Rabu, 14 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenali Tanda-Tanda Gempa dan Langkah Aman Saat Guncangan Terjadi

Liaa - Sunday, 30 August 2026 | 06:25 AM

Background
Kenali Tanda-Tanda Gempa dan Langkah Aman Saat Guncangan Terjadi

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Dalam hitungan detik, kondisi yang sebelumnya tenang dapat berubah ketika tanah mulai berguncang.

Karena gempa belum dapat diprediksi secara akurat berdasarkan hari, jam, lokasi, dan kekuatannya, kesiapsiagaan menjadi salah satu perlindungan terbaik. Mengetahui apa yang harus dilakukan saat guncangan terjadi dapat membantu kita bertindak lebih tenang dan mengurangi risiko.

Apakah Gempa Memiliki Tanda-Tanda?

Hal penting yang perlu dipahami adalah belum ada tanda alam yang terbukti dapat digunakan untuk memprediksi gempa secara tepat.

Beberapa orang mungkin mengaitkan perilaku hewan, perubahan cuaca, atau kondisi tertentu dengan gempa. Namun, tanda-tanda tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk memastikan bahwa gempa akan terjadi.

Karena itu, jangan menunggu munculnya "tanda" tertentu sebelum bersiap. Kesiapsiagaan sebaiknya dilakukan sejak sebelum bencana terjadi.



Kenali Kondisi Lingkungan Sebelum Gempa

Salah satu cara terbaik menghadapi gempa adalah mengenali lingkungan sekitar.

Perhatikan lokasi yang berpotensi membahayakan ketika terjadi guncangan, seperti lemari tinggi, kaca, benda berat yang diletakkan di tempat tinggi, serta barang yang mudah jatuh.

Di rumah maupun sekolah, penting mengetahui lokasi pintu keluar, tangga, tempat berkumpul, dan area yang relatif aman.

Pastikan juga jalur evakuasi tidak terhalang barang.

Saat Gempa Terjadi, Jangan Langsung Panik

Ketika merasakan guncangan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah berusaha tetap tenang.



Jika berada di dalam ruangan, lakukan prinsip Drop, Cover, and Hold On:

  • Drop: segera merunduk atau turun ke posisi yang lebih rendah.
  • Cover: berlindung di bawah meja atau perabot yang kokoh dan lindungi kepala serta leher.
  • Hold On: pegang tempat berlindung tersebut sampai guncangan berhenti.

Jauhi jendela, kaca, lemari, rak, dan benda yang berpotensi jatuh.

Jangan Terburu-buru Menggunakan Lift

Jika sedang berada di gedung bertingkat, hindari menggunakan lift ketika gempa berlangsung.

Tetap berlindung sampai guncangan berhenti dan ikuti petunjuk evakuasi dari pengelola gedung. Setelah kondisi memungkinkan, gunakan jalur evakuasi atau tangga sesuai prosedur keselamatan.

Jika Berada di Luar Ruangan

Ketika gempa terjadi saat berada di luar, segera cari area terbuka yang jauh dari bangunan, tiang listrik, papan reklame, pohon besar, dan benda lain yang berpotensi roboh.



Lindungi kepala dan tetap waspada terhadap benda yang mungkin jatuh.

Jangan berdiri terlalu dekat dengan dinding atau bagian luar bangunan karena material dapat jatuh meskipun bangunan terlihat masih berdiri.

Jika Sedang Berada di Dalam Kendaraan

Jika sedang berada di dalam kendaraan, pengemudi sebaiknya mengurangi kecepatan dan berhenti di tempat yang aman.

Hindari berhenti di bawah jembatan, dekat tiang listrik, pohon besar, papan reklame, atau struktur lain yang berpotensi roboh.

Setelah berhenti, tetap berada di dalam kendaraan sampai kondisi memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.



Setelah Guncangan Berhenti

Gempa utama dapat diikuti oleh gempa susulan. Karena itu, jangan langsung menganggap keadaan sudah sepenuhnya aman setelah guncangan pertama berhenti.

Periksa kondisi sekitar dan waspadai kerusakan bangunan, kebocoran gas, kabel listrik yang rusak, atau bahaya lainnya.

Jika bangunan mengalami kerusakan, hindari masuk kembali sebelum dinyatakan aman oleh pihak yang berwenang.

Jika Berada di Wilayah Pantai

Bagi masyarakat yang berada di dekat pantai, gempa kuat dan berlangsung cukup lama perlu menjadi perhatian khusus karena dapat berpotensi memicu tsunami.

Jika merasakan gempa kuat atau berlangsung lama di wilayah pesisir, segera menjauh dari pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi atau mengikuti jalur evakuasi tsunami yang telah ditetapkan.



Jangan menunggu sampai melihat air laut surut atau menunggu informasi dari orang lain jika kondisi sudah menunjukkan risiko tsunami.

Siapkan Tas Darurat

Kesiapsiagaan juga dapat dilakukan dengan menyiapkan perlengkapan darurat yang mudah dibawa.

Isinya dapat berupa air minum, makanan yang tahan disimpan, obat-obatan pribadi, senter, baterai, peluit, masker, salinan dokumen penting, serta alat komunikasi.

Untuk keluarga, penting pula menyepakati titik kumpul dan cara berkomunikasi jika anggota keluarga terpisah saat bencana.

Jangan Mudah Percaya Informasi yang Belum Terbukti

Saat terjadi gempa, informasi palsu dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial dan grup percakapan.



Hindari menyebarkan informasi mengenai "gempa susulan besar akan terjadi pada jam tertentu" jika tidak berasal dari sumber resmi. Ikuti informasi dari lembaga berwenang seperti BMKG dan BNPB serta pemerintah daerah setempat.


Gempa bumi tidak memiliki tanda pasti yang bisa digunakan untuk menentukan kapan gempa akan terjadi. Karena itu, langkah paling penting bukan menunggu tanda, melainkan mempersiapkan diri sejak sekarang.

Saat guncangan terjadi, tetap tenang, lindungi kepala dan tubuh, berlindung di tempat yang aman, serta hindari benda yang berpotensi jatuh. Setelah guncangan berhenti, tetap waspada terhadap gempa susulan dan ikuti informasi resmi.

Siap sebelum gempa terjadi jauh lebih baik daripada baru mencari tahu apa yang harus dilakukan ketika guncangan sudah berlangsung.

Tags