Fakta Menarik tentang Peraturan Offside yang Sering Membingungkan
Liaa - Sunday, 19 July 2026 | 09:41 AM


Bagi pencinta sepak bola, istilah offside tentu sudah tidak asing lagi. Namun, aturan ini masih sering menimbulkan kebingungan, bahkan bagi penonton yang sudah lama mengikuti pertandingan. Tak jarang sebuah gol yang sempat dirayakan harus dianulir karena pemain dinyatakan berada dalam posisi offside.
Sebenarnya, aturan offside dibuat bukan untuk mempersulit permainan, melainkan agar pertandingan berlangsung lebih adil dan menarik.
Apa Itu Offside?
Secara sederhana, seorang pemain tidak otomatis dianggap melakukan pelanggaran hanya karena berada dalam posisi offside. Pelanggaran baru terjadi apabila pemain tersebut berada dalam posisi offside dan terlibat aktif dalam permainan, misalnya menerima umpan, mengganggu lawan, atau memperoleh keuntungan dari posisinya.
Inilah yang sering kali membuat aturan offside tampak rumit bagi penonton.
Posisi Pemain Dinilai Saat Bola Diumpan
Salah satu fakta yang paling sering disalahpahami adalah kapan posisi offside dinilai.
Wasit dan asisten wasit memperhatikan posisi pemain tepat ketika rekan setimnya melepaskan umpan, bukan ketika pemain menerima bola. Artinya, seorang pemain yang kemudian berlari jauh ke depan belum tentu offside jika saat umpan dilepaskan posisinya masih sah.
Tidak Semua Posisi Offside Berujung Pelanggaran
Banyak penonton mengira bahwa berdiri lebih dekat ke gawang lawan dibanding bek terakhir sudah pasti offside. Padahal, hal tersebut belum tentu menjadi pelanggaran.
Jika pemain tidak ikut memengaruhi jalannya permainan, tidak mengganggu lawan, dan tidak memainkan bola, pertandingan dapat tetap dilanjutkan.
Offside Tidak Berlaku di Semua Situasi
Ada beberapa kondisi ketika aturan offside tidak diterapkan, antara lain ketika pemain menerima bola langsung dari:
- Tendangan gawang.
- Lemparan ke dalam (throw-in).
- Tendangan sudut (corner kick).
Karena itu, pemain dapat berdiri lebih dekat ke gawang lawan dalam situasi tersebut tanpa dianggap offside.
VAR Membantu Memastikan Keputusan
Dalam pertandingan profesional, penggunaan Video Assistant Referee (VAR) membantu wasit meninjau ulang keputusan offside yang sangat tipis.
Teknologi ini menggunakan berbagai sudut kamera dan garis virtual untuk membantu menentukan apakah posisi pemain saat umpan dilepaskan memenuhi kriteria offside sesuai aturan yang berlaku.
Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit.
Tujuan Aturan Offside
Peraturan offside diterapkan agar pertandingan tetap berjalan secara sportif. Tanpa aturan ini, seorang pemain bisa terus berada di dekat gawang lawan hanya untuk menunggu umpan, sehingga permainan menjadi kurang menarik dan tidak seimbang.
Dengan adanya offside, setiap tim dituntut membangun serangan melalui kerja sama, pergerakan, dan strategi yang baik.
Mengapa Offside Sering Menjadi Perdebatan?
Keputusan offside sering dipengaruhi oleh posisi pemain yang sangat tipis, bahkan hanya beberapa sentimeter. Selain itu, kecepatan permainan membuat wasit harus mengambil keputusan dalam waktu singkat.
Meskipun teknologi seperti VAR membantu meningkatkan akurasi, interpretasi mengenai apakah seorang pemain benar-benar "terlibat aktif dalam permainan" masih dapat memunculkan perdebatan di kalangan pemain, pelatih, maupun penonton.
Next News

Kandungan Likopen dalam Tomat dan Manfaatnya bagi Tubuh
in 6 hours

Mengapa Ikan Patin Cocok Diolah Menjadi Pindang?
in 5 hours

Kandungan Beta-Karoten dalam Wortel dan Perannya bagi Tubuh
in 5 hours

Kebiasaan Menyimpan Kentang di Kulkas dan Dampaknya terhadap Rasa
in 5 hours

Cara Tradisional Mengolah Sagu Menjadi Papeda yang Lezat
in 5 hours

Double Cleansing, Kebiasaan Membersihkan Wajah yang Banyak Digunakan
in 5 hours

Dari Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik dan Biogas
in 5 hours

Mengapa Teh Terasa Lebih Pahit Jika Diseduh Terlalu Lama?
in 5 hours

Jalan Kaki Tanpa Alas Kaki, Kebiasaan Sehat atau Justru Berisiko?
in 5 hours

Mengenal Love Language dan Perbedaan Cara Seseorang Menunjukkan Kasih Sayang
in 3 hours





