Kenapa kertas manila sering disebut karton sama orang tua kita padahal kan terlihat sendiri kalau itu kertas jadi yang benar gimana sih?
Laila - Friday, 22 May 2026 | 12:52 PM


1. Alasan Teknis: Definisi "Kertas" vs "Karton"
Dalam dunia industri kertas, batas antara "kertas" (paper) dan "karton" (paperboard/cardboard) itu ditentukan oleh berat dan ketebalannya, bukan cuma dari penampilannya.
Kertas: Biasanya punya berat di bawah 150\text{ gsm} (gram per meter persegi). Contohnya kertas HVS (70\text{--}80\text{ gsm}).
Karton (Paperboard): Biasanya punya berat di atas 150\text{ gsm} atau 200\text{ gsm} ke atas, dan karakternya lebih kaku.
2. Alasan Bahasa dan Kebiasaan (Linguistik)
Orang tua kita (dan masyarakat Indonesia pada umumnya) menggunakan bahasa secara praktis untuk mempermudah pembedaan:
Kertas: Merujuk pada sesuatu yang tipis, lecek kalau diremas, dan bisa dipakai buat menulis/buku (HVS, kertas koran, buku tulis).
Karton: Merujuk pada segala jenis kertas yang kaku, tebal, dan nggak gampang melengkung.
Jadi, ketika melihat kertas manila yang kaku dan tegak, otak mereka otomatis mengkategorikannya sebagai "karton" untuk membedakannya dari kertas HVS biasa.
3. Asal-Usul Nama "Manila"
Sebagai bonus info, kenapa namanya "Manila"? Padahal kan nggak ada hubungannya sama ibu kota Filipina kalau kita beli di fotokopian?
Fakta Menarik: Dulu, kertas jenis ini awalnya dibuat dari serat Abaca (pisang manila) yang aslinya banyak tumbuh di Filipina. Serat ini terkenal sangat kuat. Meskipun sekarang kertas manila modern sudah dibuat dari bubur kayu biasa, nama "Manila" tetap melekat karena merujuk pada tekstur khasnya yang halus.
Next News

Makan Sayur Setiap Hari tetapi Pencernaan Masih Bermasalah? Ini yang Perlu Dievaluasi
in 3 hours

Makanan yang Terlihat Sehat Belum Tentu Seimbang: Kenali Kesalahan yang Sering Terjadi
in 3 hours

Sering Mengganti Produk Skincare Belum Tentu Membuat Kulit Lebih Sehat
in 3 hours

Wajah Berminyak tetapi Terasa Kering: Mengapa Dua Kondisi Ini Bisa Terjadi Bersamaan?
in 3 hours

Bosan, Kosong, atau Benar-Benar Kelelahan Mental? Begini Cara Membedakannya
in 3 hours

elalu Merasa Harus Produktif? Mengenal Tekanan "Harus Berhasil" di Era Digital
in 3 hours

Kenapa Pikiran Terus Memutar Percakapan Lama Sebelum Tidur?
in 3 hours

Bukan Malas: Ini yang Terjadi pada Otak Saat Seseorang Sulit Memulai Aktivitas
in 3 hours

Mengapa Kita Bisa Merasa Lelah Setelah Bersosialisasi? Memahami Social Battery
in 3 hours

Sakit Kepala Muncul Setelah Bangun Tidur? Ini Kebiasaan yang Mungkin Menjadi Pemicu
in 3 hours





