Apakah Ikan Pari Berbahaya? Simak Fakta Menarik di Baliknya
Tata - Saturday, 28 March 2026 | 04:00 PM


Ikan Pari: Si "Karpet Terbang" Lautan yang Sering Salah Dimengerti
Pernahkah kalian main ke akuarium raksasa atau snorkeling di laut lepas, lalu tiba-tiba ada bayangan lebar yang meluncur pelan di bawah kaki? Rasanya campur aduk, ya? Ada rasa kagum karena gerakannya yang estetik kayak lagi terbang, tapi ada juga rasa deg-degan, "Aduh, ini nyengat nggak ya?" Nah, itulah pesona ikan pari. Makhluk yang bentuknya lebih mirip karpet ruang tamu daripada ikan pada umumnya ini memang punya daya tarik yang magis banget.
Ikan pari itu ibarat alien yang nyasar ke dalam air. Kalau ikan lain bentuknya silinder atau pipih ke samping, si pari ini malah milih buat jadi gepeng sekalian. Tapi jangan salah, di balik bentuknya yang unik itu, ikan pari menyimpan banyak cerita yang seru buat dikulik. Dari wajahnya yang seolah-olah selalu tersenyum sampai reputasinya yang agak "seram" gara-gara tragedi mendiang Steve Irwin.
Wajah "Senyum" yang Sebenarnya Bukan Muka
Salah satu hal paling lucu dan sering bikin orang salah fokus adalah bagian bawah tubuh ikan pari. Kalau kita melihat mereka dari bawah kaca akuarium, kita bakal melihat semacam mata kecil dan mulut yang melengkung membentuk senyuman. Gemas banget, kan? Rasanya pengen ngasih makan atau sekadar menyapa.
Tapi, jangan tertipu dulu, gaes. "Mata" yang kalian lihat itu sebenarnya adalah lubang hidung atau nostrils. Mata aslinya justru ada di bagian atas tubuh mereka. Jadi, sementara mereka seolah-olah "tersenyum" ke kita, mata mereka sebenarnya lagi sibuk memantau keadaan di atas permukaan air atau mencari predator. Strategi desain tubuh dari Tuhan ini memang juara banget buat urusan kamuflase. Sambil menyelam minum air, sambil senyum nungguin mangsa lewat.
Manta vs. Pari Biasa: Si Raksasa Lembut dan Si Pemalu Berbisa
Kita sering menyamaratakan semua yang bentuknya gepeng itu sebagai ikan pari. Padahal, keluarganya luas banget. Yang paling kondang tentu saja Pari Manta. Manta ini ibarat "raksasa yang budiman" di lautan. Ukurannya bisa sampai tujuh meter, tapi mereka nggak punya sengatan beracun di ekornya. Manta juga lebih suka berenang bebas di kolom air (pelagis), beda sama sepupu-sepupunya yang hobi rebahan di pasir laut.
Nah, yang harus diwaspadai justru jenis stingray atau pari yang ukurannya lebih kecil. Mereka ini tipe-tipe ikan yang "introvert" alias pemalu. Mereka lebih suka ngumpet di balik pasir dasar laut supaya nggak kelihatan predator. Masalahnya, karena hobi ngumpet ini, manusia sering nggak sengaja menginjak mereka pas lagi main di pinggir pantai. Karena kaget dan merasa terancam, mereka pun reflek menggunakan ekornya yang kayak cambuk itu buat mempertahankan diri. Jadi sebenarnya, mereka nggak jahat, mereka cuma kaget aja kayak kita kalau tiba-tiba ada yang nepuk pundak dari belakang pas lagi asyik melamun.
Kenikmatan Mangut Pari dan Dilema Konservasi
Ngomongin ikan pari di Indonesia rasanya kurang afdol kalau nggak nyinggung soal urusan perut. Siapa sih yang bisa nolak aroma sedap dari Mangut Pari atau Ikan Pari Asap? Tekstur dagingnya yang unik—sedikit berserat tapi lembut—plus tulang mudanya yang bisa dikunyah kriuk-kriuk, bikin ikan ini jadi primadona di meja makan, terutama di daerah pesisir Jawa.
Tapi, jujur aja nih, ada perasaan dilema juga pas kita menyantapnya. Populasi ikan pari di alam liar itu nggak se-oke ikan kembung atau tongkol. Mereka ini pertumbuhannya lambat banget dan jumlah anaknya pun nggak banyak. Kalau kita terus-terusan mengonsumsi tanpa kontrol, bisa-bisa anak cucu kita cuma bisa lihat ikan pari lewat video YouTube doang. Sekarang sudah banyak kampanye untuk lebih bijak dalam mengonsumsi hasil laut, termasuk memilih jenis pari mana yang memang boleh ditangkap dan mana yang sudah masuk daftar merah alias terancam punah.
Vibes Santai tapi Mematikan?
Banyak orang masih punya trauma kolektif kalau dengar nama ikan pari. Bayang-bayang ekor beracun yang bisa bikin celaka memang nyata. Tapi kalau kita mau sedikit lebih objektif, ikan pari itu sebenarnya makhluk yang sangat pasif. Mereka nggak bakal ngejar manusia buat nyerang. Selama kita menjaga jarak dan nggak mencoba buat "mengganggu ketenangan" mereka, mereka bakal asyik-asyik aja berenang di sekitarmu.
Ada tips receh tapi berguna buat kalian yang hobi main ke pantai yang banyak ikan parinya: lakukan "stingray shuffle". Caranya, jangan angkat kaki tinggi-tinggi pas jalan di dalam air, tapi seret kaki kalian di atas pasir. Getaran dari seretan kaki ini bakal ngasih tahu ikan pari kalau ada "tamu" yang mau lewat, jadi mereka punya waktu buat pergi duluan sebelum terinjak. Simpel, kan? Intinya adalah saling menghargai ruang masing-masing.
Kesimpulan: Mari Jaga Si Penari Laut Ini
Ikan pari adalah bagian penting dari ekosistem laut kita. Keberadaan mereka menjaga keseimbangan populasi hewan-hewan kecil di dasar laut. Selain itu, mereka juga jadi daya tarik pariwisata yang luar biasa. Coba tanya para penyelam, melihat sekelompok pari meluncur dengan anggun itu rasanya kayak dapet healing premium yang nggak bisa dibeli pakai uang.
Sebagai manusia yang hidup berdampingan dengan alam, tugas kita adalah memastikan bahwa "karpet terbang" ini tetap bisa menari di lautan luas. Entah itu dengan cara mengurangi sampah plastik yang bisa merusak habitat mereka, atau dengan lebih selektif soal apa yang masuk ke piring makan kita. Ikan pari mungkin nggak bisa protes kalau lautnya kotor, tapi hilangnya mereka bakal jadi kerugian besar buat keindahan planet kita. Jadi, yuk lebih peduli lagi sama si makhluk senyum dari bawah laut ini!
Next News

Mengapa Orang Bisa Mengigau Saat Tidur?
8 hours ago

Benarkah Gula Aren Lebih Sehat dari Gula Putih?
8 hours ago

Bahasa Yang Paling Sulit Dipelajari di Dunia
8 hours ago

10 Kota Paling Misterius di Dunia
8 hours ago

Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan: Rempah Aromatik yang Kaya Khasiat
8 hours ago

Teknologi yang Dulu Dianggap Mustahil Dan Kini Menjadi Nyata
8 hours ago

Hidung Mancung Impian atau Mimpi Buruk? Sisi Lain Operasi Plastik Hidung yang Jarang Dibahas
in an hour

Cendrawasih: Pesona 'Burung Surga' dari Papua yang Keindahannya Nyaris Tak Masuk Akal
in an hour

Anjing vs Kucing: Kenapa yang Satu Setia Banget, yang Satu Lagi Terlihat Semaunya? Ini Penjelasan Ilmiahnya!
in an hour

Mengenal Sisi Unik Pohon Pinus: Dari Strategi Bertahan Hidup hingga Manfaat bagi Manusia
in an hour





