Senin, 28 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Kuku Bisa Terasa Rapuh Setelah Sering Terkena Air?

Liaa - Monday, 28 September 2026 | 08:33 AM

Background
Kenapa Kuku Bisa Terasa Rapuh Setelah Sering Terkena Air?

Kuku sering dianggap sebagai bagian tubuh yang kuat karena memiliki tekstur keras. Namun, kuku ternyata tetap dapat mengalami kerusakan akibat berbagai kebiasaan sehari-hari. Salah satunya adalah terlalu sering membuat kuku berada dalam kondisi basah dan kemudian kembali kering.

Air memang dibutuhkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Mencuci tangan, mencuci piring, membersihkan rumah, mandi, hingga pekerjaan tertentu dapat membuat tangan dan kuku berkali-kali terkena air. Jika kondisi tersebut terjadi terus-menerus, struktur kuku dapat ikut terpengaruh.

Kuku tersusun terutama dari keratin, yaitu protein yang juga terdapat pada rambut. Meski memiliki struktur keras, lempeng kuku tetap memiliki kemampuan menyerap air. Ketika terkena air, kuku dapat menyerap sejumlah air dan mengalami sedikit perubahan pada strukturnya.

Masalah dapat muncul ketika kuku berulang kali mengalami siklus basah dan kering. Kuku dapat mengembang ketika menyerap air dan kembali menyusut ketika kehilangan air. Proses yang terjadi berkali-kali ini dapat membuat kuku lebih rentan mengalami perubahan pada lapisannya.

Kondisi tersebut tidak berarti bahwa setiap orang yang sering mencuci tangan pasti akan mengalami kuku rapuh. Pengaruh air terhadap kuku juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti penggunaan sabun atau deterjen, paparan bahan kimia, kebiasaan menggigit kuku, serta kondisi kuku masing-masing orang.



Deterjen dan produk pembersih tertentu juga dapat membuat kulit di sekitar kuku menjadi lebih kering. Jika paparan berlangsung berulang kali tanpa perlindungan yang memadai, kuku dan jaringan di sekitarnya dapat terasa lebih kasar atau mudah mengalami kerusakan.

Kebiasaan merendam tangan dalam air dalam waktu lama juga sebaiknya tidak dilakukan jika sebenarnya tidak diperlukan. Ketika kuku terus berada dalam kondisi basah, kemudian mengering kembali, lapisan kuku dapat menjadi lebih rentan terhadap pengelupasan atau patah.

Selain air, kebiasaan menggunakan kuku sebagai alat untuk membuka benda, mengorek sesuatu, atau menggaruk permukaan keras juga dapat memberikan tekanan tambahan. Jika kuku sudah mengalami perubahan struktur, tekanan kecil sekalipun dapat membuatnya lebih mudah terbelah.

Untuk menjaga kuku, tangan dapat dikeringkan dengan baik setelah terkena air. Saat melakukan pekerjaan rumah tangga yang melibatkan air dan bahan pembersih, penggunaan sarung tangan juga dapat membantu mengurangi kontak langsung dengan air dan deterjen.

Perawatan kuku sebaiknya dilakukan secara sederhana. Kuku dapat dipotong secara teratur dan tidak terlalu pendek. Kulit di sekitar kuku juga sebaiknya tidak dipotong atau dikorek secara berlebihan karena bagian tersebut memiliki fungsi sebagai perlindungan terhadap area di sekitar kuku.



Jika kuku terus-menerus rapuh, mudah terbelah, berubah warna, terasa nyeri, atau mengalami perubahan yang tidak biasa meskipun kebiasaan perawatan sudah diperbaiki, penyebabnya bisa lebih dari sekadar paparan air. Kondisi tertentu pada tubuh atau masalah pada kuku juga dapat menyebabkan perubahan tersebut sehingga perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan.

Jadi, sering terkena air bukan berarti air secara langsung membuat kuku menjadi rusak. Yang perlu diperhatikan adalah paparan berulang, terutama ketika kuku terus mengalami perubahan dari basah menjadi kering, ditambah penggunaan deterjen atau bahan pembersih.

Dengan mengurangi paparan yang tidak perlu, menjaga kuku tetap bersih dan kering setelah terkena air, serta melindunginya saat melakukan pekerjaan rumah tangga, kondisi kuku dapat lebih terjaga.

Tags