Kenali Alergi Rhinitis Penyebab dan Cara Mengatasinya
RAU - Sunday, 19 April 2026 | 09:34 AM


Banyak orang mengira bersin terus-menerus dan hidung berair adalah tanda masuk angin atau flu.
Padahal, gejala tersebut juga bisa menjadi tanda alergi rhinitis, atau yang sering dikenal sebagai hay fever.
*Alergi rhinitis adalah kondisi ketika lapisan dalam hidung mengalami peradangan akibat reaksi sistem imun terhadap zat pemicu alergi atau alergen*
Zat pemicu ini sebenarnya tidak berbahaya, tetapi tubuh menganggapnya sebagai ancaman sehingga memicu *pelepasan histamin*.
Histamin inilah yang kemudian menyebabkan gejala khas seperti:
•bersin berulang
•hidung gatal
•hidung tersumbat
•pilek cair bening
•mata merah dan berair
•tenggorokan terasa gatal
•lendir mengalir ke belakang tenggorokan (post nasal drip)
Kondisi seperti ini bisa terjadi secara musiman maupun sepanjang tahun.
_Rhinitis musiman biasanya dipicu oleh serbuk sari bunga atau rumput, sedangkan rhinitis sepanjang tahun sering disebabkan oleh debu rumah, tungau kasur, jamur, atau bulu hewan peliharaan._
*Apa Pemicunya?*
Di Indonesia, pemicu yang paling sering adalah:
•debu rumah
•tungau pada bantal dan kasur
•AC yang jarang dibersihkan
•bulu kucing atau anjing
•asap rokok
•parfum atau aroma menyengat
Tak jarang gejalanya lebih terasa saat pagi hari setelah bangun tidur.
Hal ini karena paparan tungau debu dari kasur, bantal, dan selimut terjadi selama tidur.
Jika berlangsung terus-menerus, alergi rhinitis bisa memengaruhi kualitas hidup.
Penderita sering mengalami gangguan tidur, sulit fokus, sakit kepala ringan, hingga mudah lelah di siang hari.
Pada beberapa kasus, kondisi ini juga berkaitan dengan asma dan sinusitis.
*Bagaimana Mengatasinya?*
Untuk mengatasinya, langkah pertama adalah menghindari pemicu alergi.
Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
•rutin mengganti seprai dan sarung bantal
•membersihkan debu secara berkala
•menggunakan air purifier
•menghindari asap rokok
•menjaga kebersihan AC dan kipas
Jika gejala cukup mengganggu, dokter biasanya akan menyarankan obat seperti antihistamin atau semprotan hidung kortikosteroid yang menjadi terapi utama pada rhinitis alergi.
Namun, bila gejala tidak membaik atau sering kambuh, sebaiknya periksa ke dokter THT atau dokter alergi untuk evaluasi lebih lanjut.
*Pendapat Ahli*
Menurut ulasan medis dari NCBI StatPearls, rhinitis alergi merupakan salah satu kondisi alergi yang paling umum terjadi dan memengaruhi sekitar 1 dari 6 orang. Terapi utama yang direkomendasikan adalah semprotan kortikosteroid intranasal, disertai penghindaran alergen.
Next News

Kenapa Saat Makan Terlalu Cepat Bisa Tiba-Tiba Cegukan? Ini Penjelasannya
in 7 hours

Penderita Asam Urat Bolehkah Makan Telur Asin? Ini Penjelasannya
in 7 hours

Asal Bau pada Baju Itu dari Mana? Fakta tentang Ketiak dan Lipatan Tubuh
in 7 hours

Kenapa Seseorang Bisa Terkena Bell's Palsy? Ini Penjelasan Lengkap tentang Penyakitnya
in 7 hours

Kenapa baju hitam bisa membuat badan menjadi kurus Apakah itu mitos ada fakta?
in 6 hours

Kelelawar atau Keluang? Pahami Perbedaannya Agar Tak Keliru
6 hours ago

Kenapa Sih Udang yang Enak Itu Bisa Bikin Kulit Kita Ngamuk?
6 hours ago

Bercak Merah di Muka Habis Skincare-an? Ini Tandanya Kulit Stres
6 hours ago

Paprika Merah, Hijau, dan Kuning Apa Perbedaannya?
6 hours ago

Ragam Manfaat Telur Puyuh untuk Kesehatan Tubuh
7 hours ago





