Fenomena Mukbang: Tren Menonton Aktivitas Makan yang Mendunia
Liaa - Tuesday, 23 June 2026 | 06:05 AM


Mukbang merupakan istilah yang berasal dari bahasa Korea, gabungan dari kata meokneun yang berarti makan dan bangsong yang berarti siaran atau tayangan. Secara sederhana, mukbang adalah konten yang menampilkan seseorang menyantap makanan sambil berkomunikasi dengan penonton melalui siaran langsung atau video rekaman.
Fenomena ini pertama kali populer di Korea Selatan sekitar awal 2010-an dan kemudian menyebar ke berbagai negara melalui platform video dan media sosial.
Mengapa Mukbang Banyak Disukai?
Popularitas mukbang tidak terlepas dari berbagai faktor yang membuat konten ini menarik bagi banyak orang.
1. Memberikan Sensasi Kebersamaan
Sebagian penonton menikmati mukbang karena memberikan kesan sedang makan bersama seseorang, terutama bagi mereka yang sering makan sendirian.
2. Menampilkan Ragam Kuliner
Konten mukbang sering menghadirkan berbagai jenis makanan unik, mulai dari makanan tradisional hingga hidangan viral yang sedang populer.
3. Hiburan yang Santai
Interaksi antara kreator dan penonton menciptakan suasana santai yang dapat menjadi hiburan di waktu luang.
4. Memicu Rasa Penasaran
Porsi makanan yang besar atau menu yang tidak biasa sering kali menarik perhatian dan membuat penonton ingin mengetahui pengalaman sang kreator saat mencicipinya.
Dampak Positif Mukbang
Beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan konten mukbang antara lain:
- Menjadi sarana hiburan bagi penonton.
- Membantu memperkenalkan berbagai jenis makanan dan budaya kuliner.
- Membuka peluang bisnis bagi pelaku usaha kuliner melalui promosi produk.
- Menjadi sumber inspirasi bagi pecinta makanan dan kreator konten.
Dampak yang Perlu Diperhatikan
Di sisi lain, konsumsi konten mukbang secara berlebihan juga dapat menimbulkan beberapa perhatian, seperti:
- Mendorong pola makan yang kurang seimbang jika ditiru tanpa pertimbangan kesehatan.
- Menimbulkan persepsi yang tidak realistis mengenai porsi makan.
- Berpotensi meningkatkan konsumsi makanan berkalori tinggi pada sebagian penonton.
Karena itu, penting untuk menyikapi konten mukbang sebagai hiburan dan tetap menerapkan pola makan yang sehat serta sesuai kebutuhan tubuh.
Mukbang di Era Media Sosial
Saat ini, mukbang dapat ditemukan di berbagai platform digital seperti YouTube, TikTok, dan Instagram. Kreator dari berbagai negara menghadirkan konsep yang beragam, mulai dari mukbang makanan tradisional, makanan pedas, seafood, hingga makanan penutup.
Kesimpulan
Mukbang telah berkembang menjadi fenomena global yang menggabungkan unsur kuliner, hiburan, dan interaksi sosial dalam satu konten. Meskipun menawarkan pengalaman menonton yang menarik dan memperkenalkan beragam kuliner, penonton tetap perlu menyikapinya secara bijak agar tidak memengaruhi kebiasaan makan sehari-hari.
Next News

Bahan Alami dalam Balsem Tradisional yang Sudah Lama Dikenal Masyarakat
in 5 hours

Kamper dalam Balsem Memberikan Sensasi Dingin, Ini Cara Kerjanya pada Kulit
in 5 hours

Es Batu Bisa Menempel pada Jari Basah, Ini Proses yang Terjadi
in 5 hours

Jaring Laba-Laba Terlihat Tipis, tetapi Memiliki Struktur yang Menarik
in 5 hours

Kucing Suka Tidur di Kardus dan Tempat Sempit, Ini Alasannya
in 5 hours

Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain Bisa Menguras Kepercayaan Diri
in 5 hours

Kebiasaan Menunda Pekerjaan Bukan Selalu karena Malas, Ini Penjelasannya
in 5 hours

Bertemu Orang Baru Terasa Canggung, Ini Respons Psikologis yang Umum Terjadi
in 5 hours

Motivasi Menurun saat Pekerjaan Menumpuk, Ini Cara Memahami Penyebabnya
in 5 hours

Kepiting Memiliki Insang yang Membantunya Mengambil Oksigen, Ini Cara Kerjanya
in a few seconds





