Rabu, 29 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Benarkah Telur Meningkatkan Kolesterol?

Laila - Wednesday, 29 July 2026 | 07:31 PM

Background
Benarkah Telur Meningkatkan Kolesterol?

Benarkah Telur Meningkatkan Kolesterol?

Telur merupakan salah satu makanan yang mudah ditemukan dan kaya akan nutrisi. Selain mengandung protein berkualitas tinggi, telur juga mengandung vitamin, mineral, dan lemak sehat yang dibutuhkan tubuh. Namun, selama bertahun-tahun telur sering dikaitkan dengan peningkatan kolesterol karena kandungan kolesterolnya yang cukup tinggi.

Lalu, benarkah makan telur dapat menyebabkan kolesterol naik? Jawabannya tidak sesederhana itu. Pengaruh telur terhadap kadar kolesterol tubuh dapat berbeda pada setiap orang dan dipengaruhi oleh pola makan serta gaya hidup secara keseluruhan.

Kandungan Kolesterol dalam Telur

Bagian kuning telur mengandung kolesterol yang cukup tinggi dibandingkan bagian putih telur. Karena alasan tersebut, banyak orang khawatir bahwa mengonsumsi telur secara rutin dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Namun, kolesterol dalam makanan tidak selalu memiliki dampak yang sama dengan kolesterol darah. Tubuh manusia juga memproduksi kolesterol secara alami melalui organ hati untuk berbagai fungsi penting, seperti pembentukan hormon dan produksi vitamin tertentu.

Bagaimana Telur Memengaruhi Kolesterol Tubuh?

Pada sebagian besar orang sehat, konsumsi telur dalam jumlah wajar tidak secara signifikan meningkatkan risiko gangguan kolesterol. Penelitian menunjukkan bahwa respons tubuh terhadap kolesterol makanan dapat berbeda-beda.



Sebagian orang mungkin mengalami sedikit peningkatan kadar kolesterol darah setelah mengonsumsi makanan tinggi kolesterol, sementara sebagian lainnya mengalami perubahan yang sangat kecil.

Telur dan Kolesterol Baik (HDL)

Telur juga diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL, yang sering disebut sebagai kolesterol baik. HDL membantu membawa kolesterol dari jaringan tubuh kembali ke hati untuk diproses.

Keseimbangan antara HDL, LDL (kolesterol yang sering dikaitkan dengan risiko penyakit jantung), serta faktor kesehatan lainnya lebih penting dibandingkan hanya melihat satu jenis angka kolesterol.

Manfaat Telur untuk Kesehatan

Selain menjadi sumber protein, telur memiliki beberapa kandungan penting, seperti:

  • Protein lengkap yang membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.
  • Vitamin B12 yang mendukung fungsi saraf dan pembentukan sel darah.
  • Vitamin D yang berperan dalam kesehatan tulang.
  • Kolin yang membantu fungsi otak dan sistem saraf.
  • Lutein dan zeaxanthin yang mendukung kesehatan mata.

Faktor yang Lebih Berpengaruh terhadap Kolesterol

Kadar kolesterol darah tidak hanya dipengaruhi oleh konsumsi telur. Beberapa faktor lain yang dapat berperan antara lain:



  • Pola makan tinggi lemak jenuh dan lemak trans.
  • Kurangnya aktivitas fisik.
  • Berat badan berlebih.
  • Kebiasaan merokok.
  • Faktor genetik.
  • Kondisi kesehatan tertentu.

Berapa Banyak Telur yang Aman Dikonsumsi?

Jumlah telur yang sesuai dapat berbeda tergantung kondisi kesehatan setiap orang. Bagi banyak orang sehat, mengonsumsi telur sebagai bagian dari pola makan seimbang umumnya masih dapat dilakukan.

Namun, bagi seseorang yang memiliki kolesterol tinggi, diabetes, atau risiko penyakit jantung tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menentukan jumlah konsumsi yang tepat.

Cara Mengonsumsi Telur dengan Lebih Sehat

Agar manfaat telur lebih optimal, perhatikan cara pengolahannya:

  • Pilih metode memasak seperti direbus atau dikukus.
  • Hindari terlalu sering menggoreng telur dengan banyak minyak atau lemak tambahan.
  • Padukan telur dengan sayuran, biji-bijian, atau makanan bergizi lainnya.
  • Tetap jaga keseimbangan pola makan secara keseluruhan.

Kesimpulan

Anggapan bahwa telur selalu menyebabkan kolesterol tinggi tidak sepenuhnya benar. Meskipun telur mengandung kolesterol, pengaruhnya terhadap kadar kolesterol darah berbeda pada setiap orang. Bagi kebanyakan orang sehat, telur dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang karena kaya akan protein dan berbagai nutrisi penting.

Yang paling berpengaruh terhadap kesehatan jantung bukan hanya satu jenis makanan, melainkan keseluruhan pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup sehari-hari.



Tags