Rabu, 22 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Ide Jualan Saat Liburan Sekolah

Liaa - Saturday, 04 July 2026 | 03:25 PM

Background
Ide Jualan Saat Liburan Sekolah

Liburan Sekolah: Saatnya Rehat atau Saatnya Cari Cuan? Ini Ide Jualan yang Nggak Bikin Pusing

Mari kita jujur sebentar. Apa hal pertama yang muncul di kepala pas denger kata libur sekolah? Buat sebagian orang, libur itu artinya rebahan seharian, nonton marathon series yang sempat tertunda, atau mungkin sekadar scrolling TikTok sampai jempol kapalan. Tapi, buat sebagian yang lain terutama mereka yang jiwanya nggak bisa diam kalau lihat dompet makin tipis liburan adalah momen emas buat "nambang" cuan. Ya, mumpung waktu luang melimpah dan orang-orang lagi dalam mode konsumtif karena pengen self-reward.

Sebenarnya, jualan pas liburan itu nggak perlu yang muluk-muluk sampai harus sewa ruko di pinggir jalan raya. Modalnya cukup kejelian melihat tren dan sedikit keberanian buat nawarin ke tetangga atau teman nongkrong. Libur sekolah di Indonesia itu biasanya identik sama cuaca panas yang minta ampun dan orang-orang yang pengennya "healing" tapi mager jauh-jauh. Nah, di situlah celah bisnis kita masuk. Kalau kamu lagi bingung mau ngapain daripada cuma bengong di kamar, yuk kita bedah beberapa ide jualan yang ringan tapi potensial banget.

1. Minuman Segar yang "Eye-Catching"

Cuaca Indonesia belakangan ini lagi nggak bercanda. Panasnya bisa bikin ubun-ubun serasa mau meledak. Di tengah kondisi begini, jualan minuman dingin adalah jalan ninja menuju kesuksesan jangka pendek. Tapi ingat, kalau cuma jualan es teh manis plastik biasa, saingannya sudah terlalu banyak. Kamu perlu sedikit sentuhan kreativitas.

Coba deh lirik tren minuman seperti es cokelat celup roti, atau mungkin fruit sando versi minuman yang lagi ramai itu. Gunakan packaging yang lucu atau botol-botol unik. Jangan lupa manfaatkan media sosial buat promosi. Foto estetik di bawah sinar matahari pagi bisa bikin orang yang lihat langsung haus mendadak. Intinya, jual kesegaran sekaligus visual. Anak-anak sekolah yang lagi libur pasti bakal rela ngeluarin uang saku demi konten yang enak diminum sekaligus bagus buat diposting di Instagram Story.

2. Jasa Joki Game atau "Leveling Up"

Ini mungkin kedengarannya sepele buat orang tua kita, tapi buat anak zaman sekarang, peringkat di Mobile Legends atau skin di Valorant itu masalah harga diri. Pas libur sekolah, banyak anak-anak yang punya waktu main lebih banyak tapi skill-nya mentok di situ-situ saja. Di sinilah kamu yang jago main game bisa ambil peran.



Nggak harus jadi joki profesional yang gimana banget, kok. Kamu bisa nawarin jasa mabar atau sekadar bantuin push rank teman-teman di sekitar lingkungan rumah. Bayarannya bisa paket internet, uang jajan, atau bahkan traktiran makan siang. Jangan salah, jasa joki begini perputarannya kencang banget pas musim liburan. Selama jempol masih lincah dan koneksi Wi-Fi stabil, ini adalah bisnis tanpa modal materi yang lumayan menjanjikan.

3. "Thrifting" Lemari Sendiri

Coba cek lemari baju kamu. Pasti ada kan satu atau dua baju yang dibeli karena laper mata tapi nggak pernah dipakai sama sekali? Atau baju-baju yang sudah nggak muat tapi kondisinya masih 90 persen bagus? Daripada cuma numpuk dan jadi sarang debu, mendingan dijadikan uang.

Libur sekolah adalah waktu yang tepat buat bersih-bersih kamar sekaligus garage sale kecil-kecilan. Kamu bisa memulainya dengan memotret baju-baju itu secara niat—pakai pencahayaan yang bagus, lalu upload di fitur "catalog" WhatsApp atau bikin akun Instagram khusus preloved. Tren thrifting ini nggak pernah mati, apalagi buat pelajar yang pengen tampil kece tapi budget-nya terbatas. Jual dengan harga miring, dan lihat betapa cepatnya barang-barang itu berpindah tangan.

4. Camilan Pedas dan "Garing"

Entah kenapa, orang Indonesia itu punya hubungan asmara yang sangat kuat sama makanan pedas. Mau lagi libur atau nggak, camilan macam basreng (bakso goreng), makaroni pedas, atau keripik kaca selalu punya tempat di hati. Pas lagi liburan begini, biasanya orang-orang bakal lebih sering ngumpul bareng teman atau sekadar nonton film di rumah. Dan aktivitas itu nggak bakal lengkap tanpa camilan di sampingnya.

Kamu nggak perlu bikin sendiri dari nol kalau memang nggak bisa masak. Cari supplier besar, beli kiloan, terus kamu repack atau kemas ulang pakai plastik klip yang lebih kecil dan kasih label buatanmu sendiri. Strategi ini jauh lebih hemat tenaga dan risiko gagalnya kecil. Kuncinya cuma satu: bumbunya jangan pelit. Semakin merah dan menantang, biasanya semakin laku keras.



5. Kit Kerajinan Tangan (DIY Kits)

Liburan panjang kadang bikin orang bosan setengah mati. Nah, kamu bisa menjual "kesibukan" dalam bentuk DIY Kits. Misalnya, satu paket bahan buat bikin gelang manik-manik, alat lukis di kanvas kecil, atau bahan buat bikin tie-dye. Banyak orang pengen mencoba hobi baru tapi malas kalau harus beli bahannya satu-satu ke pasar.

Dengan menyediakan paket lengkap beserta instruksi singkatnya, kamu sudah mempermudah hidup mereka. Target pasarnya bukan cuma anak sekolah, tapi juga orang tua yang lagi bingung cari aktivitas biar anaknya nggak main HP terus selama liburan. Ide ini terasa lebih personal dan "berisi", bikin kamu terlihat seperti pengusaha kreatif yang punya visi.

Kesimpulan: Yang Penting Gas Dulu

Banyak dari kita yang terlalu banyak mikir pas mau mulai jualan. Takut nggak laku, takut dibilang aneh sama teman, atau takut ribet. Padahal, liburan sekolah itu cuma sebentar. Kalau kebanyakan mikir, eh tiba-tiba sudah masuk sekolah lagi dan cuannya nggak dapat-dapat.

Hal yang perlu diingat adalah jualan di masa liburan itu bukan cuma soal uang. Ini soal belajar manajemen waktu, komunikasi sama orang lain, dan sedikit merasakan gimana rasanya cari duit sendiri. Jadi, nggak perlu nunggu modal jutaan atau konsep bisnis yang super matang layaknya startup di Jakarta Selatan. Mulai saja dari apa yang ada di depan mata. Kalau es tehmu nggak laku hari ini, ya tinggal diminum sendiri, kan? Nggak ada ruginya. Selamat mencoba dan semoga liburan kali ini dompetmu nggak ikut-ikutan libur!

Tags