Deputi 3 Bidang Badan Komunikasi, Tinjau Sekolah Rakyat Medan, 44 Ribu Siswa SudahTersebar di 181 Titik
Laila - Saturday, 26 September 2026 | 08:01 PM


MEDAN – Plt Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan di Jalan Flamboyan Raya 2, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Jumat (25/9).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan, fasilitas serta proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat yang berada di Kota Medan.
Kurnia menyebut Sekolah Rakyat saat ini telah tersebar di 181 titik di berbagai daerah. Lebih dari 90 lokasi di antaranya telah menggunakan bangunan permanen dengan jumlah peserta didik mencapai lebih dari 44 ribu siswa.
Dari hasil peninjauan, ia menilai fasilitas di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan sudah berjalan dengan baik. Proses pembelajaran juga telah berlangsung dengan dukungan teknologi digital.
Salah satu fasilitas yang digunakan adalah layar interaktif untuk membantu guru menyampaikan materi kepada siswa. Penggunaan teknologi tersebut menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang diarahkan pemerintah.
Selain ruang belajar, Sekolah Rakyat juga menyediakan asrama, tempat makan dan tempat ibadah. Konsep tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan siswa secara lebih menyeluruh karena peserta didiknya berasal dari kelompok masyarakat desil 1 dan desil 2.
Meski fasilitas dinilai memadai, kebutuhan tenaga pendidik masih menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat. Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan, Syahripal Putra, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemko Medan dan Pemprov Sumut untuk memenuhi kebutuhan guru, terutama guru agama.
Saat ini terdapat 299 siswa yang disebut terdiri dari 96 siswa SD, 131 siswa SMP dan 165 siswa SMA. Namun, rincian tersebut jika dijumlahkan mencapai 392 siswa, sehingga terdapat ketidaksesuaian angka dalam data yang tercantum pada sumber.
Untuk tenaga pendidik, terdapat dua guru tetap dan tiga guru tamu di tingkat SD, 11 guru SMP serta 17 guru SMA. Perekrutan guru tetap mengacu pada ketentuan Kementerian Sosial dengan mempertimbangkan kompetensi dan kredibilitas tenaga pendidik.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan berdiri di atas lahan sekitar 66.898 meter persegi atau 6,69 hektare. Luas tapak bangunannya mencapai 16.448,4 meter persegi dengan luas lantai terbangun sekitar 28.020,4 meter persegi.
Kawasan tersebut memiliki 26 unit gedung yang terdiri atas 18 jenis bangunan. Fasilitasnya mencakup gedung SD, SMP dan SMA, gedung serbaguna, masjid, asrama putra-putri, rusun guru, kantin, dapur, guest house, gudang serta fasilitas pendukung lainnya.
Kurnia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat memberikan lingkungan pendidikan dan tempat tinggal yang layak bagi siswa. Ia juga meminta agar siswa yang keluar dari sekolah tetap didekati sehingga memiliki kesempatan untuk kembali mengikuti pendidikan.
Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu sarana bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 untuk memperoleh pendidikan sekaligus mendapatkan dukungan kehidupan selama mengikuti proses pembelajaran.
Next News

Influenza A di Sumut Terdeteksi 27 Kasus
3 hours ago

Bupati Gus Irawan Tawarkan Solusi Ekonomi bagi Warga di Tengah Sosialisasi Dampak Penambangan Tanpa Izin
3 hours ago

Bupati Tapsel Buka Vaksinasi Rabies Massal, Targetkan Tapsel Bebas Rabies 2029
3 hours ago

Bendungan Batu Tunggal Diresmikan, Rp1,2 Miliar APBD Tapsel Kembali Alirkan Air ke Sawah Warga
3 hours ago

Tekankan Posyandu 6 SPM Plus, Bupati Tapsel: Kader Harus Jadi Mata dan Telinga Pemerintah
3 hours ago

Polemik Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: Menagih Kesetaraan Hukuman Bagi Koruptor
16 hours ago

Wabup Tapsel Buka Poss Cup III Legend U-35, Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan
19 hours ago

Prakiraan Cuaca Sumut Sabtu 26 September 2026, Mayoritas Wilayah Diguyur Hujan
11 hours ago

Pemprov Sumut Sediakan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten
11 hours ago

Pemkab Madina Tambah Anggaran Insentif Guru MDTA dan Pesantren Rp1,09 M di P-APBD 2026
a day ago





