Minggu, 5 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Saat Stress ,Nafsu Makan Meningkat?

RAU - Tuesday, 24 February 2026 | 08:12 AM

Background
Kenapa Saat Stress ,Nafsu Makan Meningkat?

Ketika kita stres — entah karena pekerjaan, konflik keluarga, atau tekanan emosional — tubuh tidak tahu bahwa ancaman itu "hanya" bersifat psikologis.

Tubuh merespons seolah-olah kita sedang menghadapi bahaya nyata.

Menurut penjelasan dari Harvard Medical School, stres mengaktifkan sistem saraf simpatis dan sumbu HPA (hypothalamic-pituitary-adrenal axis).

Hasilnya: tubuh melepaskan hormon kortisol.

Peran Kortisol dalam Nafsu Makan

Kortisol memiliki beberapa efek:



•Meningkatkan kadar gula darah

•Mengatur metabolisme energi

•Meningkatkan rasa lapar

Nah, disini penjelasannya.

Jika kita dalam bahaya, tubuh ingin menyimpan energi sebanyak mungkin.



Masalahnya?

Di era modern, stres bukan lagi karena dikejar predator — tapi deadline dan beban pikiran.

Namun tubuh tetap bereaksi sama.

Akibatnya, saat beban pikiran menggunung, konsumsi makan pun melambung.

Kenapa Craving Makanan Manis & Berlemak?

Penelitian dari University of California San Francisco menunjukkan bahwa stres kronis meningkatkan keinginan terhadap makanan tinggi gula dan lemak.



Kenapa?

Karena makanan jenis ini:

•Meningkatkan dopamin (hormon reward)

•Memberikan rasa nyaman sementara

•Menurunkan respons stres sesaat

•Otak belajar bahwa "makan = lega".



Terbentuklah pola emotional eating.

Tidak Semua Orang Jadi Makan Banyak

Menariknya, tidak semua orang mengalami peningkatan nafsu makan saat stres.

Sebagian justru kehilangan selera makan.

Perbedaannya dipengaruhi oleh:

•Sensitivitas terhadap kortisol



•Pola coping sejak kecil

•Kondisi psikologis individu

Respons terhadap stres sangat individual.

Dan ingat, Kortisol tidak hanya meningkatkan nafsu makan, tetapi juga:

Mendorong penyimpanan lemak, terutama di area perut, dan



Mempengaruhi sensitivitas insulin.

Itulah sebabnya stres berkepanjangan sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan.

Kesimpulan

Saat stres membuat kita ingin makan lebih banyak, itu bukan semata-mata kurang disiplin.

Itu adalah mekanisme biologis kuno yang masih bekerja di tubuh modern.

Yang perlu dijaga bukan hanya pola makan, tetapi juga manajemen stres.



Karena tubuh dan pikiran selalu saling terhubung.