Jumat, 21 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Kamar Hotel di Lantai Dasar Kurang Ideal? Ini Tips Memilih Kamar agar Staycation Lebih Nyaman

Tata - Friday, 21 August 2026 | 07:30 PM

Background
Kenapa Kamar Hotel di Lantai Dasar Kurang Ideal? Ini Tips Memilih Kamar agar Staycation Lebih Nyaman

Kenapa Lantai Dasar Hotel Itu Big No-No? Simak Tips Rahasia Biar Staycation Nggak Jadi Zonk

Siapa sih yang nggak suka staycation? Rasanya, masuk ke lobi hotel yang wangi, disambut staf yang ramah, terus membayangkan rebahan di kasur empuk dengan seprai putih yang kaku itu sudah jadi obat paling ampuh buat ngilangin stres kerjaan. Tapi, tunggu dulu. Jangan sampai euforia kamu rusak gara-gara satu hal sepele yang sering dilupakan: posisi kamar. Banyak dari kita yang kalau check-in cuma manggut-manggut saja pas dikasih kunci, tanpa peduli kamarnya di lantai berapa. Padahal, para pakar keamanan dan travel blogger kawakan punya satu wanti-wanti keras: jangan pernah pilih kamar di lantai dasar.

Mungkin terdengar praktis, ya? Nggak perlu antre lift yang kadang lamanya minta ampun, atau kalau mau cari sarapan tinggal jalan lurus. Tapi, kenyataannya, memilih lantai bawah itu seringkali jadi awal dari drama staycation yang nggak banget. Mari kita bedah pelan-pelan kenapa lantai dasar itu sebaiknya kamu coret dari daftar pilihan.

Privasi Itu Mahal Harganya

Coba bayangkan begini. Kamu baru selesai mandi, pengin santai pakai jubah mandi sambil buka gorden buat lihat pemandangan luar. Eh, pas gorden dibuka, mata kamu malah langsung bertatapan sama bapak-bapak yang lagi nunggu ojek online di depan lobi atau petugas parkir yang lagi lewat. Bukannya dapet vibe healing, yang ada malah canggung maksimal. Kamar di lantai dasar itu ibarat etalase toko kalau kamu nggak hati-hati menutup gorden rapat-rapat.

Belum lagi soal keamanan. Secara statistik, kamar di lantai dasar itu paling rawan dibobol. Aksesnya terlalu gampang. Pencuri nggak perlu ribet naik lift yang ada CCTV-nya atau lewat tangga darurat yang sunyi. Mereka tinggal lompat jendela atau lewat pintu teras kalau ada. Pakar keamanan hotel sering bilang kalau lantai dasar itu "sweet spot" buat orang-orang yang punya niat jahat karena pelariannya paling cepat. Jadi, kalau kamu bawa barang berharga kayak laptop atau kamera mahal, mending pikir-pikir lagi deh kalau mau naruh di lantai bawah.

Gangguan Suara yang Bikin Gagal Deep Sleep

Tujuan utama kita nginep di hotel itu kan buat tidur nyenyak tanpa gangguan suara knalpot brong atau tangisan anak tetangga sebelah rumah. Tapi kalau kamu dapet kamar di lantai dasar, boro-boro mau deep sleep. Lantai dasar itu biasanya dekat dengan area publik kayak lobi, restoran, atau bar hotel. Suara gesekan koper di lantai marmer, obrolan tamu yang baru pulang party tengah malam, sampai suara denting pintu lift itu bakal terdengar jelas banget.



Jangan lupakan juga suara kendaraan. Kalau hotelnya di pinggir jalan raya, suara klakson dan deru mesin bakal lebih "nendang" di telinga tamu yang tidurnya di lantai satu. Rasanya kayak tidur di pinggir terminal kalau kedap suaranya nggak bagus-bagus amat. Alhasil, niat mau bangun pagi dengan segar malah berakhir dengan mata panda dan mood yang berantakan gara-gara kurang tidur.

Serangga dan Kawan-kawannya

Ini nih yang sering luput dari perhatian. Semakin dekat kamar kamu dengan tanah, semakin besar kemungkinan kamu kedatangan "tamu tak diundang" dalam bentuk serangga. Semut, kecoa, atau bahkan nyamuk lebih gampang masuk ke kamar lantai bawah ketimbang harus "mendaki" ke lantai sepuluh. Apalagi kalau di depan kamar kamu ada taman atau kolam hias. Memang sih pemandangannya jadi hijau, tapi risiko nyamuk masuk saat kamu buka pintu balkon itu nyata banget. Nggak lucu kan kalau lagi asyik nonton Netflix tiba-tiba harus berburu nyamuk dulu?

Lalu, Lantai Berapa yang Paling Aman?

Kalau lantai dasar nggak disarankan, apakah lantai paling atas (rooftop) itu yang terbaik? Ternyata nggak juga. Para pakar keselamatan dari organisasi internasional sering menyarankan "The Magic Number": antara lantai dua sampai lantai empat. Kenapa?

  • Jangkauan Tangga Pemadam: Kebanyakan tangga mobil pemadam kebakaran di berbagai belahan dunia itu paling efektif mencapai lantai empat. Kalau kamu di lantai 40 dan terjadi kebakaran, evakuasinya bakal jauh lebih ribet.
  • Cukup Tinggi dari Kebisingan: Lantai dua atau tiga sudah cukup tinggi untuk meredam suara orang ngobrol di lobi atau suara langkah kaki di trotoar.
  • Akses Darurat: Kalau amit-amit ada gempa atau keadaan darurat yang mengharuskan kamu lari lewat tangga, dari lantai tiga ke bawah itu masih masuk akal buat dilakukan tanpa bikin paru-paru mau copot.

Tips Biar Nggak Dikasih Kamar "Zonker"

Nah, biar staycation kamu tetap on point, ada beberapa trik yang bisa kamu lakukan saat booking. Pertama, jangan ragu buat nulis permintaan khusus di kolom catatan saat pesan lewat aplikasi. Tulis saja, "High floor preferred, away from the elevator." Biasanya hotel bakal berusaha memenuhi kalau kamarnya memang tersedia.

Kedua, pas sampai di meja resepsionis, sapa mereka dengan ramah. Orang hotel itu kerjanya capek menghadapi tamu yang rewel, jadi kalau kamu ramah, mereka bakal lebih senang hati bantu. Kamu bisa tanya pelan-pelan, "Mas/Mbak, boleh minta kamar yang agak di atas nggak? Biar nggak berisik." Kalau memang lagi low season, kemungkinan besar kamu malah bisa di-upgrade ke kamar yang lebih bagus secara cuma-cuma.



Kesimpulannya, memilih kamar hotel itu ada seninya. Jangan cuma terpukau sama foto interior kamarnya yang estetik di Instagram. Perhatikan juga letak dan faktor keamanannya. Lantai dasar mungkin kelihatan simpel, tapi kenyamanan dan ketenangan kamu selama menginap jauh lebih berharga daripada sekadar malas naik lift. Jadi, lain kali kalau check-in, pastikan kamu naik kelas ke lantai yang lebih tinggi, ya! Selamat healing tanpa pusing!