Tips Menjaga Stamina agar Tetap Aktif Selama Menjalani Puasa
Laila - Sunday, 25 October 2026 | 12:27 PM


Menjalani puasa membuat tubuh mengalami perubahan pola makan dan minum selama beberapa jam. Kondisi tersebut mengharuskan tubuh menyesuaikan penggunaan energi agar aktivitas sehari-hari tetap dapat dilakukan. Tidak sedikit orang yang merasa lemas, mengantuk, atau kurang bersemangat ketika berpuasa, terutama jika memiliki banyak pekerjaan atau kurang memperhatikan waktu istirahat.
Meski demikian, stamina tetap dapat dijaga dengan menerapkan kebiasaan sehat selama bulan puasa. Salah satu langkah yang penting adalah tidak melewatkan sahur. Waktu makan ini memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memperoleh energi dan zat gizi sebelum menjalani aktivitas sepanjang hari.
Menu sahur sebaiknya terdiri atas makanan bergizi seimbang, seperti nasi, kentang, oatmeal, telur, ikan, tahu, tempe, sayuran, dan buah-buahan. Karbohidrat menjadi sumber energi utama, sedangkan protein membantu memelihara jaringan tubuh. Kandungan serat dari sayuran, buah, dan biji-bijian juga membantu memperlambat proses pencernaan sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama pada sebagian orang.
Selain memilih makanan yang tepat, kebutuhan cairan juga harus diperhatikan. Tubuh memerlukan air untuk membantu mengatur suhu, mendukung proses metabolisme, dan menjaga fungsi organ. Kekurangan cairan dapat menyebabkan rasa haus, sakit kepala, serta menurunnya konsentrasi. Untuk menghindarinya, minumlah air putih secara bertahap sejak berbuka hingga sahur, bukan sekaligus dalam jumlah berlebihan.
Saat berbuka, hindari kebiasaan makan terlalu banyak dalam waktu singkat. Mulailah dengan minum air putih dan mengonsumsi makanan secukupnya, kemudian lanjutkan dengan hidangan utama yang mengandung karbohidrat, protein, sayuran, dan buah. Pola makan yang seimbang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanpa membuat perut terasa terlalu penuh.
Pengaturan aktivitas harian juga dapat membantu menjaga stamina. Pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi atau tenaga lebih besar bisa dilakukan pada waktu ketika tubuh terasa lebih bugar. Sementara itu, aktivitas yang tidak mendesak dapat disesuaikan agar tubuh memiliki kesempatan untuk beristirahat. Jika merasa lelah, luangkan waktu sejenak untuk duduk santai atau melakukan peregangan ringan.
Olahraga tetap dapat dilakukan selama puasa selama intensitasnya disesuaikan dengan kondisi tubuh. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki, yoga ringan, dan peregangan dapat membantu mempertahankan kebugaran. Waktu olahraga bisa dipilih menjelang berbuka atau setelah berbuka ketika tubuh sudah memperoleh cairan dan makanan. Sebaiknya hindari latihan berat apabila tubuh terasa lemah atau kondisi lingkungan sangat panas.
Kualitas tidur juga memiliki peran besar dalam menjaga energi. Perubahan jadwal makan dan kegiatan ibadah terkadang membuat waktu tidur malam berkurang. Padahal, kurang tidur dapat menyebabkan rasa kantuk, sulit berkonsentrasi, dan tubuh lebih cepat lelah. Karena itu, usahakan menjaga jadwal tidur yang teratur dan menghindari begadang jika tidak diperlukan. Istirahat singkat pada siang hari juga bisa membantu mengurangi rasa kantuk apabila waktu memungkinkan.
Konsumsi makanan dan minuman juga perlu diperhatikan. Makanan yang terlalu tinggi gula dapat memberikan energi dengan cepat, tetapi tidak selalu membuat tubuh kenyang lebih lama. Sementara itu, makanan yang terlalu berlemak atau dikonsumsi dalam porsi berlebihan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman setelah makan. Pilihlah makanan dengan kandungan gizi beragam dan batasi konsumsi minuman manis secara berlebihan.
Hal yang tidak kalah penting adalah mengenali sinyal tubuh. Rasa lelah ringan mungkin dapat diatasi dengan beristirahat, tetapi pusing berat, hampir pingsan, kebingungan, atau tanda dehidrasi serius tidak boleh diabaikan. Segera cari pertolongan medis jika muncul gejala yang mengkhawatirkan. Bagi orang yang memiliki penyakit tertentu atau rutin mengonsumsi obat, konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan untuk menentukan cara berpuasa yang aman.
Menjaga stamina selama puasa tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Memenuhi kebutuhan nutrisi, minum air yang cukup pada waktu yang diperbolehkan, berolahraga sesuai kemampuan, dan menjaga waktu tidur merupakan langkah sederhana yang dapat diterapkan setiap hari. Dengan pengaturan yang tepat, tubuh dapat menjalani perubahan rutinitas selama puasa dengan lebih nyaman dan tetap aktif menjalankan kegiatan sehari-hari.
Next News

Mengapa Habis Berenang atau Main Air Kita Jadi Mudah Lapar?
in 6 hours

Rahasia Tekstur Kenyal Boba, Ternyata Berasal dari Bahan Sederhana
in 6 hours

Berasal dari Taiwan, Ini Sejarah Munculnya Minuman Boba yang Mendunia
in 6 hours

Boba Terbuat dari Apa? Mengenal Bahan Dasar Bola Kenyal dalam Minuman Favorit
in 6 hours

Manfaat Naik Turun Tangga sebagai Aktivitas Fisik Sehari-hari
in 6 hours

Jalan Kaki Setiap Hari, Kebiasaan Sederhana dengan Banyak Manfaat
in 6 hours

Bukan Sekadar Menahan Lapar, Ini Berbagai Manfaat Puasa bagi Tubuh
in 5 hours

Kebiasaan Tidur dengan Lampu Menyala dan Pengaruhnya terhadap Istirahat
in 5 hours

Bekerja di Bawah Tekanan, Begini Cara Tubuh Merespons Stres
in 5 hours

Kebiasaan Membayangkan Percakapan Sebelum Bertemu Orang Bisa Berkaitan dengan Kecemasan
in 5 hours





