Jumat, 25 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Galau Menjelang Tidur, Ini Kebiasaan yang Bisa Membuat Pikiran Semakin Aktif

Liaa - Friday, 25 September 2026 | 01:50 AM

Background
Galau Menjelang Tidur, Ini Kebiasaan yang Bisa Membuat Pikiran Semakin Aktif

Malam hari seharusnya menjadi waktu bagi tubuh untuk beristirahat setelah menjalani berbagai aktivitas. Namun, bagi sebagian orang, suasana yang lebih tenang justru membuat berbagai pikiran bermunculan.

Masalah pekerjaan, hubungan dengan orang lain, rencana untuk esok hari, hingga hal kecil yang terjadi sepanjang hari bisa kembali teringat ketika sudah berada di tempat tidur. Akibatnya, tubuh sudah lelah tetapi pikiran masih terasa sibuk.

Kondisi seperti ini dapat semakin sulit diatasi jika disertai kebiasaan tertentu sebelum tidur.

1. Terlalu Lama Menatap Layar

Kebiasaan membuka media sosial, menonton video, atau membalas pesan hingga mendekati waktu tidur dapat membuat seseorang tetap terjaga.

Selain paparan cahaya dari layar, konten yang dikonsumsi juga dapat membuat otak terus menerima berbagai informasi. Percakapan yang memicu emosi atau berita yang membuat khawatir bahkan bisa terbawa ketika seseorang mencoba tidur.



2. Membawa Urusan Seharian ke Tempat Tidur

Tempat tidur sebaiknya digunakan untuk beristirahat, bukan menjadi tempat untuk terus memikirkan daftar masalah.

Jika setiap malam digunakan untuk mengulang percakapan, memikirkan kesalahan, atau membayangkan berbagai kemungkinan buruk, otak dapat semakin sulit memasuki kondisi rileks.

Menyisihkan waktu sebelumnya untuk mencatat pekerjaan atau hal yang perlu diselesaikan esok hari bisa membantu membuat pikiran terasa lebih teratur.

3. Memeriksa Jam Berulang Kali

Ketika sulit tidur, seseorang mungkin terus melihat jam dan menghitung berapa lama waktu tidur yang tersisa.

Kebiasaan tersebut justru dapat meningkatkan kekhawatiran, terutama ketika melihat waktu terus berjalan. Pikiran seperti "sebentar lagi harus bangun" atau "kenapa belum tidur juga?" dapat membuat tubuh semakin tegang.



4. Mengonsumsi Kafein Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur

Kopi, teh, minuman energi, dan beberapa produk lainnya mengandung kafein yang dapat membuat seseorang lebih waspada.

Sensitivitas terhadap kafein berbeda-beda. Pada orang tertentu, mengonsumsinya terlalu sore atau malam dapat mengganggu waktu tidur.

5. Jadwal Tidur yang Berubah-ubah

Tidur pada jam yang sangat berbeda setiap hari juga dapat membuat tubuh kesulitan memiliki pola yang konsisten.

Jika pada satu hari tidur sangat larut dan hari berikutnya mencoba tidur jauh lebih awal, tubuh mungkin belum langsung menyesuaikan diri. Rutinitas tidur yang relatif teratur dapat membantu tubuh mengenali kapan waktunya mulai beristirahat.

6. Memaksakan Diri untuk Segera Tidur

Semakin keras seseorang memaksa dirinya untuk tidur, terkadang semakin besar pula tekanan yang dirasakan.



Daripada terus memikirkan apakah sudah tertidur atau belum, cobalah membuat suasana kamar lebih tenang dan melakukan aktivitas santai sebelum tidur. Jika tidak kunjung mengantuk, melakukan kegiatan ringan dalam pencahayaan redup dapat menjadi pilihan sebelum kembali ke tempat tidur.

Buat Rutinitas yang Membantu Tubuh Melambat

Mengurangi aktivitas yang merangsang pikiran menjelang tidur dapat membantu menciptakan transisi dari waktu aktif menuju waktu istirahat. Misalnya, meredupkan lampu, membaca buku, melakukan peregangan ringan, atau menyiapkan kebutuhan untuk keesokan hari.

Jika pikiran yang terus aktif terjadi hampir setiap malam, berlangsung lama, atau sampai mengganggu aktivitas pada siang hari, sebaiknya pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Pada akhirnya, sulit tidur tidak selalu berarti seseorang harus langsung mencari cara untuk "mematikan" pikirannya. Yang lebih penting adalah memberikan kesempatan kepada tubuh dan pikiran untuk beralih secara perlahan dari mode aktif menuju kondisi istirahat.

Tags