Rabu, 14 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Apel yang Sudah Dipotong Berubah Cokelat, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

icaa - Wednesday, 14 October 2026 | 01:31 PM

Background
Apel yang Sudah Dipotong Berubah Cokelat, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apel merupakan buah yang sering dikonsumsi sebagai camilan karena rasanya segar dan praktis dibawa ke mana saja. Namun, ada satu hal yang kerap terjadi setelah apel dipotong, yaitu warna daging buahnya perlahan berubah menjadi kecokelatan.

Perubahan warna tersebut biasanya terlihat pada bagian yang terbuka setelah kulit apel dikupas atau daging buahnya dipotong. Kondisi ini terkadang membuat apel terlihat kurang segar, meskipun baru saja disiapkan untuk dimakan.

Lantas, apa yang menyebabkan apel berubah menjadi cokelat setelah dipotong? Apakah perubahan warna tersebut menandakan bahwa apel sudah tidak layak dikonsumsi?

1. Reaksi Apel dengan Oksigen di Udara

Penyebab utama apel berubah menjadi kecokelatan setelah dipotong adalah reaksi pencokelatan enzimatis. Proses ini terjadi ketika jaringan buah yang sebelumnya terlindungi oleh kulit dan struktur sel mengalami kerusakan akibat pemotongan.

Saat apel masih utuh, berbagai komponen di dalam sel buah berada dalam bagian yang terpisah. Setelah apel dipotong, struktur sel rusak sehingga enzim tertentu dapat bertemu dengan senyawa fenolik yang terdapat dalam buah.



Ketika bagian tersebut juga terkena oksigen dari udara, reaksi kimia mulai berlangsung dan menghasilkan senyawa yang kemudian membentuk pigmen berwarna cokelat.

Itulah sebabnya permukaan apel yang dipotong dapat berubah warna secara bertahap. Semakin lama bagian tersebut terpapar udara, perubahan warna biasanya semakin terlihat.

2. Peran Enzim Polifenol Oksidase

Salah satu komponen penting dalam proses pencokelatan apel adalah enzim polifenol oksidase atau polyphenol oxidase (PPO).

Enzim ini membantu mengoksidasi senyawa fenolik ketika jaringan buah rusak dan terkena oksigen. Reaksi tersebut menghasilkan senyawa antara yang kemudian membentuk pigmen berwarna cokelat.

Proses serupa juga dapat terjadi pada buah dan bahan pangan lain, seperti pir, pisang, kentang, dan alpukat. Tingkat kecepatan perubahan warna berbeda-beda, bergantung pada jenis bahan, aktivitas enzim, serta kondisi penyimpanannya.



Dengan demikian, warna kecokelatan pada apel yang baru dipotong merupakan hasil reaksi alami di dalam buah, bukan semata-mata tanda bahwa apel telah membusuk.

3. Apakah Apel yang Berubah Cokelat Masih Aman Dimakan?

Apel yang berubah kecokelatan akibat paparan oksigen umumnya masih aman dikonsumsi. Perubahan warna tersebut lebih berkaitan dengan reaksi kimia pada permukaan buah daripada pembusukan.

Meski demikian, kondisi apel tetap perlu diperhatikan. Apel yang sudah terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang, disimpan dalam kondisi tidak bersih, atau mengalami kerusakan dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.

Periksa apakah apel mengeluarkan bau yang tidak biasa, memiliki tekstur berlendir, atau menunjukkan pertumbuhan jamur. Jika terdapat tanda-tanda tersebut, sebaiknya apel tidak dikonsumsi.

Perlu diingat bahwa warna saja tidak selalu cukup untuk menentukan keamanan makanan. Apel yang terlihat masih cerah belum tentu aman jika telah terkontaminasi, sedangkan apel yang sedikit kecokelatan belum tentu rusak.



4. Cara Mencegah Apel Berubah Kecokelatan

Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk memperlambat perubahan warna pada apel yang telah dipotong.

Menggunakan air perasan lemon

Air lemon mengandung asam yang dapat membantu menghambat aktivitas enzim pencokelatan. Selain itu, kandungan antioksidannya turut membantu memperlambat reaksi yang menyebabkan perubahan warna.

Caranya, oleskan sedikit air perasan lemon pada permukaan apel atau celupkan potongan apel sebentar ke dalam campuran air dan lemon. Namun, penggunaan lemon dapat membuat rasa apel sedikit lebih asam.

Merendam apel dalam air bersih



Potongan apel dapat direndam sebentar dalam air bersih untuk mengurangi kontak langsung permukaannya dengan oksigen. Setelah itu, tiriskan apel sebelum disajikan.

Cara ini dapat membantu memperlambat pencokelatan, meskipun hasilnya mungkin tidak bertahan lama jika apel kembali terpapar udara.

Menyimpan apel dalam wadah tertutup

Masukkan potongan apel ke dalam wadah bersih yang tertutup rapat. Cara ini membantu mengurangi paparan udara sekaligus menjaga apel dari kontaminasi selama penyimpanan.

Apel yang telah dipotong sebaiknya segera dimasukkan ke dalam lemari es jika tidak langsung dimakan.



Menggunakan larutan garam encer

Merendam potongan apel sebentar dalam larutan garam encer juga dapat membantu memperlambat pencokelatan. Setelahnya, apel dapat dibilas ringan jika diperlukan untuk mengurangi rasa asin.

Gunakan larutan secukupnya agar rasa alami buah tidak banyak berubah.

5. Apakah Menyimpan Apel di Kulkas Bisa Menghentikan Pencokelatan?

Penyimpanan di lemari es dapat memperlambat aktivitas enzim dan sejumlah reaksi kimia yang menyebabkan apel berubah warna. Namun, suhu dingin tidak sepenuhnya menghentikan proses pencokelatan.

Karena itu, apel yang sudah dipotong tetap dapat berubah kecokelatan meskipun disimpan di dalam kulkas, terutama jika permukaannya masih terpapar udara.



Untuk hasil yang lebih baik, simpan apel dalam wadah tertutup dan masukkan ke lemari es sesegera mungkin. Hindari membiarkan potongan apel terlalu lama pada suhu ruang, khususnya dalam kondisi panas.

Jika ingin mempertahankan tampilan apel agar tetap segar, sebaiknya potong buah mendekati waktu penyajian.