Apa yang Sebenarnya Diambil Saat Donor Darah?
Liaa - Thursday, 23 April 2026 | 12:12 PM


Saat mendengar kata donor darah, banyak orang langsung membayangkan satu kantong darah merah yang kemudian diberikan ke pasien.
Padahal, dalam praktik medis, tidak selalu seperti itu.
Darah yang didonorkan biasanya akan diproses dan dipisahkan menjadi beberapa komponen agar bisa diberikan sesuai kebutuhan pasien.
Jadi, yang "diambil" atau yang nantinya diberikan ke pasien bisa berbeda-beda.
Apa yang Sebenarnya Diambil Saat Donor?
Saat donor darah biasa, petugas mengambil darah utuh (whole blood).
Biasanya sekitar
350–450 ml
tergantung berat badan dan standar tempat donor.
Namun setelah itu, darah biasanya dipisahkan menjadi beberapa komponen, yaitu:
1. Sel darah merah (PRC)
Ini yang paling sering digunakan untuk pasien yang kehilangan banyak darah.
Biasanya untuk:
•kecelakaan
•operasi
•anemia berat
•perdarahan setelah melahirkan
Komponen ini membantu menaikkan hemoglobin.
2. Trombosit
Ini adalah komponen yang membantu pembekuan darah.
Sering digunakan untuk:
•DBD dengan indikasi tertentu
•pasien kemoterapi
•gangguan pembekuan
3. Plasma
Bagian cair berwarna kekuningan dari darah.
Plasma berisi protein dan faktor pembekuan.
Biasanya diberikan pada:
•perdarahan berat
•gangguan pembekuan
•luka bakar berat
Kalau Pasien DBD, Apa yang Diberikan?
Untuk DBD, yang sering jadi perhatian adalah trombosit.
Namun penting banget dipahami:
pasien DBD tidak selalu otomatis diberi transfusi trombosit
Dokter akan melihat kondisi pasien secara keseluruhan.
Transfusi biasanya dipertimbangkan jika ada:
•perdarahan aktif
•trombosit sangat rendah
•tanda klinis memburuk
Jadi bukan hanya berdasarkan angka saja.
Kalau untuk Perdarahan Hebat?
Kalau pasien mengalami perdarahan banyak, yang paling sering diberikan adalah:
sel darah merah pekat (PRC)
Karena yang dibutuhkan tubuh adalah pengganti darah yang hilang dan peningkatan hemoglobin.
Pada kasus tertentu, dokter juga bisa menambahkan plasma atau trombosit.
Berapa Lama Jarak Boleh Donor?
Untuk donor darah biasa, umumnya jaraknya:
sekitar 2 bulan sekali (56 hari).
Sedangkan donor trombosit bisa lebih sering, biasanya sekitar 2 minggu, sesuai syarat medis.
Donor darah bukan sekadar satu kantong darah.
Masing-masing memiliki fungsi berbeda sesuai kebutuhan pasien.
Next News

Resep Rendang Daging Tanpa Ribet, Tetap Gurih dan Kaya Rempah
in 4 hours

Fenomena Kurban di Media Sosial: Antara Ibadah dan Eksistensi
in 2 hours

Sering Dihina, Ini Alasan Ikan Mola Mola Punya Gelar Terbodoh
in 2 hours

Bye Mata Perih! Trik Iris Bawang Merah Anti Drama
in 2 hours

Veneer Gigi: Investasi Senyum Kekinian atau Tren Mahal yang Penuh Risiko?
in 2 hours

Jangan Lupa Tutup Mulut Saat Menguap, Ini Alasannya!
in 2 hours

Benarkah Langsung Tidur Setelah Makan Bisa Membuat Perut Buncit?
in 2 hours

Benarkah Berjalan Kaki Setelah Makan,Baik Untuk Pencernaan?
in 2 hours

Golongan Darah Anak Mengikuti Ayah atau Ibu? Ini Fakta yang Sering Disalahpahami
in 2 hours

Ikan Asin: Diplomasi Aroma dan Rahasia di Balik Lauk Sejuta Umat
an hour ago





