Kenapa Seseorang Bisa Terkena Bell's Palsy? Ini Penjelasan Lengkap tentang Penyakitnya
Liaa - Wednesday, 20 May 2026 | 10:38 AM


Bisa dibayangkan betapa kagetnya kalau tiba-tiba bangun pagi, lalu setengah wajah terasa kaku, melorot, dan susah digerakkan. Banyak orang langsung panik dan mengira mereka terkena stroke.
Padahal, kemungkinan besar itu adalah Bell's Palsy. Yuk, kita bedah sebenarnya ini penyakit apa dan kenapa bisa terjadi.
1. Bell's Palsy Itu Penyakit Apaan Sih?
Singkatnya, Bell's Palsy adalah kelumpuhan atau kelemahan sementara pada otot-otot di salah satu sisi wajah.
Penyakit ini terjadi karena Saraf Fasialis (Saraf ketujuh di otak) yang berfungsi mengendalikan otot wajah mengalami peradangan, pembengkakan, atau terjepit. Akibatnya, perintah dari otak untuk menggerakkan wajah tidak sampai ke otot.
Gejala yang biasanya muncul:
Salah satu sisi wajah melorot (tidak bisa tersenyum simetris).
Mata di sisi yang sakit tidak bisa menutup dengan rapat (bisa bikin mata kering).
Sakit kepala atau nyeri di belakang telinga pada sisi yang sakit.
Air liur sering menetes sendiri karena sudut mulut sulit dikontrol.
Indra perasa di lidah agak berkurang ketajamannya.
2. Kenapa Orang Bisa Terkena Bell's Palsy?
Sampai saat ini, penyebab pasti kenapa saraf tersebut tiba-tiba meradang masih belum diketahui 100%. Namun, para ahli medis sangat meyakini bahwa pemicu utamanya adalah infeksi virus.
Ketika tubuh terinfeksi, sistem imun merespons. Sayangnya, respons ini memicu peradangan pada saraf fasialis yang jalurnya melewati celah tulang yang sempit menuju wajah. Karena bengkak dan terjepit di celah sempit itulah sarafnya jadi "ngambek" dan tidak berfungsi.
Beberapa virus yang sering dikaitkan dengan Bell's Palsy antara lain:
Mitos vs Fakta: Benarkah Karena Angin Malam atau Kipas Angin?
Masyarakat kita sering bilang Bell's Palsy karena sering kena angin malam, naik motor gak pakai helm full face, atau tidur menghadap kipas angin.
Faktanya: Angin atau udara dingin tidak langsung menyebabkan Bell's Palsy. Tapi, paparan udara dingin yang ekstrem bisa membuat pembuluh darah menyempit atau menurunkan imun lokal di area wajah, sehingga virus yang tadinya "tidur" di dalam tubuh jadi lebih mudah aktif dan menyerang saraf.
Next News

Baju Kusut tapi Tidak Punya Setrika? Ada Trik yang Bisa Dicoba
in 6 hours

Nasi Sisa Jangan Langsung Dibuang, Coba Trik Ini agar Lebih Berguna
in 6 hours

Mengapa Kertas Struk Belanja Cepat Pudar?
in 6 hours

Ternyata Nomor Kamar Hotel Tidak Selalu Berurutan, Ini Alasannya
in 3 hours

Ternyata Ada Alasan Kenapa Hotel Sering Menggunakan Sprei Berwarna Putih
in 3 hours

Hack Dapur yang Terlihat Sepele, Tapi Bisa Menghemat Banyak Waktu
in 3 hours

Jajanan Tradisional yang Mendadak Viral, Ternyata Punya Cerita Menarik
in 3 hours

Makanan Ini Mendadak Viral di Media Sosial, Apa yang Membuatnya Begitu Populer?
in 3 hours

Mengenal Tradisi Unik Masyarakat Batak yang Sarat Makna
in 3 hours

Kenapa Warga Negara Ini Mematikan Lampu Saat Perayaan Tertentu?
in 3 hours





