Jumat, 24 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Catat! Ini Daftar Alat Elektronik yang Dilarang Dipakai di Kereta Api, Bisa Bikin Satu Gerbong Mati Lampu

Tata - Friday, 24 April 2026 | 07:25 PM

Background
Catat! Ini Daftar Alat Elektronik yang Dilarang Dipakai di Kereta Api, Bisa Bikin Satu Gerbong Mati Lampu

Catat Nih! Daftar Alat Elektronik yang Haram Kamu Pakai di Kereta Api, Jangan Sampai Bikin Satu Gerbong Gelap Gulita!

Siapa sih yang nggak setuju kalau naik kereta api sekarang tuh rasanya sudah beda banget dibanding sepuluh atau lima belas tahun lalu? Kalau dulu kita harus berjuang melawan pedagang asongan yang lewat di sela-sela kaki atau aroma toilet yang menembus batas dimensi, sekarang KAI sudah bertransformasi jadi transportasi yang "estetik" dan nyaman banget buat perjalanan jauh. Dari AC yang dinginnya sampai menusuk tulang hingga kursi yang empuknya bikin lupa cicilan, kereta api adalah koentji untuk perjalanan yang syahdu.

Salah satu fitur yang paling dicintai umat manusia saat berada di atas gerbong adalah lubang saklar alias colokan listrik. Benda mungil ini adalah penyelamat hidup buat kaum penganut aliran "batere HP nggak boleh di bawah 20 persen". Rasanya tenang banget kan kalau tahu kita bisa scrolling TikTok atau maraton serial Netflix sepanjang perjalanan tanpa takut HP mati total. Tapi nih, kawan-kawan sekalian, saking cintanya kita sama fasilitas ini, kadang kita suka lupa diri dan menganggap colokan di kereta itu kayak colokan di rumah sendiri yang dayanya unlimited.

Ada anggapan keliru kalau semua benda yang punya kabel dan butuh listrik bisa dicolok di sana. Padahal, KAI punya aturan main yang cukup ketat soal ini. Kalau nekat, risikonya nggak main-main, lho. Bukan cuma bikin perangkat elektronikmu rusak, tapi bisa memicu korsleting yang berujung kebakaran atau minimal bikin listrik satu gerbong jepret. Nah, biar kamu nggak kena tegur kondektur atau di-ghibahin penumpang sebelah, yuk simak daftar alat elektronik yang dilarang keras digunakan di dalam kereta api.

1. Rice Cooker atau Magic Com (Ya, Ini Serius!)

Mungkin kamu mikir, "Emangnya ada yang senekat itu masak nasi di kereta?" Jawabannya: ada banget! Entah karena pengen hemat atau saking sayangnya sama beras organik dari kampung, ada saja oknum yang merasa colokan di samping kursi adalah tempat yang pas buat mematangkan beras. Please deh, kereta api itu tempat transportasi, bukan dapur umum. Rice cooker itu butuh daya yang gede banget saat proses memasak, biasanya di atas 300-400 Watt. Sementara itu, daya di colokan kereta itu cuma didesain buat perangkat kecil. Jadi, kalau kamu nekat mau bikin nasi uduk di perjalanan Gambir-Solo, siap-siap aja ditegur petugas.

2. Hair Dryer dan Catokan Rambut

Poin ini biasanya menyasar kaum hawa (atau cowok-cowok yang sangat peduli penampilan rambutnya). Memang sih, turun dari kereta pengennya langsung tampil slay dan on point buat dijemput doi atau langsung check-in hotel. Tapi mbak-mbak, tolong banget, simpan dulu catokannya. Alat pemanas rambut kayak hair dryer atau catokan itu menyedot listrik yang luar biasa besar dalam sekejap. Colokan di kereta nggak bakal kuat menahan beban dayanya. Kalau dipaksakan, bisa-bisa listrik di satu gerbong langsung padam alias mati lampu. Kan nggak lucu kalau perjalanan yang harusnya aesthetic malah jadi gelap gulita gara-gara rambut kamu mau dibikin curly.



3. Teko Listrik atau Water Heater Portable

Minum kopi atau seduh mie instan saat melihat pemandangan sawah dari balik jendela kereta memang vibe-nya juara dunia. Tapi bukan berarti kamu boleh bawa teko listrik sendiri dari rumah ya. Di kereta sudah ada pramugara dan pramugari yang siap sedia jualan air panas atau makanan instan. Teko listrik itu musuh bebuyutan dari sistem kelistrikan terbatas. Kalau kamu haus atau lapar, cukup datangi kereta makan (restorasi) atau tunggu petugas lewat. Jangan sok ide bawa peralatan dapur ke atas kereta kalau nggak mau dicap sebagai penumpang yang "ajaib".

4. Kompor Listrik atau Induksi

Kalau rice cooker saja dilarang, apalagi kompor listrik. Ini sih sudah masuk kategori red flag tingkat tinggi. Selain masalah daya listrik yang nggak bakal kuat, membawa alat pemanas yang bisa memicu api atau panas berlebih di ruang tertutup seperti gerbong kereta itu sangat berbahaya. Risiko kebakaran di transportasi publik itu bukan main-main, lho. Jadi, lupakan niat buat masak seblak atau steak di atas meja lipat kursi eksekutif.

5. Alat Elektronik Lain Berdaya Besar

Secara umum, KAI sudah menegaskan kalau colokan listrik di kereta api itu hanya diperuntukkan bagi gadget kecil. Apa saja? HP, tablet, laptop (dengan catatan tertentu), powerbank, atau kamera digital. Kalau kamu bawa alat-alat aneh yang dayanya besar, lebih baik ditahan dulu keinginannya. Bahkan untuk beberapa jenis laptop gaming yang butuh daya charger sangat besar, kadang sistem di kereta suka nggak kuat dan pengisiannya jadi nggak stabil. Jadi, bijak-bijaklah dalam menggunakan fasilitas bersama ini.

Kenapa Sih Kok Pelit Banget Aturannya?

Sebenarnya bukan pelit, tapi ini soal keamanan dan kapasitas teknis. Listrik di kereta api itu berasal dari genset yang ada di gerbong pembangkit. Kapasitasnya sudah dihitung pas buat lampu, AC, dan pengisian daya gadget ringan. Kalau ada satu orang saja yang pakai alat elektronik berat, beban listriknya jadi nggak seimbang. Efeknya bisa bikin sistem proteksi listrik (MCB) jatuh. Bayangin kalau AC mati di tengah cuaca panas cuma gara-gara ada yang nyatok rambut, pasti seisi gerbong bakal ngomel, kan?

Selain itu, penggunaan alat pemanas punya risiko tinggi memicu percikan api. Ruang di kereta itu banyak material yang mudah terbakar kalau terkena panas berlebih dari korsleting. Jadi, aturan ini dibuat demi keselamatan kita semua biar bisa sampai tujuan dengan selamat, sehat, dan tetap happy.



Etika Pakai Colokan di Kereta

Selain nggak boleh pakai alat-alat di atas, ada etika tak tertulis yang perlu kita pahami sebagai penumpang yang budiman. Pertama, jangan kuasai semua lubang colokan kalau kamu punya tetangga kursi. Kalau kamu bawa HP dan powerbank, gantian dong pakenya, jangan dipatok semua. Kedua, kalau kabel charger kamu sudah mulai terkelupas atau rusak, mending jangan dipake. Itu bahaya banget dan bisa bikin korsleting.

Intinya, mari jadi penumpang yang cerdas dan nggak norak. Fasilitas yang disediakan KAI itu sudah oke banget, tinggal kitanya yang harus tahu diri cara menggunakannya. Perjalanan naik kereta itu momen buat istirahat, baca buku, atau sekadar melamun melihat senja, bukan momen buat pindahin isi dapur ke gerbong. Jadi, pastikan peralatan "beratmu" tetap manis di dalam koper sampai tiba di tujuan nanti ya!