Sabtu, 2 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Gak Cuma Kedokteran, Ini 5 Jurusan Kuliah Paling Unik di Dunia

Nanda - Tuesday, 14 April 2026 | 09:15 AM

Background
Gak Cuma Kedokteran, Ini 5 Jurusan Kuliah Paling Unik di Dunia

Kuliah Kok Ambil Kedokteran Terus? Intip Nih Jurusan Paling Absurd dan Unik di Dunia

Coba deh inget-inget lagi momen pas kita masih pakai seragam putih abu-abu, terus ditanya sama guru atau saudara, "Nanti mau kuliah jurusan apa?" Jawabannya pasti nggak jauh-jauh dari "Kedokteran," "Teknik," "Hukum," atau kalau mau yang agak santai dikit ya "Ekonomi." Seolah-olah masa depan kita itu cuma punya empat jalur tol yang membosankan itu. Padahal, kalau kita mau melipir sedikit ke jalur tikus atau jalan setapak yang jarang dilewati orang, dunia pendidikan tinggi itu luas banget, lho. Bahkan saking luasnya, ada beberapa universitas di luar sana yang buka jurusan yang bikin kita geleng-geleng kepala sambil mikir, "Ini beneran ada skripsinya?"

Bayangin aja, di saat temen-temen kamu lagi pusing ngapalin anatomi tubuh manusia atau rumus fisika kuantum yang bikin rambut rontok, ada mahasiswa di belahan dunia lain yang lagi serius dengerin kuliah soal sihir Harry Potter atau cara bikin fermentasi wine yang sempurna. Kedengarannya kayak madesu alias masa depan suram? Eits, jangan salah. Jurusan-jurusan "aneh" ini justru lahir karena ada kebutuhan pasar yang spesifik atau fenomena sosial yang emang perlu dikaji secara akademis. Yuk, kita bedah satu-satu biar wawasan kita nggak cuma seputaran IPK dan cari kerja di SCBD doang.

1. Harry Potter Studies di Durham University, Inggris

Buat kamu yang masih nungguin surat dari burung hantu buat masuk Hogwarts tapi nggak kunjung dateng sampai umur kepala dua, mungkin jurusan ini bisa jadi pelipur lara. Durham University di Inggris beneran punya modul kuliah yang fokus ngebahas dunia Harry Potter. Tapi ya jangan harap kamu bakal diajarin cara naik sapu terbang atau bikin ramuan ramuan cinta ya. Di sini, Harry Potter dikaji dari sisi sosiologi, budaya, dan politik. Mereka menganalisis gimana fenomena Harry Potter ini memengaruhi prasangka, kewarganegaraan, sampai isu bullying di dunia nyata. Jadi, meskipun bahasannya soal dunia sihir, teorinya tetep bikin pusing tujuh keliling ala mahasiswa sosial pada umumnya. Lumayan lah ya, daripada debat kusir soal siapa yang paling kuat antara Dumbledore atau Voldemort di forum internet, mending dapet gelar akademik sekalian.

2. Surf Science and Technology di Cornwall College, Inggris

Siapa bilang jadi anak pantai itu cuma buat orang yang pengen "gabut" dan nggak punya masa depan? Di Cornwall College, Inggris, berselancar itu adalah ilmu pengetahuan yang serius. Mahasiswa di jurusan ini nggak cuma diajarin gimana caranya berdiri di atas papan selancar tanpa nyungsep, tapi juga belajar soal oseanografi, meteorologi, sampai desain papan selancar yang paling aerodinamis. Jadi, lulusannya bukan cuma jago gaya di depan turis, tapi juga paham gimana cara ngebangun industri selancar yang berkelanjutan. Bayangin aja pas wisuda, yang lain pakai toga formal, kamu mungkin udah siap-siap langsung nyebur ke laut bawa papan selancar kesayangan. Prospek kerjanya? Ya jelas di industri olahraga air yang duitnya juga nggak main-main.

3. Viticulture and Enology di Cornell University, AS

Kalau di Indonesia denger kata "alkohol" mungkin udah langsung kena semprot, di universitas bergengsi kayak Cornell atau UC Davis, belajar bikin wine itu prestisius banget. Jurusan Viticulture and Enology ini sebenernya adalah perpaduan antara biologi, kimia, dan seni. Mahasiswanya harus belajar dari nol, mulai dari cara nanem anggur yang bener, menjaga ph tanah, sampai proses fermentasi yang presisi biar dapet rasa wine yang kelas atas. Jangan dikira kuliahnya cuma minum-minum santai ya. Mereka harus berurusan sama laboratorium, mikrobiologi, dan riset lapangan yang melelahkan. Tapi ya itu, lulusannya biasanya langsung ditarik jadi winemaker di kebun-kebun anggur terkenal di dunia. Gaji mereka? Bisa buat beli es kopi susu satu tangki tiap hari.



4. Puppet Arts di University of Connecticut, AS

Ingat Sesame Street atau Unyil? Nah, ternyata bikin dan mainin boneka itu ada sekolah tingginya, lho. Di University of Connecticut, ada jurusan Master of Fine Arts dalam bidang Puppet Arts. Ini bukan cuma soal gerak-gerakin tangan di dalem boneka kain, tapi lebih ke seni pertunjukan yang kompleks. Mahasiswa belajar desain karakter, teknik suara, sampai konstruksi mekanik buat boneka-boneka canggih. Jurusan ini langka banget dan lulusannya sering dicari sama industri film besar kayak Disney atau studio-studio di Broadway. Jadi, kalau ada yang bilang main boneka itu kekanak-kanakan, kasih tahu aja kalau ada gelar profesornya di Amerika sana.

5. Mortuary Science di University of Minnesota, AS

Ini mungkin jurusan yang paling bikin merinding tapi jujur aja, paling stabil prospek kerjanya. Namanya Mortuary Science atau ilmu pemulasaraan jenazah. Mahasiswanya belajar anatomi, hukum pemakaman, sampai psikologi duka buat bantuin keluarga yang ditinggalkan. Kenapa ini unik dan penting? Karena ya, selama manusia masih bisa mati, jasa mereka bakal terus dibutuhin. Nggak ada istilah "resesi" buat bisnis kematian. Meskipun kedengarannya gelap, orang-orang di jurusan ini punya dedikasi yang tinggi dan rasa empati yang luar biasa. Mereka adalah pahlawan di balik layar yang memastikan seseorang pergi dengan penuh hormat.

Passion vs Gengsi?

Melihat daftar jurusan di atas, kita jadi sadar kalau dunia itu nggak cuma butuh dokter atau insinyur. Dunia butuh orang yang ahli di bidang yang sangat spesifik, bahkan yang tadinya kita anggap sebagai hobi doang. Memang sih, di Indonesia mungkin jurusan-jurusan kayak gini belum populer atau malah belum ada sama sekali karena bentrok sama standar "normal" masyarakat kita yang masih kaku. Tapi poin utamanya adalah, jangan pernah ngerasa rendah diri kalau kamu punya minat yang beda dari orang kebanyakan.

Kuliah itu bukan cuma soal dapet ijazah buat cari kerja, tapi soal nemuin apa yang bikin kamu semangat bangun pagi setiap hari. Kalau kamu emang suka banget sama dunia sihir, kenapa nggak kaji itu secara ilmiah? Kalau kamu cinta sama laut, kenapa nggak sekalian jadi ahlinya? Pada akhirnya, kesuksesan nggak cuma milik mereka yang ada di jalur mainstream, tapi milik siapa pun yang berani menekuni bidang yang mereka cintai dengan serius, seaneh apa pun itu di mata orang lain. Jadi, masih mau ikutan tren atau mau bikin jalur sendiri?