsung Dimakan, Ini Bahayanya

Kentang merupakan salah satu bahan makanan yang mudah ditemukan dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan. Namun, kentang yang terlalu lama disimpan dapat mengalami perubahan, salah satunya muncul tunas atau bagian kulit yang berubah menjadi kehijauan.

Kondisi tersebut sering membuat orang bingung. Sebagian memilih membuang kentang, sementara lainnya tetap mengolahnya dengan cara memotong tunas atau bagian yang terlihat rusak.

Padahal, kentang yang mulai bertunas perlu diperhatikan lebih lanjut karena perubahan tersebut dapat berkaitan dengan meningkatnya kandungan senyawa alami yang disebut glycoalkaloid.

Tunas Kentang Bisa Menjadi Tanda Peningkatan Racun Alami

Menurut ahli toksikologi dan dokter gawat darurat dari Johns Hopkins Hospital, Andrew Stolbach, munculnya tunas pada kentang yang disimpan terlalu lama dapat menjadi tanda bahwa kandungan glycoalkaloid di dalamnya meningkat.

Glycoalkaloid merupakan kelompok senyawa alami yang terdapat pada tanaman dari keluarga nightshade, termasuk kentang. Dua jenis yang paling dikenal adalah solanin dan chaconine.



Dalam jumlah tinggi, senyawa tersebut dapat menyebabkan keracunan. Gejalanya antara lain mual, muntah, diare, sakit atau kram perut, serta gangguan pencernaan lainnya.

Pada paparan yang sangat tinggi, keracunan glycoalkaloid dapat menyebabkan masalah yang lebih serius. Namun, kejadian berat akibat kentang bertunas tergolong jarang.

Perhatikan Warna Hijau pada Kentang

Selain tunas, kondisi lain yang perlu diperhatikan adalah munculnya warna hijau pada kulit kentang.

Warna hijau sebenarnya berasal dari klorofil, yaitu pigmen yang terbentuk ketika kentang terpapar cahaya. Klorofil sendiri bukan racun, tetapi perubahan warna tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa kadar glycoalkaloid pada bagian kentang tersebut juga meningkat.

Karena itu, kentang yang sudah banyak berubah menjadi hijau sebaiknya tidak dikonsumsi untuk menghindari risiko.



Apakah Kentang Bertunas Masih Bisa Dimakan?

Untuk kentang yang hanya memiliki tunas kecil dan tidak menunjukkan perubahan warna hijau yang luas, membuang bagian bertunas serta mengupas bagian kulit secara menyeluruh dapat mengurangi paparan glycoalkaloid.

Gunakan pisau bersih dan tajam untuk membuang tunas serta bagian yang terlihat hijau atau rusak. Namun, cara tersebut tidak menjamin seluruh senyawa glycoalkaloid hilang.

Jika kentang sudah sangat bertunas, terasa pahit, mengerut, atau memiliki bagian hijau yang cukup luas, pilihan yang lebih aman adalah membuangnya daripada mengambil risiko.

Perlu diketahui pula bahwa memasak tidak selalu dapat menghilangkan glycoalkaloid sepenuhnya. Karena itu, kondisi kentang sebelum dimasak tetap menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Cara Menyimpan Kentang agar Tidak Cepat Bertunas

Kentang sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, memiliki sirkulasi udara baik, dan jauh dari paparan cahaya langsung.



Hindari menyimpan kentang dalam kondisi lembap karena lingkungan tersebut dapat mempercepat kerusakan. Kentang juga sebaiknya tidak disimpan terlalu lama sehingga kondisinya bisa diperiksa secara berkala.

Jika mulai terlihat tunas, warna hijau, perubahan tekstur, atau tanda kerusakan lainnya, periksa kondisinya sebelum digunakan untuk memasak.