Minggu, 21 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Makanan Pedas Bikin Ketagihan? Ini Penjelasan Ilmiahnya yang Bikin Kamu Gagal Diet Lagi

Liaa - Sunday, 21 June 2026 | 07:19 AM

Background
Kenapa Makanan Pedas Bikin Ketagihan? Ini Penjelasan Ilmiahnya yang Bikin Kamu Gagal Diet Lagi

Pedas Itu Bukan Rasa, Tapi "Alarm Panas" di Lidah

Banyak orang salah paham: pedas itu bukan rasa seperti manis atau asin. Pedas adalah sensasi nyeri ringan.

Senyawa utama di balik rasa pedas adalah capsaicin, yang ada di cabai. Zat ini "menipu" otak dengan cara mengaktifkan reseptor panas di lidah, seolah-olah mulut kita sedang terbakar.


Otak Panik, Tapi Juga Senang

Ketika capsaicin masuk, tubuh langsung bereaksi:

  • jantung berdebar lebih cepat
  • keringat keluar
  • wajah memerah

Otak membaca ini sebagai situasi "darurat kecil". Tapi anehnya, setelah itu tubuh juga mengeluarkan:



  • endorfin (pereda nyeri alami)
  • dopamin (hormon senang)

Hasilnya? Setelah rasa pedas lewat, kita merasa lega + bahagia. Inilah awal dari efek ketagihan.


Sensasi "Pain Pleasure": Sakit Tapi Nikmat

Fenomena ini disebut benign masochism, yaitu ketika manusia menikmati sensasi yang sebenarnya tidak menyenangkan (seperti pedas, roller coaster, atau film horor).

Kenapa bisa begitu?

Karena otak kita suka:



  • tantangan ringan
  • sensasi ekstrem yang aman
  • rasa "berhasil melewati rasa sakit"

Setiap kali kita makan pedas dan berhasil bertahan, otak memberi "reward".


Semakin Pedas, Semakin Ditantang

Makanan pedas juga bekerja seperti game level.

  • Level 1: sambal biasa
  • Level 5: mulai berkeringat
  • Level 10: hidung berair, tapi masih lanjut
  • Level ekstrem: "kenapa aku melakukan ini tapi enak"

Otak kita suka progres. Semakin sering makan pedas, toleransi meningkat, dan kita cenderung mencari level yang lebih tinggi lagi.




Budaya dan Kebiasaan Ikut Menguatkan

Di negara seperti Indonesia, makanan pedas bukan cuma selera, tapi budaya.

Sejak kecil kita sudah terbiasa dengan:

  • sambal di setiap makanan
  • tantangan "siapa paling kuat pedasnya"
  • konten mukbang pedas di media sosial

Faktor ini memperkuat kebiasaan dan membuat pedas terasa "normal" bahkan wajib.


Efek Sosial: Pedas Itu Identitas

Makan pedas juga sering jadi simbol:



  • keberanian
  • kekuatan
  • "anak kuat"

Makanya banyak orang merasa bangga kalau bisa makan super pedas, walaupun setelahnya minum susu 3 gelas dan menyesal.