Bye Mata Perih! Trik Iris Bawang Merah Anti Drama
Liaa - Thursday, 23 April 2026 | 12:45 PM


Drama Dapur: Panduan Survival Memotong Bawang Tanpa Air Mata Buaya
Pernahkah kamu merasa hidup ini sangat berat hanya karena harus menyiapkan bumbu untuk nasi goreng? Bukan, ini bukan soal nasib atau tagihan kosan yang menumpuk, melainkan soal "serangan kimia" dari sebongkah bawang merah atau bawang bombay. Baru iris dua kali, mata sudah perih luar biasa, air mata mengalir deras seolah-olah kamu baru saja diputusin pacar lewat WhatsApp saat lagi sayang-sayangnya. Padahal, niatnya cuma mau masak, bukan mau akting film melankolis.
Bawang, dalam segala kemuliaannya sebagai penyedap rasa, memang punya mekanisme pertahanan diri yang cukup menyebalkan. Begitu sel-selnya terbelah oleh pisau, mereka melepaskan gas yang disebut Syn-propanethial-S-oxide. Gas ini kalau kena kelembapan di mata kita bakal berubah jadi asam sulfat ringan. Ya, kamu nggak salah baca. Mata kita harfiahnya sedang "disemprot" zat kimia yang bikin perih. Tapi tenang, kita bukan korban tanpa daya. Ada banyak cara, dari yang ilmiah sampai yang terdengar konyol, untuk menaklukkan drama bawang ini.
Pertajam Senjatamu, Bukan Perasaanmu
Kesalahan pemula yang paling sering terjadi adalah menggunakan pisau tumpul. Mungkin kamu pikir, "Ah, yang penting bisa motong." Salah besar. Pisau yang tumpul tidak benar-benar mengiris sel bawang, melainkan menghancurkannya. Bayangkan sel bawang itu seperti balon kecil berisi gas air mata; kalau diiris tajam, dia cuma bocor sedikit. Tapi kalau digencet pakai pisau tumpul, dia bakal meledak dan menyebarkan gas ke mana-mana.
Jadi, sebelum mulai ritual memasak, pastikan pisaumu sudah diasah sampai tajam setajam lisan tetangga. Dengan pisau yang mumpuni, proses pemotongan jadi lebih cepat dan pelepasan gas sulfur tadi bisa diminimalisir. Ini adalah langkah paling logis dan profesional yang bisa kamu lakukan sebelum mencoba teknik-teknik "ajaib" lainnya.
Masuk Kamar Pendingin
Pernah dengar tips kalau bawang harus masuk kulkas dulu? Ini bukan mitos belaka. Suhu dingin ternyata efektif memperlambat reaksi kimia di dalam bawang. Masukkan bawang merah atau bombay ke dalam freezer sekitar 15 sampai 30 menit sebelum dipotong. Jangan sampai beku total juga, nanti malah susah diiris dan teksturnya jadi aneh.
Logikanya sederhana: dalam keadaan dingin, molekul gas di dalam bawang jadi lebih "malas" untuk terbang ke udara dan menyerang matamu. Mereka lebih memilih untuk diam di tempat. Jadi, kalau kamu punya waktu luang sebelum masak, biarkan bawang-bawang itu mendinginkan kepala di dalam kulkas agar mereka tidak terlalu emosional saat bertemu pisau.
Main Air dan Sirkulasi Udara
Beberapa orang menyarankan untuk memotong bawang di bawah kucuran air atau di dalam wadah berisi air. Secara teori, air akan menyerap gas sulfur sebelum sempat sampai ke mata. Tapi jujur saja, cara ini agak merepotkan dan bisa bikin talenan jadi licin berbahaya. Risiko jarimu teriris malah lebih besar daripada risiko mata perih.
Alternatif yang lebih praktis adalah memanfaatkan sirkulasi udara. Nyalakan kipas angin di dekat area kamu memotong, tapi posisinya harus benar. Pastikan kipas meniup udara dari sampingmu, sehingga gas yang keluar dari bawang langsung terhempas menjauh dari wajah. Jangan arahkan kipas langsung ke bawang dari depan, karena itu malah bakal mempercepat gas tersebut mendarat di matamu. Kita ingin mengusir gasnya, bukan mengundangnya.
Teknik Unik: Antara Mitos dan Fakta
Nah, di sinilah bagian serunya. Kalau kamu tanya ke ibu-ibu di pasar atau melihat tutorial di internet, ada banyak teknik yang kedengarannya nggak masuk akal. Ada yang bilang harus mengunyah permen karet saat memotong bawang. Katanya, mengunyah lewat mulut bakal memaksa kita bernapas lewat mulut, sehingga gas terserap ke sana dan nggak sampai ke kelenjar air mata. Efektif? Sebagian orang bilang iya, sebagian lagi merasa cuma bikin rahang pegal.
Ada juga trik lama yang menyuruh kita menggigit sepotong roti atau memegang korek api yang tidak dinyalakan di antara gigi. Teorinya, roti bakal menyerap gas tersebut. Walaupun terdengar seperti sedang melakukan ritual pemanggilan arwah, beberapa orang bersumpah kalau cara ini berhasil. Ya, selama nggak ada yang melihat dan menganggapmu aneh, silakan dicoba saja. Siapa tahu kamu memang butuh sedikit hiburan di tengah kesibukan dapur.
Solusi Terakhir: Perlindungan Total
Kalau semua cara di atas masih gagal karena matamu saking sensitifnya, mungkin sudah saatnya menggunakan alat pelindung diri (APD). Bukan baju astronot atau masker gas, tapi cukup kacamata renang. Kedengarannya memang konyol dan kamu bakal terlihat seperti orang yang salah alamat saat mau pergi ke pantai. Tapi hey, kalau itu bisa menyelamatkanmu dari penderitaan air mata, kenapa tidak?
Kacamata renang memberikan segel kedap udara di sekitar mata, sehingga gas sulfur jenis apa pun nggak akan bisa menembus pertahananmu. Kamu bisa mencincang bawang sekarung pun dengan penuh percaya diri tanpa perlu mengeluarkan satu tetes air mata pun. Ini adalah solusi paling alpha untuk kamu yang sudah lelah bernegosiasi dengan bawang.
Memasak seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan dan terapeutik, bukan malah jadi sesi curhat terselubung dengan sayuran. Dengan memahami kenapa bawang membuat kita menangis, kita bisa mengambil langkah-langkah preventif yang tepat. Mulai dari merawat pisau, mengatur suhu, hingga kalau perlu, tampil nyentrik dengan kacamata renang di dapur. Jadi, sudah siap menaklukkan bawang hari ini tanpa drama?
Next News

Resep Rendang Daging Tanpa Ribet, Tetap Gurih dan Kaya Rempah
in 4 hours

Fenomena Kurban di Media Sosial: Antara Ibadah dan Eksistensi
in 2 hours

Sering Dihina, Ini Alasan Ikan Mola Mola Punya Gelar Terbodoh
in 2 hours

Veneer Gigi: Investasi Senyum Kekinian atau Tren Mahal yang Penuh Risiko?
in 2 hours

Jangan Lupa Tutup Mulut Saat Menguap, Ini Alasannya!
in 2 hours

Benarkah Langsung Tidur Setelah Makan Bisa Membuat Perut Buncit?
in 2 hours

Benarkah Berjalan Kaki Setelah Makan,Baik Untuk Pencernaan?
in 2 hours

Golongan Darah Anak Mengikuti Ayah atau Ibu? Ini Fakta yang Sering Disalahpahami
in 2 hours

Apa yang Sebenarnya Diambil Saat Donor Darah?
in 2 hours

Ikan Asin: Diplomasi Aroma dan Rahasia di Balik Lauk Sejuta Umat
an hour ago





