Selasa, 7 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Jangan Asal Pilih, Ternyata Tiap Jenis Pisang Punya Cara Makan dan Olahan yang Berbeda

Nanda - Friday, 03 April 2026 | 12:00 PM

Background
Jangan Asal Pilih, Ternyata Tiap Jenis Pisang Punya Cara Makan dan Olahan yang Berbeda

Pisang termasuk buah yang sangat akrab di meja makan orang Indonesia. Namun, banyak orang belum menyadari bahwa pisang memiliki ragam jenis dengan fungsi yang berbeda. Dalam publikasi pascapanen Kementerian Pertanian, pisang secara umum dibedakan menjadi dua kelompok utama, yaitu pisang meja yang biasa dimakan segar dan pisang olahan yang umumnya lebih enak setelah dimasak atau diproses lebih dulu. Dokumen Kementan juga menyebut Indonesia memiliki keragaman pisang yang sangat besar, dengan jenis yang beredar di pasaran mulai dari ambon, emas, barangan, hingga kepok, nangka, uli, dan tanduk.

Kalau ingin memilih pisang untuk konsumsi sehari-hari, langkah paling mudah adalah membedakan mana yang cocok dimakan langsung dan mana yang lebih pas dijadikan bahan olahan. Pisang meja umumnya punya daging buah yang lebih lembut, manis, dan aromatik. Sementara pisang olahan cenderung lebih padat, bertepung, dan lebih stabil teksturnya saat direbus, digoreng, atau dipanggang. Konsep ini juga sejalan dengan penjelasan USDA tentang plantain, yaitu kelompok pisang yang lebih bertepung dan biasanya dimasak terlebih dahulu sebelum dimakan.

1. Pisang Ambon

Pisang ambon, baik ambon kuning maupun ambon lumut, termasuk jenis pisang meja yang populer. Kementan menjelaskan ambon kuning bercita rasa manis, pulen, dan harum, sedangkan ambon lumut tetap tampak hijau meski matang, tetapi daging buahnya tetap manis dengan aroma kuat. Karena teksturnya lembut, pisang ambon sangat cocok dimakan langsung. Selain itu, pisang ambon juga bisa diolah menjadi sari buah, dodol, sale, jam, dan tepung pisang. Sumber IPB juga menyebut ambon sering dipakai untuk smoothie karena rasa manis dan aromanya khas.

2. Pisang Raja



Pisang raja, termasuk raja bulu atau raja sere, dikenal karena rasanya manis, legit, dan aromanya harum. Dalam pedoman budidaya Kementan, pisang raja disebut bisa dimakan segar, tetapi juga dapat diolah. Karena karakternya tetap kaya rasa setelah diproses, pisang raja cocok untuk pisang bakar, sale pisang, keripik, atau kudapan tradisional. IPB juga mencatat pisang raja kerap digunakan untuk sale dan keripik.

3. Pisang Barangan

Pisang barangan termasuk buah meja yang cukup populer di Indonesia, terutama karena rasanya manis dan aromanya harum. Dari sisi konsumsi, jenis ini paling cocok disantap langsung saat matang. Karena rasanya nyaman di lidah dan teksturnya tidak terlalu padat, pisang barangan juga cocok dijadikan buah potong, isian bekal, atau campuran dessert sederhana.

4. Pisang Mas

Pisang mas dikenal berukuran kecil, kulitnya kuning cerah, dan rasanya sangat manis. IPB menyebut pisang mas cocok dimakan segar, sementara dokumen pascapanen Kementan menambahkan bahwa pisang emas dapat diolah menjadi sari buah, dodol, sale, jam, dan keripik utuh yang digoreng vakum. Karena ukurannya mungil dan rasanya cenderung manis pekat, pisang mas juga cocok dijadikan topping dessert, bahan cake, atau camilan praktis.



5. Pisang Susu

Pisang susu biasanya berukuran kecil dengan rasa manis lembut. IPB mencatat jenis ini cocok disantap langsung sebagai pencuci mulut, tetapi juga bisa diolah menjadi kudapan seperti pisang cokelat aroma. Karena ukuran buahnya kecil dan teksturnya relatif lembut, pisang susu juga cocok untuk camilan anak atau sajian ringan.

6. Pisang Kepok

Kalau membahas pisang untuk olahan, pisang kepok adalah salah satu yang paling sering dipilih. Pedoman budidaya Kementan menyebut pisang kepok umumnya digunakan sebagai makanan olahan seperti direbus atau digoreng. Sementara dokumen pascapanen Kementan menjelaskan kepok sangat cocok dijadikan pisang goreng, kolak, dan keripik. Bahkan, untuk produk keripik, kepok termasuk salah satu jenis yang dinilai paling enak hasil akhirnya. Karena teksturnya padat dan tidak mudah hancur, pisang kepok juga cocok untuk tepung pisang dan bahan campuran kue.

7. Pisang Tanduk



Pisang tanduk termasuk kelompok pisang olahan. Bentuknya besar, kulitnya tebal, dan daging buahnya lebih pas diproses daripada dimakan mentah biasa. Kementan menempatkannya sebagai salah satu jenis pisang olahan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Dalam publikasi pascapanen, pisang tanduk disebut umum dipakai untuk kolak dan juga termasuk jenis yang cocok dijadikan keripik. Karena ukuran buahnya panjang dan dagingnya tebal, pisang tanduk juga sangat cocok untuk pisang bakar atau pisang goreng berukuran besar.

8. Pisang Nangka

Pisang nangka juga termasuk pisang olahan. Pedoman Kementan menyebut kulitnya tetap cenderung hijau meski matang, dengan rasa manis masam dan aroma harum. Dokumen pascapanen menempatkannya sebagai salah satu jenis yang cocok dijadikan keripik, dan juga termasuk bahan yang dapat diolah lebih lanjut menjadi tepung pisang. Karakter ini membuat pisang nangka cocok untuk keripik, pisang goreng, atau bahan baku olahan kering.

9. Pisang Uli

Pisang uli termasuk jenis pisang olahan menurut pedoman Kementan. Dalam publikasi pascapanen, pisang uli disebut cocok untuk pisang bakar bersama kepok dan raja bulu. Teksturnya membuat jenis ini pas untuk olahan tradisional yang membutuhkan rasa manis tetapi tetap padat setelah dipanaskan. Karena itu, pisang uli sering dianggap ideal untuk pisang bakar, pisang rebus, atau campuran kolak tertentu.



Lalu, olahan pisang bisa jadi apa saja?

Kementan mencatat olahan pisang sangat beragam, mulai dari kolak, pisang bakar, keripik, sale, dodol, jam, sari buah, sirup, puree, saus, hingga tepung pisang. Tepung pisang sendiri bisa dimanfaatkan sebagai campuran kue, roti, dan makanan bayi. Untuk keripik, Kementan menyebut beberapa jenis yang paling cocok adalah kepok, tanduk, nangka, dan kapas. Sementara kolak paling umum dibuat dari pisang kepok dan tanduk. Ini menunjukkan bahwa memilih jenis pisang yang tepat sangat menentukan hasil akhir olahan.

Cara mudah memilih pisang sesuai kebutuhan

Kalau ingin pisang untuk dimakan segar, pilih jenis seperti ambon, barangan, mas, susu, atau raja. Kalau tujuannya untuk digoreng, direbus, dibuat kolak, atau keripik, jenis seperti kepok, tanduk, nangka, dan uli biasanya lebih aman dipilih. Untuk smoothie atau dessert segar, ambon dan pisang meja lain cenderung lebih cocok karena aromanya kuat dan teksturnya lembut. Sedangkan untuk produk olahan tahan simpan, tepung pisang dan keripik biasanya lebih sesuai dibuat dari pisang yang berdaging padat.