Kanker Serviks: Bagaimana Kasusnya di Indonesia?
RAU - Friday, 24 April 2026 | 02:00 PM


Apa Itu Kanker Serviks?
Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada leher rahim (serviks), yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina.
Ini termasuk salah satu kanker yang paling sering menyerang perempuan, dan yang paling penting untuk dipahami adalah:
sebagian besar kasus sebenarnya dapat dicegah.
Apa Penyebab Utamanya?
Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi HPV (Human Papillomavirus).
HPV adalah virus yang dapat menular melalui kontak seksual, termasuk kontak kulit ke kulit di area genital.
Menurut data WHO Indonesia dan Kementerian Kesehatan, sekitar 95–99 persen kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV, terutama tipe risiko tinggi seperti HPV 16 dan 18.
Yang perlu dipahami, infeksi HPV tidak langsung menjadi kanker.
Pada banyak orang, virus ini bisa hilang sendiri karena sistem imun.
Namun pada sebagian kasus, infeksi menetap selama bertahun-tahun dan menyebabkan perubahan sel yang perlahan berkembang menjadi kanker.
Proses ini bisa memakan waktu 10–20 tahun.
Faktor Risiko yang Meningkatkan Peluang
Selain HPV, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko:
•merokok
•daya tahan tubuh lemah
•tidak pernah skrining
•aktivitas seksual pada usia sangat muda
•berganti pasangan seksual
•riwayat infeksi menular seksual
Faktor-faktor ini bukan penyebab tunggal, tetapi bisa membuat perubahan sel lebih mudah terjadi.
Gejala yang Sering Tidak Disadari
Pada stadium awal, kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala.
Ini yang membuat penyakit ini berbahaya.
Gejala yang mulai muncul bisa berupa:
•perdarahan di luar menstruasi
•perdarahan setelah berhubungan
•nyeri panggul
•keputihan yang tidak biasa atau berbau
•menstruasi lebih berat dari biasanya
Karena gejalanya sering samar, banyak pasien datang saat stadium sudah lanjut.
Bagaimana Kondisinya di Indonesia?
Ini bagian yang sangat penting.
Di Indonesia, kanker serviks masih menjadi kanker terbanyak kedua pada perempuan setelah kanker payudara.
Setiap tahun diperkirakan ada lebih dari 36 ribu kasus baru.
Yang cukup memprihatinkan:
sekitar 70 persen kasus baru diketahui saat sudah stadium lanjut.
Ini berarti banyak perempuan datang berobat saat penyakit sudah berkembang jauh.
Data Kemenkes juga menunjukkan angka kematian masih tinggi, sekitar 20 ribu kematian per tahun berdasarkan estimasi.
Padahal Bisa Dicegah
Kanker serviks termasuk salah satu kanker yang paling bisa dicegah melalui dua hal utama:
1) Vaksin HPV
Vaksin membantu melindungi dari tipe HPV risiko tinggi.
Program imunisasi HPV nasional di Indonesia sudah diperluas sejak 2023.
2) Skrining rutin
Seperti:
•Pap smear
•IVA test
•HPV DNA test
Deteksi dini sangat penting karena perubahan sel bisa ditemukan sebelum berubah menjadi kanker.
Pada 2025, Kemenkes melaporkan lebih dari 666 ribu perempuan telah diskrining dengan HPV DNA.
Pentingnya bagi kaum perempuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan tentang kanker serviks ini.
Di Indonesia, kasusnya masih tinggi karena banyak yang terdeteksi terlambat.
Padahal dengan vaksin dan skrining rutin, penyakit ini termasuk yang paling bisa dicegah.
Next News

Bahan Alami dalam Balsem Tradisional yang Sudah Lama Dikenal Masyarakat
in 5 hours

Kamper dalam Balsem Memberikan Sensasi Dingin, Ini Cara Kerjanya pada Kulit
in 4 hours

Es Batu Bisa Menempel pada Jari Basah, Ini Proses yang Terjadi
in 4 hours

Jaring Laba-Laba Terlihat Tipis, tetapi Memiliki Struktur yang Menarik
in 4 hours

Kucing Suka Tidur di Kardus dan Tempat Sempit, Ini Alasannya
in 4 hours

Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain Bisa Menguras Kepercayaan Diri
in 4 hours

Kebiasaan Menunda Pekerjaan Bukan Selalu karena Malas, Ini Penjelasannya
in 4 hours

Bertemu Orang Baru Terasa Canggung, Ini Respons Psikologis yang Umum Terjadi
in 4 hours

Motivasi Menurun saat Pekerjaan Menumpuk, Ini Cara Memahami Penyebabnya
in 4 hours

Kepiting Memiliki Insang yang Membantunya Mengambil Oksigen, Ini Cara Kerjanya
an hour ago





