Benarkah Es Batu Bisa Mengurangi Kemerahan di Wajah?
Laila - Wednesday, 15 July 2026 | 05:28 PM


Mengompres wajah dengan es batu menjadi salah satu tips kecantikan yang cukup populer. Banyak orang percaya bahwa es batu dapat membantu mengurangi kemerahan, mengecilkan pori-pori, hingga membuat wajah tampak lebih segar. Namun, benarkah manfaat tersebut didukung oleh penjelasan medis?
Secara umum, suhu dingin memang dapat memberikan efek menenangkan pada kulit yang mengalami kemerahan ringan. Meski demikian, penggunaan es batu tidak boleh dilakukan sembarangan karena berisiko menimbulkan iritasi jika bersentuhan langsung dengan kulit terlalu lama.
Mengapa Es Batu Bisa Mengurangi Kemerahan?
Saat es batu ditempelkan pada kulit, suhu dingin menyebabkan pembuluh darah di permukaan kulit menyempit (vasokonstriksi). Kondisi ini dapat membantu mengurangi aliran darah sementara ke area yang kemerahan sehingga warna merah tampak lebih berkurang.
Selain itu, sensasi dingin juga dapat memberikan efek menenangkan pada kulit yang terasa panas atau sedikit bengkak akibat paparan sinar matahari ringan, jerawat yang meradang, atau iritasi ringan setelah aktivitas tertentu.
Namun, efek ini umumnya hanya bersifat sementara dan bukan merupakan pengobatan untuk penyebab utama kemerahan.
Kapan Es Batu Dapat Membantu?
Kompres dingin menggunakan es batu yang dibungkus kain bersih dapat membantu pada beberapa kondisi, seperti:
- Kemerahan ringan setelah berolahraga.
- Kulit terasa panas akibat cuaca.
- Bengkak ringan setelah menangis.
- Peradangan ringan pada jerawat.
- Wajah yang tampak sembap saat bangun tidur.
Pada kondisi tersebut, suhu dingin membantu memberikan rasa nyaman dan mengurangi pembengkakan untuk sementara waktu.
Cara Menggunakan Es Batu yang Aman
Agar kulit tetap terlindungi, gunakan es batu dengan cara yang benar:
- Bungkus es batu menggunakan kain bersih atau handuk tipis.
- Tempelkan secara perlahan pada area wajah selama 1–2 menit.
- Hindari menggosok es batu terlalu keras.
- Jangan menempelkan es langsung ke kulit dalam waktu lama karena dapat menyebabkan iritasi atau kerusakan jaringan kulit.
- Hentikan penggunaan jika muncul rasa nyeri, perih, atau kulit berubah sangat pucat.
Siapa yang Sebaiknya Berhati-Hati?
Tidak semua orang cocok menggunakan terapi dingin pada wajah. Sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika memiliki kondisi berikut:
- Kulit sangat sensitif.
- Rosacea.
- Eksim atau dermatitis.
- Alergi terhadap suhu dingin (cold urticaria).
- Luka terbuka pada wajah.
Pada kondisi tersebut, paparan suhu dingin justru dapat memperburuk keluhan.
Apakah Es Batu Bisa Mengecilkan Pori-Pori?
Salah satu mitos yang cukup populer adalah es batu dapat mengecilkan pori-pori secara permanen. Faktanya, pori-pori tidak dapat berubah ukuran secara permanen hanya karena ditempelkan es batu.
Suhu dingin memang dapat membuat kulit terasa lebih kencang sehingga pori-pori tampak lebih kecil untuk sementara. Namun, efek tersebut akan hilang setelah suhu kulit kembali normal.
Cara Mengatasi Kemerahan Secara Lebih Efektif
Jika kemerahan sering terjadi atau berlangsung lama, langkah yang lebih tepat adalah mencari penyebabnya. Beberapa cara yang dapat membantu antara lain:
- Menggunakan pelembap yang sesuai dengan jenis kulit.
- Memakai sunscreen setiap pagi untuk melindungi kulit dari sinar UV.
- Menghindari produk yang mengandung bahan keras jika kulit sensitif.
- Menggunakan produk dengan kandungan yang membantu menenangkan kulit, seperti niacinamide, panthenol, atau centella asiatica.
- Berkonsultasi dengan dokter kulit jika kemerahan tidak membaik atau disertai rasa nyeri dan gatal.
Kesimpulan
Es batu memang dapat membantu mengurangi kemerahan ringan pada wajah melalui efek pendinginan yang membuat pembuluh darah menyempit untuk sementara. Namun, manfaat ini hanya bersifat sementara dan bukan solusi untuk mengatasi penyebab utama kemerahan.
Gunakan es batu dengan cara yang aman, yaitu dibungkus kain bersih dan tidak ditempelkan langsung ke kulit terlalu lama. Jika kemerahan sering muncul atau semakin parah, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai.
Next News

Kupu-Kupu, Si Cantik Bersayap yang Diam-Diam Menjaga Ketahanan Pangan Manusia
5 hours ago

Mengenal Penyu, Penjelajah Samudra yang Terancam Punah dan Perlu Dilestarikan
6 hours ago

Mengenal Gajah, Mamalia Darat Terbesar yang Cerdas dan Berperan Penting bagi Ekosistem
6 hours ago

Daun Mint, Tanaman Herbal yang Menyegarkan dan Kaya Manfaat bagi Kesehatan
6 hours ago

Daun Pandan, Tanaman Aromatik dengan Segudang Manfaat untuk Masakan dan Kesehatan
6 hours ago

Menu Masak Praktis ala Anak Kos, Hemat, Bergizi, dan Mudah Dibuat
6 hours ago

Jangan Anggap Sepele, Dehidrasi Bisa Ganggu Kesehatan dan Aktivitas Sehari-hari
6 hours ago

Makan Terlalu Cepat Bisa Membahayakan Kesehatan, Ini Dampaknya bagi Tubuh
6 hours ago

Seni Menemukan Rumah di Tengah Hustle Culture: Pentingnya Quality Time Bersama Keluarga
6 hours ago

7 Agustus 1945: Pembentukan PPKI, Langkah Penting Menuju Kemerdekaan Indonesia
21 hours ago





