Kenapa Ada Orang Mudah Gemuk dan Ada yang Tidak? Ini Penjelasannya.
RAU - Monday, 23 March 2026 | 07:18 AM


Pernah merasa makan tidak banyak, tapi berat badan cepat naik? Sementara di sisi lain, ada orang yang makan apa saja tapi tetap terlihat kurus?
Hal ini sering dianggap tidak adil.
Tapi secara ilmiah, tubuh manusia memang bekerja dengan cara yang berbeda-beda.
Salah satu faktor utama adalah metabolisme, khususnya yang disebut *Basal Metabolic Rate (BMR)—yaitu jumlah energi yang dibakar tubuh saat istirahat.*
Orang dengan BMR tinggi akan membakar lebih banyak kalori, bahkan saat tidak melakukan aktivitas. Sebaliknya, mereka dengan metabolisme lebih lambat cenderung menyimpan energi sebagai lemak.
Namun, metabolisme bukan satu-satunya faktor.
*Faktor genetik juga berperan besar.* Penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang memiliki variasi gen yang memengaruhi cara tubuh menyimpan lemak dan mengatur rasa lapar. Salah satu gen yang sering dikaitkan adalah FTO gene, yang berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas.
Selain itu, *hormon juga ikut menentukan.*
Hormon seperti:
•Insulin : mengatur kadar gula darah dan penyimpanan lemak
•Leptin : memberi sinyal kenyang ke otak
•Ghrelin : memicu rasa lapar.
Ketidakseimbangan hormon ini bisa membuat seseorang lebih mudah merasa lapar atau sulit merasa kenyang.
Menurut Harvard Medical School, *kurang tidur juga berpengaruh besar terhadap berat badan.* Saat tubuh kurang istirahat, hormon ghrelin meningkat (lapar naik), sementara leptin menurun (kenyang berkurang).
Akibatnya, keinginan makan—terutama makanan tinggi kalori—meningkat.
*Juga dipengaruhi faktor gaya hidup*:
•Kurang aktivitas fisik
•Stres berkepanjangan
•Pola makan tinggi gula dan lemak
•Kebiasaan makan tidak teratur
Semua ini bisa mempercepat penambahan berat badan.
Menariknya, ada juga kondisi yang sering tidak disadari, yaitu "skinny fat"—di mana seseorang terlihat kurus, tapi memiliki persentase lemak tubuh yang tinggi dan massa otot yang rendah.
Ini tetap berisiko bagi kesehatan, meskipun tidak tampak dari luar.
Jadi, apakah berat badan sepenuhnya di luar kendali?
Tidak juga.
Meskipun faktor genetik dan hormon berperan, pola hidup tetap menjadi kunci utama yang bisa dikendalikan. Pola makan seimbang, tidur cukup, dan aktivitas fisik teratur tetap menjadi fondasi penting untuk menjaga berat badan ideal.
Karena pada akhirnya, tubuh bukan sekadar soal "makan banyak atau sedikit"—melainkan bagaimana ia mengelola energi yang masuk.
Next News

Sayur Direbus, Dikukus, atau Ditumis: Mana yang Paling Sehat?
12 hours ago

Benarkah Tempe Bisa Menggantikan Protein dari Daging?
12 hours ago

Tahu vs Tempe, Mana yang Lebih Bergizi?
14 hours ago

Tanda Skin Barrier Rusak yang Sering Disalahartikan sebagai Kulit Kusam
14 hours ago

Sunscreen adalah Skincare Anti-Aging Terbaik.Ini Alasannya
14 hours ago

Dulu dari Batu, Kini Super Empuk: Sejarah Bantal yang Jarang Diketahui
14 hours ago

Kunci Punya Nyawa? Simak Alasan Benda Kecil Ini Suka Sembunyi
2 hours ago

Posisi Tidur dan Dampaknya pada Kesehatan Tubuh
14 hours ago

Kolagen: Lebih Efektif yang Diminum atau Dioles?
14 hours ago

Kenapa Umur 35 Kelihatan Lebih Muda dari Umur 20? Ini Alasannya
2 hours ago





