Rabu, 16 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Popcorn Bisa Meletup? Rahasianya Ada di Dalam Biji Jagung

Laila - Wednesday, 16 September 2026 | 12:00 PM

Background
Kenapa Popcorn Bisa Meletup? Rahasianya Ada di Dalam Biji Jagung

Kenapa Popcorn Bisa Meletup? Rahasianya Ada di Dalam Biji Jagung

Pernah nggak sih kamu lagi asyik nonton film di bioskop, tangan sibuk merogoh wadah popcorn yang gedenya segaban, terus tiba-tiba kepikiran: Kok bisa ya biji jagung yang keras dan kecil ini berubah jadi gumpalan putih empuk yang nagih banget? Padahal kalau kita beli jagung bakar di pinggir jalan, teksturnya ya gitu-gitu aja, nggak ada yang tiba-tiba meledak jadi kembang putih yang cantik.

Ternyata, fenomena popcorn meletup itu bukan sihir, apalagi hasil kerjaan jin penunggu dapur. Ada sains yang cukup gokil di balik bunyi "pletok-pletok" yang sering kita dengar pas lagi manasin jagung ini di microwave atau panci. Ini bukan cuma soal panas, tapi soal konstruksi biologis jagung itu sendiri yang emang didesain buat jadi "bom waktu" kecil yang lezat.

Bukan Sembarang Jagung, Lho!

Hal pertama yang perlu kita sepakati adalah nggak semua jagung diciptakan setara. Kalau kamu nekat jemur jagung manis sisa sayur asem terus berharap dia bakal meletup pas digoreng, ya siap-siap aja kecewa. Jagung yang bisa jadi popcorn itu punya nama ilmiah Zea mays everta. Dia satu-satunya jenis jagung yang punya kemampuan akrobatik buat meletup.

Bedanya apa? Nah, jagung khusus popcorn ini punya kulit luar (pericarp) yang super tebal dan kuat. Bayangin aja kulit jagung ini kayak dinding benteng yang kokoh banget. Di dalamnya, ada cadangan makanan berupa pati (starch) dan sedikit air. Rahasia utamanya ada di kombinasi tiga hal ini: air, pati, dan kulit yang nggak gampang jebol.

Cara Kerja Si "Pressure Cooker" Alami

Pas kamu mulai memanaskan biji popcorn, air di dalam bijinya mulai panas dan berubah jadi uap. Di sinilah serunya. Karena kulit luarnya kuat banget, uap air tadi nggak bisa keluar begitu aja. Alhasil, bagian dalam biji jagung itu berubah fungsi jadi semacam panci presto alias pressure cooker mini.



Uap air yang terjebak di dalam terus menekan ke segala arah. Sementara itu, pati di dalamnya yang tadinya keras mulai melunak jadi kayak jelly atau adonan panas yang sangat elastis. Tekanannya terus naik seiring bertambahnya suhu. Menurut penelitian, titik kritisnya ada di suhu sekitar 180 derajat Celcius. Di titik itu, tekanan di dalam biji jagung bisa mencapai 135 psi (pounds per square inch). Bayangin, itu berkali-kali lipat dari tekanan ban mobil kamu!

Detik-Detik Ledakan yang Estetik

Ketika tekanan udah nggak sanggup lagi ditahan sama si kulit jagung yang kuat tadi, terjadilah ledakan atau "pop". Kulitnya pecah mendadak, dan uap air keluar secepat kilat. Nah, karena tekanan di luar biji jagung (tekanan udara normal) jauh lebih rendah daripada di dalam biji, pati yang tadi udah jadi jelly panas langsung mengembang alias memuai dengan sangat cepat.

Proses ini mirip banget sama busa yang disemprotkan. Pati itu mengembang, lalu karena suhu di luar lebih dingin, dia langsung mengeras dan jadi struktur putih berongga yang kita kenal sebagai popcorn. Semua itu terjadi cuma dalam hitungan milidetik. Cepat banget, kan? Makanya kalau kita lihat video slow motion popcorn meletup, prosesnya kelihatan dramatis sekaligus memuaskan mata banget.

Kenapa Kadang Ada yang Gagal Meletup?

Pasti pernah kan, pas udah selesai bikin popcorn, di dasar wadah masih ada sisa-sisa biji jagung yang utuh tapi agak gosong? Di Amerika, biji yang gagal meletup ini punya sebutan keren: "old maids" atau perawan tua. Kenapa mereka gagal menjalankan tugasnya sebagai popcorn?

Biasanya penyebabnya ada dua. Pertama, kulitnya ada yang bocor atau retak dikit. Jadi pas dipanasin, uap airnya keluar pelan-pelan lewat celah itu, tekanannya nggak pernah cukup buat bikin ledakan. Kedua, bijinya terlalu kering. Kalau air di dalamnya kurang dari 13-14 persen, nggak bakal ada cukup tenaga uap buat memecahkan kulitnya. Jadi, mereka cuma bakal kepanasan di dalam panci tanpa pernah bisa menunjukkan jati diri mereka yang sebenarnya.



Seni Menikmati Sains dalam Camilan

Gue pribadi ngerasa popcorn itu camilan paling jenius. Selain karena proses bikinnya yang seru (siapa sih yang nggak deg-degan nungguin bunyi letupan pertama?), popcorn juga relatif lebih sehat kalau nggak dikasih mentega atau karamel yang lebay. Dia kaya serat karena kita makan seluruh bagian bijinya, termasuk kulitnya yang nyangkut-nyangkut di gigi itu.

Tapi ya gitu, namanya juga hidup, kadang kita nemu popcorn yang enak banget, kadang nemu yang alot. Kuncinya ada di kesabaran pas dengerin bunyinya. Kalau jeda antar letupan udah lebih dari dua detik, itu tandanya perang di dalam panci udah selesai. Jangan dipaksa terus, nanti yang ada malah bau gosong seisi rumah.

Jadi, lain kali kalau kamu lagi ngunyah popcorn, coba deh perhatiin bentuknya yang abstrak itu. Tiap butir popcorn punya cerita perjuangan hidup dan mati yang melibatkan fisika, biologi, dan kimia di dalam ruang sekecil biji jagung. Menarik banget, kan? Ternyata hal simpel di depan mata kita punya rahasia yang cukup kompleks kalau mau dikulik lebih dalam.

Akhir kata, selamat nyemil dan jangan lupa siapin benang gigi, soalnya kulit jagung yang kuat tadi hobi banget mampir di sela-sela gigi habis dia meletup!

Tags