Rabu, 8 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kaktus, Tanaman yang Bisa Bertahan Hidup di Suhu yang Ekstrem dan Sangat Kering. Apa Rahasianya?

RAU - Wednesday, 08 July 2026 | 03:46 AM

Background
Kaktus, Tanaman yang Bisa Bertahan Hidup di Suhu yang Ekstrem dan Sangat Kering. Apa Rahasianya?

Gurun merupakan salah satu lingkungan paling keras di Bumi.

Curah hujan sangat sedikit, suhu siang hari bisa sangat panas, sedangkan malam hari dapat menjadi sangat dingin.

Meski demikian, kaktus justru mampu tumbuh dan berkembang dengan baik di tempat seperti ini.

Rahasianya terletak pada serangkaian adaptasi yang luar biasa.




Batang Menjadi Tempat Menyimpan Air

Tidak seperti kebanyakan tumbuhan, kaktus menyimpan cadangan air di dalam batangnya.

Batang yang tebal dan berdaging mampu menampung air dalam jumlah besar ketika hujan turun.

Cadangan tersebut kemudian digunakan secara perlahan saat musim kering berlangsung.




Daun Berubah Menjadi Duri


Daun yang lebar dapat mempercepat penguapan air.

Karena itu, selama proses evolusi, daun kaktus berubah menjadi duri.

Selain membantu mengurangi kehilangan air, duri juga melindungi kaktus dari hewan yang ingin memakannya.




Akar yang Cepat Menyerap Air

Sebagian besar akar kaktus berada dekat permukaan tanah dan menyebar sangat luas.

Saat hujan turun, akar ini dapat dengan cepat menyerap air sebelum menguap akibat panas matahari.




Memiliki Cara Fotosintesis yang Berbeda

Kaktus menggunakan mekanisme khusus yang disebut Crassulacean Acid Metabolism (CAM).

Berbeda dengan tumbuhan pada umumnya, kaktus membuka stomata pada malam hari untuk menyerap karbon dioksida.

Pada siang hari, stomata tetap tertutup sehingga kehilangan air dapat diminimalkan.

Cara ini membuat kaktus jauh lebih hemat air dibandingkan banyak tumbuhan lainnya.




Tidak Semua Kaktus Hidup di Gurun

Meski identik dengan gurun, tidak semua spesies kaktus hidup di daerah kering.

Beberapa jenis tumbuh di hutan tropis dan hidup menempel pada batang pohon sebagai epifit.

Artinya, keluarga kaktus memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai habitat.



Kemampuan kaktus bertahan di gurun bukan disebabkan oleh "ketahanan alami" semata, melainkan hasil adaptasi yang sangat kompleks.

Batang penyimpan air, duri, akar yang efisien, dan fotosintesis CAM bekerja bersama-sama sehingga kaktus mampu hidup di salah satu lingkungan paling ekstrem di Bumi.