Kamis, 9 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cumi vs Gurita: Jangan Sampai Tertukar Pas Makan Seafood!

Tata - Thursday, 09 April 2026 | 01:00 PM

Background
Cumi vs Gurita: Jangan Sampai Tertukar Pas Makan Seafood!

Cumi vs Gurita: Jangan Sampai Tertukar Pas Lagi Makan Seafood, Malu Sama Kucing!

Pernah nggak sih kalian lagi asyik nongkrong di warung seafood tenda pinggir jalan, terus pas mau pesan malah bengong di depan akuarium atau tumpukan es? Di depan mata ada tumpukan makhluk kenyal bertentakel, tapi otak tiba-tiba nge-blank. Ini yang namanya cumi yang mana, yang gurita yang mana, terus itu yang badannya lebar si sotong ikut-ikutan nampang pula. Akhirnya, karena gengsi mau nanya ke abang penjualnya, kita main tunjuk aja sambil bilang, "Bang, yang itu satu porsi ya, bumbunya pedas manis!" Padahal sebenarnya kita sendiri nggak tahu itu spesies apa.

Masalah tertukar antara cumi dan gurita ini emang masalah klasik, selevel lah sama susahnya bedain lengkuas dan jahe di dalam rendang. Padahal kalau kita bedah lebih dalam, kedua makhluk laut ini punya kepribadian dan gaya hidup yang beda jauh. Ibaratnya, yang satu itu anak tongkrongan yang nggak bisa hidup tanpa circle-nya, sementara yang satu lagi adalah si introvert jenius yang lebih milih mendekam di kamar (atau lubang batu) sambil nyusun rencana menguasai dunia. Biar nggak malu-maluin pas kencan di restoran mewah atau pas lagi belanja di pasar ikan, yuk kita bahas tuntas perbedaannya dengan gaya santuy.

Bentuk Tubuh: Si Runcing vs Si Bulat Gemoy

Cara paling gampang buat bedain mereka sebenarnya dari look-nya dulu. Cumi-cumi itu punya bentuk tubuh yang aerodinamis, cenderung lonjong dan runcing di ujungnya. Dia punya semacam "sirip" di bagian kepalanya yang bentuknya mirip kuping kecil atau topi pesta. Sirip ini fungsinya buat membantu dia bermanuver di air. Jadi kalau kalian lihat makhluk bertentakel yang bentuknya kayak peluru, itu sudah pasti cumi-cumi.

Nah, kalau gurita atau octopus beda lagi. Gurita itu nggak punya struktur tubuh yang kaku. Kepalanya bulat besar—yang sebenarnya isinya organ-organ penting—dan nggak punya sirip sama sekali. Badannya bener-bener kayak slime yang dikasih nyawa. Karena nggak punya tulang atau bagian tubuh yang kaku, gurita ini jagonya "nyempil". Dia bisa masuk ke lubang sekecil apa pun selama paruhnya (mulutnya) bisa masuk. Jadi kalau yang kalian lihat bentuknya bulat dan lemes banget kayak nggak punya pendirian hidup, itu namanya gurita.

Tentakel: Masalah Jumlah dan Panjang Pendek

Ini dia poin yang sering bikin orang gagal paham. Kita sering nyebut semua kaki mereka itu "tentakel", padahal secara teknis beda, lho. Cumi-cumi itu punya total 10 anggota gerak. Rinciannya: 8 lengan pendek dan 2 tentakel panjang yang gunanya buat nangkep mangsa dari jauh. Kayak punya alat pancing built-in gitu deh. Jadi kalau kalian hitung kakinya dan jumlahnya ada sepuluh, fiks itu cumi.



Gurita cuma punya 8 lengan, dan ingat, mereka nggak punya tentakel panjang kayak cumi. Semua lengannya punya panjang yang relatif sama dan dipenuhi sama alat isap (suckers) dari pangkal sampai ujung. Uniknya lagi, lengan gurita itu punya "otak" sendiri. Jadi meskipun kepalanya lagi mikirin hal lain, lengan-lengannya bisa gerak sendiri nyari makanan atau ngerasain tekstur benda di sekitarnya. Canggih banget kan? Kayak punya asisten pribadi yang nggak perlu disuruh-suruh.

Gaya Hidup: Si Social Butterfly vs Si Introvert Jenius

Kalau kita bicara soal pergaulan, cumi-cumi itu tipikal makhluk yang nggak betah sendirian. Mereka biasanya berenang dalam kelompok besar alias sekolah ikan (schooling). Mereka suka "nongkrong" di laut lepas dan seringkali jadi sasaran empuk para nelayan karena kalau ketangkap satu, biasanya temen-temennya ikut keseret juga. Cumi-cumi juga lebih suka berenang aktif di kolom air, mengejar apa pun yang bisa dimakan.

Gurita? Wah, dia ini soliter banget. Gurita adalah makhluk penyendiri yang sangat menjaga privasinya. Dia lebih suka tinggal di dasar laut, sembunyi di balik terumbu karang atau di dalam botol bekas yang dibuang manusia. Gurita juga dikenal sebagai salah satu hewan paling cerdas di bumi. Dia bisa buka tutup toples, mecahin teka-teki, bahkan kabur dari akuarium laboratorium dengan cara yang sangat cerdik. Kalau cumi-cumi itu ibarat anak hits yang selalu ada di setiap konser, gurita itu ibarat hacker jenius yang kerjanya di balik layar tapi tahu segalanya.

Tekstur dan Rasa di Piring Makan

Oke, sekarang kita bahas dari sisi perut. Perbedaan tekstur antara cumi dan gurita itu sangat nyata pas sudah dimasak. Cumi-cumi punya tekstur yang lebih kenyal dan agak membal. Kalau masaknya kelamaan dikit, dia bakal berubah jadi kayak karet gelang yang susah dikunyah. Tapi kelebihannya, cumi-cumi punya tinta hitam yang rasanya gurih banget (umami) kalau dimasak jadi Cumi Hitam khas Jawa Timur.

Gurita teksturnya lebih padat dan berdaging. Kalau pengolahannya benar—biasanya harus dipukul-pukul dulu atau direbus lama banget—daging gurita bakal terasa sangat lembut tapi tetap berisi. Makanya gurita sering banget dijadiin topping Takoyaki atau irisan Sashimi di resto Jepang. Harganya pun biasanya lebih mahal daripada cumi-cumi karena emang nyarinya lebih susah dan butuh skill masak yang lebih oke supaya nggak alot kayak ban serep.



Kesimpulan: Biar Nggak Salah Sebut Lagi

Jadi, intinya simpel aja. Kalau bentuknya kayak peluru, punya 10 kaki, ada sirip di kepala, dan hidupnya berkelompok, itu namanya cumi-cumi. Tapi kalau bentuknya bulat, kakinya cuma 8, nggak ada sirip, jalannya merayap di dasar laut, dan pinter banget sampe bisa ngeramal skor bola (ingat Paul si Gurita?), itu namanya gurita.

Oya, satu lagi bonus info: jangan lupain "Sotong" atau cuttlefish. Dia ini saudaranya cumi tapi badannya lebih lebar dan gepeng, terus punya tulang internal yang keras kayak batu kapur. Seringkali orang ketuker-tuker juga antara sotong dan cumi. Tapi yang jelas, sekarang kalian udah naik level. Minimal pas lagi di pasar atau resto seafood, kalian nggak bakal lagi salah tunjuk. Masa depan persilatan seafood ada di tangan kalian, jangan sampai ketuker lagi ya, nanti malah diketawain sama udang di sebelah!