Cara Mengurangi Risiko Aquaplaning Saat Hujan
Liaa - Saturday, 11 July 2026 | 01:05 PM


Aquaplaning: Sensasi Melayang di Aspal yang Nggak Ada Indah-indahnya
Pernah nggak sih kamu lagi asyik nyetir di tengah hujan deras, lagu di radio lagi enak-enaknya, tiba-tiba setir mobil berasa ringan banget kayak lagi muter kapas? Terus, mobil kayak punya kemauan sendiri buat geser ke kanan atau ke kiri padahal kamu nggak ngapa-ngapain. Kalau pernah, selamat, kamu baru saja berkenalan dengan yang namanya aquaplaning. Tapi ya jangan senang dulu, karena ini bukan kenalan yang berakhir jadian, melainkan kenalan yang bisa bikin nyali ciut dan jantung mau copot.
Aquaplaning itu sebenarnya istilah keren buat kondisi di mana ban mobil kamu nggak lagi nyentuh aspal karena terhalang lapisan air. Jadi, mobil kamu itu sebenarnya lagi "berenang" atau meluncur di atas air, bukan lagi berjalan di atas jalan raya. Bayangin aja, mobil seberat satu atau dua ton tiba-tiba kehilangan traksi total. Rasanya? Ngeri-ngeri sedap yang lebih banyak ngerinya daripada sedapnya. Biar nggak kejadian yang aneh-aneh, yuk kita bahas gimana caranya biar kita tetep aman pas hujan badai melanda.
Jangan Sok Jadi Pembalap F1 di Tengah Hujan
Satu hal yang paling mendasar tapi sering disepelekan adalah kecepatan. Banyak orang merasa kalau mobilnya sudah canggih, punya fitur keamanan segudang, terus merasa kebal sama hukum alam. Padahal, air nggak peduli seberapa mahal mobilmu. Semakin kencang kamu melaju di atas genangan air, semakin besar peluang ban mobil buat terangkat dari permukaan jalan.
Logikanya sederhana: ban itu punya alur buat membuang air ke samping. Tapi, alur itu punya batas kemampuan. Kalau kamu ngebut, air yang masuk ke bawah ban volumenya terlalu banyak dan nggak sempat dibuang. Akhirnya? Ya itu tadi, ban "mengapung". Jadi, kalau hujan sudah mulai deras, turunin ego, turunin juga injakan gasnya. Nggak usah buru-buru, yang penting sampai rumah bisa rebahan dengan tenang, bukan malah mampir ke bengkel gara-gara nyium pembatas jalan.
Cek 'Sepatu' Mobil Kamu, Masih Layak atau Sudah Botak?
Coba deh sesekali jongkok dan liat kondisi ban mobil sendiri. Jangan cuma bisa makai, tapi nggak tahu kalau ban sudah halus kayak pipi bayi. Ban yang sudah gundul alias aus itu musuh utama saat musim hujan. Alur atau kembangan pada ban itu fungsinya bukan buat gaya-gayaan, tapi sebagai jalur evakuasi air biar ban tetep nempel ke aspal.
Kalau alurnya sudah tipis, air nggak punya jalan keluar dan bakal terjebak di bawah ban. Ini resep instan buat ngalamin aquaplaning. Selain kedalaman alur, cek juga tekanan anginnya. Ban yang kurang angin malah bikin area sentuh ban jadi aneh dan mempermudah air buat masuk ke tengah. Jangan pelit buat ganti ban kalau memang sudah waktunya. Anggap saja ini investasi biar nyawa tetep aman di jalanan yang licinnya melebihi rayuan mantan.
Jangan Hantam Genangan Air dengan Nafsu
Kadang kita suka gemas kalau lihat genangan air di pinggir jalan, pengennya diterjang biar airnya muncrat ke mana-mana kayak di film-film. Padahal, genangan air itu adalah jebakan Batman. Kita nggak pernah tahu seberapa dalam genangan itu atau apa yang ada di bawahnya. Lubang segede gaban bisa aja sembunyi di balik tenangnya air itu.
Sebisa mungkin, hindari genangan air yang terlihat dalam atau lebar. Kalau terpaksa harus lewat, ya pelan-pelan aja. Jangan malah sengaja lewat situ dengan kecepatan tinggi. Selain risiko aquaplaning, cipratan airnya juga bisa masuk ke komponen mesin yang sensitif atau malah bikin pengendara motor di sebelahmu menderita lahir batin karena basah kuyup. Jadilah pengendara yang punya empati sikit lah.
Kalau Kejadian, Jangan Panik dan Jangan Injek Rem!
Ini bagian yang paling sulit tapi paling krusial. Pas kamu ngerasa mobil mulai melayang atau setir jadi ringan, insting pertama manusia biasanya adalah panik terus injek rem sedalam-dalamnya. Stop! Itu kesalahan fatal yang malah bakal bikin mobil kamu melintir nggak karuan.
Kalau ngerasa aquaplaning, hal pertama yang harus dilakukan adalah: angkat kaki dari pedal gas pelan-pelan. Jangan ngerem mendadak. Biarkan kecepatan mobil berkurang secara alami. Pegang setir dengan lurus dan kuat, jangan dibanting-banting. Tunggu sampai kamu ngerasa ban mobil "gigit" aspal lagi. Baru setelah itu kamu bisa mulai ngerem pelan buat mengendalikan arah. Intinya, tetap tenang meski jantung rasanya sudah pindah ke tenggorokan.
Matikan Fitur Cruise Control Saat Hujan
Mobil zaman sekarang banyak yang sudah punya fitur Cruise Control biar kaki nggak pegal di tol. Tapi, fitur ini adalah haram hukumnya dipakai pas hujan deras. Kenapa? Karena sistem Cruise Control bakal berusaha menjaga kecepatan tetap stabil. Kalau mobil mulai aquaplaning dan kecepatannya turun, sistem mungkin malah bakal nambah gas buat balikin kecepatan ke angka yang sudah di-set. Kan berabe kalau mobil lagi melayang malah ditambah tenaganya.
Jadi, mending manual aja kalau cuaca lagi nggak bersahabat. Kamu butuh kontrol penuh atas setiap tarikan gas dan deselerasi mobil. Biarlah teknologi istirahat sebentar, kamu yang ambil kendali penuh sebagai kapten di balik kemudi.
Menyetir saat hujan memang butuh perhatian ekstra dan kesabaran seluas samudra. Aquaplaning bukan sesuatu yang bisa kita tantang, tapi bisa kita hindari dengan kewaspadaan. Selalu ingat, ada orang-orang tersayang yang nunggu kamu pulang di rumah. Jadi, nggak perlu gaya-gayaan jadi penguasa jalanan saat aspal lagi basah. Tetap waspada, cek kondisi kendaraan, dan jangan lupa berdoa sebelum berangkat!
Next News

Arti Marka Jalan yang Wajib Diketahui Pengendara
in 4 hours

Mengenal Teknik Defensive Driving untuk Mengurangi Risiko Kecelakaan
in 4 hours

Mengenal Fungsi Airbag dan Cara Kerjanya
in 4 hours

Tips Memilih Jalur yang Aman Saat Macet
in 3 hours

Tanda Ban Kendaraan Sudah Harus Diganti
in 3 hours

Apa Itu Mikrobioma Usus?
in 2 hours

Mengapa Tumit Mudah Pecah-Pecah?
in 2 hours

Penyebab Bulu Mata Mudah Rontok
in 2 hours

Cara Mengatasi Kulit Belang Akibat Sinar Matahari
in 2 hours

Pertolongan Pertama Sakit Gigi Berdenyut di Malam Hari
in 2 hours





