BAB Tidak Lancar? Ini Kebiasaan yang Bisa Jadi Penyebabnya
Tata - Friday, 29 May 2026 | 10:25 AM


Susah buang air besar (BAB) atau sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan yang cukup umum dialami banyak orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini biasanya ditandai dengan frekuensi BAB yang lebih jarang, feses keras, dan rasa tidak nyaman saat buang air besar.
Meski sering dianggap sepele, sembelit yang dibiarkan terlalu lama dapat mengganggu aktivitas sehari-hari hingga menurunkan kualitas hidup. Bahkan, pada beberapa kasus, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Penyebab Susah BAB
Sembelit bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari pola hidup yang kurang sehat hingga kondisi medis tertentu. Berikut beberapa penyebab susah BAB yang paling umum.
1. Kurang Aktivitas Fisik
Jarang bergerak atau kurang olahraga dapat memperlambat kerja usus sehingga feses menumpuk dan menjadi keras. Otot perut yang lemah juga membuat proses BAB terasa lebih sulit.
Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:
- Frekuensi BAB berkurang
- Perut terasa penuh dan kembung
- BAB menjadi tidak lancar
2. Irritable Bowel Syndrome (IBS)
IBS merupakan gangguan pencernaan yang memengaruhi pergerakan usus. Kondisi ini dapat menyebabkan sembelit berkepanjangan, nyeri perut, perut kembung, hingga rasa BAB yang tidak tuntas.
Pada sebagian orang, gejala IBS juga bisa bergantian dengan diare, terutama saat stres atau setelah mengonsumsi makanan tertentu.
3. Terlalu Sering Menggunakan Obat Pencahar
Pemakaian laksatif secara berlebihan dapat membuat usus kehilangan kemampuan bekerja secara alami. Akibatnya, tubuh menjadi bergantung pada obat pencahar untuk BAB.
Dampak yang dapat terjadi meliputi:
- Gerakan usus melemah
- BAB sulit tanpa bantuan obat
- Risiko sembelit kronis meningkat
4. Kurang Serat dan Cairan
Kurangnya asupan serat dan air putih menjadi salah satu penyebab utama sembelit. Serat membantu menyerap air sehingga tekstur feses menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan.
Namun, penambahan serat sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tidak memicu perut kembung atau rasa tidak nyaman.
5. Konsumsi Suplemen Tertentu
Beberapa jenis suplemen dapat memicu sembelit, terutama jika dikonsumsi berlebihan. Suplemen yang sering dikaitkan dengan sembelit antara lain:
- Kalsium
- Zat besi
- Vitamin D dosis tinggi
- Protein powder tertentu
- NAC dan beta-sitosterol
6. Perubahan Rutinitas Saat Bepergian
Traveling atau perjalanan jauh sering membuat pola BAB berubah. Perubahan jadwal makan, kurang minum, hingga perbedaan zona waktu dapat memengaruhi sistem pencernaan.
Agar BAB tetap lancar saat bepergian:
- Perbanyak minum air putih
- Hindari menahan BAB
- Tetap aktif bergerak
7. Stres
Stres dapat memengaruhi kerja sistem pencernaan karena tubuh lebih fokus merespons tekanan dibandingkan proses pencernaan. Akibatnya, gerakan usus menjadi lebih lambat.
Mengelola stres dengan baik dapat membantu mengurangi risiko sembelit.
8. Efek Samping Obat
Beberapa obat medis diketahui dapat menyebabkan sembelit sebagai efek samping, seperti:
- Obat pereda nyeri tertentu
- Antidepresan
- Obat tekanan darah tinggi
Jika sembelit muncul setelah penggunaan obat jangka panjang, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
9. Kondisi Medis Tertentu
Penyakit tertentu seperti hipotiroidisme, Parkinson, stroke, hingga gangguan otot panggul dapat menyebabkan sembelit kronis.
Pada kondisi tertentu, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.
Cara Mengatasi Susah BAB
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu melancarkan BAB secara alami.
1. Perbaiki Pola Makan
Pola makan sehat sangat berpengaruh terhadap kesehatan pencernaan. Beberapa cara yang dapat dilakukan:
- Perbanyak konsumsi buah dan sayur
- Pilih makanan tinggi serat seperti oats dan gandum utuh
- Minum air putih yang cukup
- Kurangi alkohol dan makanan rendah serat
Buah seperti apel, stroberi, anggur, dan aprikot juga dapat membantu melunakkan feses secara alami.
2. Biasakan Rutinitas BAB yang Teratur
Melatih tubuh BAB pada waktu yang sama setiap hari dapat membantu usus bekerja lebih teratur.
Saat BAB, gunakan posisi yang nyaman dengan menopang kaki menggunakan bangku kecil agar posisi lutut lebih tinggi dari pinggul. Posisi ini membantu mempermudah proses pengeluaran feses.
Susah BAB memang sering dianggap masalah ringan, tetapi kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan. Menjaga pola makan, rutin bergerak, cukup minum, dan mengelola stres dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit datang kembali.
Next News

Kebanyakan Orang Bisa Mendengar Lebih Baik dengan Kuping Kanan: Mitos atau Fakta?
5 hours ago

Taukah Kamu? Berdiri Lama Tanpa Menekuk Lutut Sama Sekali Akan Membuat Kita Pingsan
5 hours ago

Peralatan Multifungsi yang Wajib Dimiliki di Rumah, Praktis dan Menghemat Pengeluaran
in 7 hours

Bagaimana Internet Mengubah Cara Manusia Berinteraksi? Dari Surat hingga Komunikasi Instan
in 7 hours

Negara-Negara dengan Inovasi Teknologi Paling Maju di Dunia
in 7 hours

Mengenal Tanda-Tanda Tubuh yang Kekurangan Nutrisi Penting, Jangan Abaikan Gejalanya
in 7 hours

Mitos dan Fakta Seputar Detoks Tubuh, Jangan Sampai Salah Paham
in 7 hours

Pohon Maidenhair (Ginkgo biloba): Warisan Hidup dari Era Dinosaurus
6 hours ago

Keajaiban Alam Ini Membuat Para Ilmuwan Terpukau
in 6 hours

Apa yang Terjadi Jika Manusia Tidak Tidur Selama Seminggu?
in 6 hours





