Kebiasaan yang Membuat Rambut Cepat Berminyak
Laila - Tuesday, 07 July 2026 | 11:30 AM


Dilema Rambut Lepek: Kenapa Baru Keramas Pagi, Sore Sudah Jadi Ladang Minyak?
Pernah nggak sih kalian merasa sudah melakukan segalanya dengan benar? Bangun pagi, mandi, keramas pakai sampo yang harganya lumayan menguras kantong, lalu mengeringkan rambut dengan penuh perasaan. Harapannya satu: rambut terlihat badai, bervolume, dan berkilau seperti iklan sampo di televisi. Tapi realitanya, baru lewat jam makan siang, rambut sudah mulai kehilangan semangat hidupnya. Pas ngaca di toilet kantor atau kampus, jidat rasanya mengkilap dan helaian rambut menempel satu sama lain seolah-olah habis dipakai buat goreng mendoan. Sedih, kan?
Fenomena rambut cepat berminyak atau yang akrab kita sebut sebagai "lepek" memang musuh bebuyutan kaum urban. Banyak yang mengira kalau ini murni faktor genetik atau karena cuaca Indonesia yang emang lagi panas-panasnya mirip simulasi neraka. Padahal, sering kali biang keroknya adalah kebiasaan-kebiasaan sepele yang kita lakukan sehari-hari tanpa dosa. Kita merasa sudah merawat rambut, padahal malah sedang menyiksanya pelan-pelan. Mari kita bedah satu per satu kebiasaan apa saja yang bikin rambut kita jadi kilang minyak berjalan.
Terlalu Sering Menyentuh Rambut
Hayo ngaku, siapa yang tangannya nggak bisa diam kalau lagi ngobrol atau lagi bengong nungguin ojek online? Memutar-mutar ujung rambut, menyisir pakai jari, atau sekadar membenarkan poni setiap lima menit sekali adalah hobi banyak orang. Secara psikologis, ini mungkin bikin tenang, tapi buat kesehatan rambut, ini adalah bencana. Tangan kita itu gudangnya kotoran dan minyak alami dari kulit telapak tangan. Setiap kali jemari kamu menelusuri helaian rambut, kamu sebenarnya sedang mentransfer minyak dan kotoran tersebut ke rambutmu. Hasilnya? Rambut jadi lebih berat dan cepat kotor. Jadi, mulai sekarang, kurangi "skincare-an" rambut pakai tangan kosong kalau nggak mau lepek sebelum waktunya.
Over-washing: Obsesi Terlalu Bersih yang Malah Bumerang
Logikanya gini: kalau rambut berminyak, ya harus sering dicuci dong? Sayangnya, logika ini nggak sepenuhnya benar di dunia dermatologi. Kulit kepala kita itu pintar, tapi dia juga sensitif. Ketika kita keramas setiap hari—atau bahkan dua kali sehari karena merasa gerah banget—kita sebenarnya sedang melucuti minyak alami (sebum) yang dibutuhkan kulit kepala untuk tetap lembap. Nah, saat kulit kepala merasa kering kerontang karena keseringan dicuci, dia bakal kirim sinyal darurat ke kelenjar minyak: "Woi, ini kering banget! Produksi minyak lebih banyak lagi, cepetan!" Akhirnya, produksi minyak malah jadi over-the-top. Inilah alasan kenapa makin sering kamu keramas, makin cepat rambutmu terasa berminyak di hari berikutnya.
Salah Pakai Kondisioner (Dosa Besar yang Sering Diabaikan)
Kondisioner itu kunci buat rambut lembut, tapi kalau cara pakainya ngawur, ya wassalam. Banyak orang yang pakai kondisioner dari akar sampai ujung rambut. Duh, Big No! Kulit kepala kita sudah punya minyak alami sendiri, dia nggak butuh nutrisi tambahan dari kondisioner. Bagian rambut yang butuh kelembapan ekstra itu adalah bagian tengah sampai ujung yang biasanya lebih kering dan mudah bercabang. Kalau kamu oleskan kondisioner sampai ke kulit kepala, jangan kaget kalau dalam hitungan jam rambutmu bakal terasa berat dan kayak nggak dicuci seminggu. Cukup aplikasikan dari telinga ke bawah, diamkan sebentar, lalu bilas sampai benar-benar bersih.
Sisir yang Jarang Dicuci dan Sarung Bantal yang Usang
Pernah perhatikan sisir yang kamu pakai setiap hari? Ada sisa-sisa rambut, debu, dan mungkin sisa produk styling yang menempel di sana. Pakai sisir kotor itu sama saja dengan menyebarkan minyak lama ke rambut yang baru saja dicuci bersih. Begitu juga dengan sarung bantal. Kita tidur di atasnya selama 6 sampai 8 jam setiap malam. Keringat, minyak wajah, dan sisa skincare malam kita semua nempel di sana. Kalau sarung bantal nggak diganti secara rutin (minimal seminggu sekali lah ya), kotoran itu bakal berpindah ke rambutmu tiap kali kamu guling-guling. Jangan malas buat mencuci peralatan tempur kecantikanmu kalau mau rambut tetap fresh.
Kebanyakan Pakai Produk Styling (dan Jarang Deep Cleansing)
Dry shampoo memang penolong di saat darurat, tapi kalau dipakai tiap hari tanpa keramas yang benar, dia bakal numpuk. Belum lagi hair spray, serum, atau vitamin rambut yang teksturnya lengket. Penumpukan produk (product buildup) di kulit kepala ini bikin pori-pori tersumbat dan memicu produksi minyak berlebih. Sesekali, cobalah pakai teknik double cleansing buat rambut atau pakai clarifying shampoo dua minggu sekali untuk mengangkat semua sisa residu kimia yang nempel di kulit kepala. Anggap saja ini sesi detoks buat mahkota kepalamu.
Faktor "Dari Dalam": Stres dan Gorengan
Kadang masalahnya bukan di sampo atau sisir, tapi di apa yang kita konsumsi dan gimana perasaan kita. Stres yang tinggi memicu hormon kortisol, dan hormon ini punya hubungan erat dengan kelenjar sebum. Makin stres kamu gara-gara deadline atau urusan percintaan yang ruwet, makin produktif pula kelenjar minyakmu. Ditambah lagi kalau pelariannya adalah makan gorengan atau makanan berminyak secara berlebihan. Memang belum ada studi yang bilang makan gorengan langsung bikin rambut berminyak dalam sekejap, tapi diet yang nggak sehat secara keseluruhan bakal memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk kesehatan kulit dan rambut. Jadi, cobalah lebih banyak minum air putih dan makan sayur, meskipun godaan seblak dan ayam geprek itu memang berat banget.
Pada akhirnya, rambut berminyak itu bukan akhir dari dunia. Itu cuma cara tubuh kita memberi tahu kalau ada sesuatu yang kurang seimbang. Nggak perlu ganti semua produk rambut dalam semalam. Coba ubah kebiasaan kecil dulu: berhenti pegang-pegang rambut, jangan terlalu sering keramas, dan pakai kondisioner di tempat yang benar. Kalau kebiasaan ini sudah konsisten dilakukan tapi rambut masih tetap lepek luar biasa, mungkin memang saatnya konsultasi ke dokter atau ahli trichology. Tapi untuk sekarang, yuk taruh sisir kotor itu dan cuci sarung bantalmu sekarang juga!
Next News

Tokoh Sejarah yang Pengaruhnya Masih Terasa hingga Sekarang
in 6 hours

Teknologi yang Terinspirasi dari Cara Kerja Alam
in 6 hours

Cara Vaksin Membantu Sistem Kekebalan Tubuh
in 6 hours

Mengapa Kota Membutuhkan Lebih Banyak Ruang Hijau?
in 6 hours

Menghabiskan Waktu Sendiri Tanpa Merasa Kesepian
in 6 hours

Hobi yang Bisa Berubah Menjadi Sumber Penghasilan Tambahan
in 6 hours

Mitos Diet yang Masih Banyak Dipercaya hingga Sekarang
in 6 hours

Cara Melatih Kemampuan Bahasa Asing dari Rumah
in 6 hours

Cara Menjawab Pertanyaan Sulit Saat Wawancara Kerja
in 5 hours

Kesalahan dalam CV yang Bisa Membuat Lamaran Kerja Terlewat
in 5 hours





