Kenapa Aroma Tubuh Bisa Berubah Setelah Mengonsumsi Makanan Tertentu?
Laila - Friday, 24 July 2026 | 12:41 PM


Aroma tubuh setiap orang bisa berubah dari waktu ke waktu. Salah satu hal yang dapat memengaruhinya adalah makanan yang dikonsumsi. Setelah makan jenis makanan tertentu, aroma keringat atau napas terkadang menjadi lebih kuat atau memiliki bau yang berbeda dari biasanya.
Hal ini terjadi karena makanan mengandung berbagai senyawa kimia yang diproses oleh tubuh selama proses pencernaan dan metabolisme. Sebagian senyawa tersebut dapat masuk ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan melalui keringat, napas, atau urine. Proses inilah yang dapat memengaruhi aroma tubuh untuk sementara waktu.
Bawang putih dan bawang bombai merupakan contoh makanan yang cukup dikenal dapat memengaruhi aroma tubuh. Keduanya mengandung senyawa sulfur yang menghasilkan aroma khas. Setelah dicerna, sebagian senyawa tersebut dapat dikeluarkan melalui napas dan keringat sehingga aroma tubuh menjadi lebih kuat.
Makanan yang mengandung banyak rempah-rempah juga dapat memberikan pengaruh serupa. Rempah seperti kari dan beberapa jenis bumbu memiliki senyawa aromatik yang dapat terbawa dalam keringat. Akibatnya, aroma khas dari makanan tersebut terkadang dapat tercium pada tubuh setelah dikonsumsi.
Selain itu, beberapa jenis sayuran seperti brokoli, kubis, dan kembang kol juga mengandung senyawa sulfur. Ketika senyawa tersebut diproses oleh tubuh, sebagian dapat menghasilkan aroma tertentu yang keluar melalui keringat atau gas tubuh.
Konsumsi daging dalam jumlah banyak juga dapat memengaruhi aroma tubuh pada sebagian orang. Proses pencernaan protein menghasilkan berbagai senyawa metabolisme yang dapat berkontribusi terhadap perubahan aroma, meskipun pengaruhnya dapat berbeda pada setiap individu.
Tidak hanya makanan, jumlah cairan yang dikonsumsi juga dapat berpengaruh. Ketika tubuh kekurangan cairan, keringat dan urine menjadi lebih pekat sehingga aromanya dapat terasa lebih kuat. Karena itu, menjaga asupan air yang cukup dapat membantu mendukung keseimbangan cairan tubuh.
Namun, perubahan aroma tubuh tidak selalu disebabkan oleh makanan. Kebersihan tubuh, aktivitas fisik, perubahan hormon, kondisi kulit, obat-obatan, hingga masalah kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi aroma tubuh.
Jika aroma tubuh berubah secara tiba-tiba, sangat kuat, atau berlangsung terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, kondisi tersebut sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai akibat makanan. Terlebih jika perubahan tersebut disertai keluhan lain, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebabnya.
Dengan demikian, makanan yang dikonsumsi memang dapat memengaruhi aroma tubuh karena senyawa tertentu dari makanan dapat diproses dan dikeluarkan melalui berbagai jalur. Biasanya, perubahan tersebut bersifat sementara dan akan berkurang setelah tubuh selesai memetabolisme senyawa yang bersangkutan.
Next News

Kupu-Kupu, Si Cantik Bersayap yang Diam-Diam Menjaga Ketahanan Pangan Manusia
4 hours ago

Mengenal Penyu, Penjelajah Samudra yang Terancam Punah dan Perlu Dilestarikan
5 hours ago

Mengenal Gajah, Mamalia Darat Terbesar yang Cerdas dan Berperan Penting bagi Ekosistem
5 hours ago

Daun Mint, Tanaman Herbal yang Menyegarkan dan Kaya Manfaat bagi Kesehatan
5 hours ago

Daun Pandan, Tanaman Aromatik dengan Segudang Manfaat untuk Masakan dan Kesehatan
5 hours ago

Menu Masak Praktis ala Anak Kos, Hemat, Bergizi, dan Mudah Dibuat
5 hours ago

Jangan Anggap Sepele, Dehidrasi Bisa Ganggu Kesehatan dan Aktivitas Sehari-hari
5 hours ago

Makan Terlalu Cepat Bisa Membahayakan Kesehatan, Ini Dampaknya bagi Tubuh
5 hours ago

Seni Menemukan Rumah di Tengah Hustle Culture: Pentingnya Quality Time Bersama Keluarga
5 hours ago

7 Agustus 1945: Pembentukan PPKI, Langkah Penting Menuju Kemerdekaan Indonesia
20 hours ago





