Kamis, 23 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Fakta dan Mitos tentang Golongan Darah

RAU - Thursday, 23 April 2026 | 07:31 AM

Background
Fakta dan Mitos tentang Golongan Darah

Golongan darah adalah salah satu identitas biologis paling penting dalam tubuh manusia.

Selain untuk donor darah dan transfusi, golongan darah juga sering dikaitkan dengan banyak hal, mulai dari kepribadian hingga risiko penyakit.

Namun, tidak semua yang beredar itu fakta.

Ada beberapa mitos yang masih sangat dipercaya hingga sekarang.

Fakta 1: Golongan Darah Ditentukan oleh Antigen



Secara ilmiah, golongan darah ditentukan oleh antigen di permukaan sel darah merah.

Dalam sistem ABO:

A → memiliki antigen A

B → memiliki antigen B

AB → memiliki keduanya



O → tidak memiliki antigen A maupun B.

Selain itu, ada juga faktor Rhesus (Rh) yang menentukan apakah seseorang Rh positif atau negatif.

Fakta 2: Golongan O Negatif Disebut Donor Universal

Ini salah satu fakta yang paling terkenal.

Pemilik golongan darah O negatif bisa mendonorkan darahnya ke hampir semua golongan darah dalam kondisi darurat.



Karena itulah stok O negatif sering sangat dibutuhkan di rumah sakit.

Sebaliknya, golongan AB positif dikenal sebagai penerima universal.

Fakta 3: Ada Kaitan dengan Risiko Penyakit, tapi Bukan Penentu Mutlak

Beberapa penelitian menunjukkan ada hubungan antara golongan darah tertentu dan risiko beberapa penyakit.

Misalnya, beberapa sumber medis menyebut golongan darah A dapat memiliki risiko sedikit lebih tinggi terhadap penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.



Namun ini bukan berarti pasti terkena.

Faktor lain ada yang jauh lebih berpengaruh seperti:

•pola makan

•gaya hidup

•keturunan



•usia

Mitos 1: Golongan Darah Menentukan Kepribadian

Ini salah satu mitos yang sangat populer.

Misalnya:

•A dianggap perfeksionis



•B dianggap santai

•O dianggap pemimpin

•AB dianggap unik

Secara ilmiah, belum ada bukti kuat bahwa golongan darah menentukan sifat atau kecerdasan seseorang.

Kepribadian lebih dipengaruhi oleh faktor genetik kompleks, pola asuh, dan lingkungan.



Jadi ini lebih masuk ke budaya populer daripada sains.

Mitos 2: Diet Harus Disesuaikan dengan Golongan Darah

Diet berdasarkan golongan darah masih sering dipercaya.

Contohnya, ada yang bilang pemilik golongan O harus banyak makan daging, sementara A lebih cocok vegetarian.

Sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukung diet berdasarkan golongan darah.



Yang lebih penting tetap:

  • kalori seimbang
  • protein cukup
  • sayur dan buah
  • gula dan lemak terkontrol

Mitos 3: Golongan Darah Bisa Berubah

Banyak orang mengira golongan darah bisa berubah karena usia atau makanan.

Faktanya, golongan darah normalnya tetap seumur hidup.

Perubahan sangat jarang dan biasanya hanya terjadi pada kondisi medis tertentu seperti transplantasi sumsum tulang.