Bukan Cuma Rokok, 6 Makanan dan Minuman Ini Juga Perlu Dibatasi untuk Jaga Risiko Kanker
RAU - Saturday, 19 September 2026 | 02:00 PM
Kanker dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari genetik hingga lingkungan dan pola hidup. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tertentu.
Ahli gastroenterologi lulusan Harvard, Saurabh Sethi, menyoroti sejumlah jenis pangan yang konsumsinya perlu dibatasi karena berkaitan dengan peningkatan risiko kanker. Berikut beberapa di antaranya:
1. Daging Olahan
Daging olahan seperti sosis, ham, dan produk sejenis termasuk makanan yang perlu dibatasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan daging olahan sebagai karsinogen bagi manusia berdasarkan bukti yang tersedia, terutama terkait kanker kolorektal.
Sebagai pilihan, konsumsi protein segar seperti ayam atau ikan yang dimasak sendiri, serta lengkapi dengan kacang-kacangan dan sumber protein nabati lainnya.
2. Minuman Manis
Minuman bersoda dan minuman dengan tambahan gula sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Konsumsi gula tinggi dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan obesitas, yang berkaitan dengan risiko sejumlah penyakit kronis, termasuk beberapa jenis kanker.
Air putih, teh tanpa gula, atau minuman berbahan buah tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan sehari-hari.
3. Gorengan
Gorengan yang dimasak menggunakan minyak dalam jumlah banyak, terlebih jika minyak digunakan berulang kali, perlu dibatasi. Proses memasak pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa seperti akrilamida pada makanan tertentu.
Mengurangi frekuensi konsumsi gorengan dan memilih metode memasak seperti memanggang, merebus, atau menumis dapat menjadi alternatif.
4. Daging yang Terlalu Gosong
Daging yang dimasak dengan suhu sangat tinggi hingga gosong dapat menghasilkan senyawa seperti heterocyclic amines (HCAs) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs).
Untuk mengurangi pembentukan senyawa tersebut, hindari memasak daging hingga terlalu gosong. Daging juga dapat dimasak dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang dengan suhu yang lebih terkendali.
5. Minuman Beralkohol
Konsumsi alkohol juga berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker. Karena itu, membatasi atau menghindari alkohol dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih sehat.
Sebagai alternatif, pilih air putih, teh tanpa gula, atau minuman lain yang tidak mengandung alkohol.
6. Makanan Ultra Proses
Mi instan, camilan kemasan, makanan siap saji, dan berbagai produk ultra proses lainnya umumnya mengandung kadar gula, garam, lemak, atau bahan tambahan tertentu yang cukup tinggi.
Konsumsi makanan ultra proses secara berlebihan sebaiknya dikurangi. Sebagai gantinya, perbanyak makanan yang lebih minim proses seperti sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan.
Next News

Kurang Tidur Bisa Memengaruhi Tekanan Darah, Benarkah Demikian?
43 minutes ago

Rahang Terasa Kaku Saat Bangun Tidur, Apa Penyebabnya?
44 minutes ago

Minum Cuka Apel Setiap Hari, Apakah Ada Efek Sampingnya?
an hour ago

Makan Apel Sebelum Tidur, Apakah Baik untuk Kesehatan?
an hour ago

Mengapa Tikus Lebih Aktif Mencari Makanan pada Malam Hari?
an hour ago

Mengisi Daya Ponsel Semalaman, Apakah Membuat Konsumsi Listrik Lebih Boros?
an hour ago

Kebiasaan Menggigit Kuku, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?
an hour ago

Suara Serak Selama Beberapa Hari, Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?
an hour ago

Leher Berbunyi Saat Menoleh, Apakah Hal Ini Berbahaya?
an hour ago

dul Rambut Kusut dan Mudah Patah, Apakah Tanda Rambut Kekurangan Nutrisi?
an hour ago





