Sabtu, 14 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Internasional

Fakta Terkini Perang Iran–AS: Korban Tewas Tembus 1.300, Selat Hormuz Kian Memanas

Nanda - Thursday, 12 March 2026 | 10:50 AM

Background
Fakta Terkini Perang Iran–AS: Korban Tewas Tembus 1.300, Selat Hormuz Kian Memanas

Jakarta – Konflik di Timur Tengah yang dipicu serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026 masih terus memanas.

Memasuki hari ke-13 konflik, situasi keamanan di kawasan tersebut semakin tegang dengan meningkatnya jumlah korban jiwa serta ancaman serangan balasan yang meluas.

Berikut sejumlah fakta terbaru terkait perkembangan perang tersebut.

Korban tewas lebih dari 1.300 orang

Menurut laporan otoritas Iran yang dikutip Al Jazeera, hingga Rabu (11/3) hampir 10.000 warga terdampak serangan udara yang terjadi di berbagai wilayah negara itu.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.300 orang dilaporkan tewas.



Sementara itu, Human Rights Activists News Agency menyebutkan bahwa dari total korban tersebut terdapat sekitar 1.262 warga sipil dan 190 personel militer yang meninggal dunia akibat bombardir.

Mojtaba Khamenei dikabarkan terluka

Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengalami luka setelah serangan intensif yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Media pemerintah Iran menyebutkan bahwa ia terluka dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai tingkat cedera yang dialami.

Media Amerika Serikat, The New York Times, juga mengutip sejumlah pejabat Iran yang menyatakan bahwa Mojtaba mengalami luka pada bagian kaki namun masih dalam kondisi sadar dan berada di lokasi perlindungan dengan akses komunikasi terbatas.

Namun, putra Presiden Iran Masoud Pezeshkian sekaligus penasihat pemerintah, Yousef Pezeshkian, menyatakan bahwa kondisi Mojtaba saat ini stabil.



Iran ancam targetkan bank AS dan Israel

Pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan siap menyerang aset ekonomi milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Ancaman tersebut muncul setelah serangan yang menargetkan bank di ibu kota Iran, Teheran.

Komando operasi militer pusat Khatam Al Anbiya menyebut bahwa target potensial mencakup berbagai pusat ekonomi dan bank yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut.

Serangan drone di Oman

Di tengah meningkatnya konflik, serangan drone juga dilaporkan terjadi di Pelabuhan Salalah, Oman, pada Rabu (11/3).

Menurut laporan Oman News Agency, sebuah tangki bahan bakar di pelabuhan tersebut terbakar akibat serangan drone yang belum diketahui asalnya.



Presiden Iran Masoud Pezeshkian disebut langsung melakukan komunikasi dengan Haitham bin Tariq untuk membahas insiden tersebut.

Selat Hormuz mulai bergejolak

Situasi juga semakin memanas di Selat Hormuz, jalur perdagangan penting bagi distribusi minyak dunia.

Sejak konflik meningkat, Iran dilaporkan menutup jalur tersebut sehingga memicu ketegangan dalam perdagangan global.

Pada Rabu (11/3), tiga kapal dilaporkan terkena proyektil misterius di kawasan itu. Salah satu kapal bahkan mengalami kebakaran.

Kapal yang terdampak antara lain kapal berbendera Thailand Mayuree Naree, kapal berbendera Jepang One Majesty, serta kapal berbendera Kepulauan Marshall Star Gwyneth.



Iran tolak gencatan senjata

Di tengah meningkatnya konflik, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menolak wacana gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menurutnya, konflik tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan kesepakatan sementara seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

"Perang ini harus diakhiri secara permanen. Jika tidak, kami harus terus berjuang demi rakyat dan keamanan negara," ujarnya dalam wawancara media internasional.