Apakah Hewan Bisa Bermimpi?
Laila - Wednesday, 01 July 2026 | 12:20 PM


Banyak pemilik hewan peliharaan pernah menyaksikan pemandangan yang menggemaskan.
Seekor anjing yang sedang tidur tiba-tiba menggerakkan kakinya seolah sedang berlari. Ada pula kucing yang kumisnya berkedut, telinganya bergerak, bahkan sesekali mengeluarkan suara lirih.
Melihat hal itu, sebagian orang bercanda, "Jangan dibangunkan, dia lagi mimpi mengejar tikus."
Meski terdengar lucu, pertanyaan tersebut ternyata juga menarik perhatian para ilmuwan.
Apakah hewan benar-benar bisa bermimpi?
Hingga kini, tidak ada cara untuk bertanya langsung kepada hewan tentang apa yang mereka alami saat tidur. Namun, melalui penelitian terhadap aktivitas otak, para ilmuwan menemukan banyak petunjuk yang mengarah pada satu kesimpulan: banyak hewan kemungkinan memang bermimpi.
Tidur Hewan Tidak Sesederhana yang Kita Bayangkan
Dulu, para peneliti mengira tidur pada hewan hanyalah waktu untuk beristirahat.
Namun, perkembangan teknologi yang mampu merekam aktivitas otak menunjukkan bahwa banyak mamalia mengalami beberapa tahapan tidur, termasuk fase Rapid Eye Movement (REM).
Pada manusia, fase REM ditandai dengan gerakan mata yang cepat di balik kelopak mata, aktivitas otak yang tinggi, serta munculnya sebagian besar mimpi.
Menariknya, pola yang hampir serupa juga ditemukan pada berbagai jenis hewan.
Penelitian yang Mengubah Cara Pandang Ilmuwan
Salah satu penelitian paling terkenal dilakukan oleh ahli saraf asal Amerika, Matthew Wilson dari Massachusetts Institute of Technology.
Dalam penelitiannya terhadap tikus, Wilson merekam aktivitas sel-sel otak ketika tikus berlari melewati sebuah labirin.
Saat tikus itu tertidur, pola aktivitas otaknya kembali muncul dengan urutan yang sangat mirip.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa otak tikus seolah-olah sedang "memutar ulang" pengalaman yang baru dialaminya.
Banyak ilmuwan menilai hal ini sebagai bukti kuat bahwa tikus kemungkinan sedang mengalami sesuatu yang menyerupai mimpi.
Bagaimana dengan Anjing dan Kucing?
Anjing merupakan salah satu hewan yang paling sering menunjukkan gerakan saat tidur.
Mereka bisa menggerakkan kaki, mengibaskan ekor, menggerakkan telinga, hingga mengeluarkan suara kecil.
Menurut dokter hewan, gerakan tersebut umumnya terjadi saat memasuki fase REM.
Karena anjing menghabiskan banyak waktunya bermain, berjalan, atau berinteraksi dengan manusia, para peneliti menduga pengalaman sehari-hari itulah yang mungkin muncul kembali dalam mimpinya.
Hal serupa juga terjadi pada kucing.
Seekor kucing yang tampak mengeong pelan atau menggerakkan cakarnya saat tidur belum tentu sedang mengalami gangguan. Selama gerakannya ringan dan sesaat, kondisi tersebut biasanya merupakan bagian normal dari fase REM.
Apakah Semua Hewan Bermimpi?
Belum tentu.
Bukti paling kuat saat ini terdapat pada mamalia, seperti anjing, kucing, tikus, kuda, hingga gajah.
Beberapa penelitian juga menemukan bahwa burung mengalami fase tidur yang menyerupai REM.
Namun, untuk ikan, reptil, dan sebagian hewan lain, penelitian masih terus berlangsung.
Dengan kata lain, kemampuan bermimpi kemungkinan tidak dimiliki semua hewan dalam bentuk yang sama.
Apakah Hewan Bisa Mengalami Mimpi Buruk?
Kemungkinan itu ada.
Karena hewan juga mengalami emosi seperti takut, cemas, atau senang, para ilmuwan menduga pengalaman tersebut dapat muncul kembali saat tidur.
Misalnya, seekor anjing yang pernah mengalami pengalaman buruk mungkin tampak gelisah ketika sedang tidur.
Namun, karena hewan tidak dapat menceritakan isi mimpinya, hal ini masih menjadi dugaan ilmiah yang belum bisa dipastikan sepenuhnya.
Haruskah Hewan Dibangunkan Saat Bermimpi?
Jika hewan hanya bergerak kecil atau mengeluarkan suara pelan, sebaiknya tidak perlu dibangunkan.
Sama seperti manusia, tidur merupakan proses penting bagi pemulihan tubuh dan otak.
Membangunkan hewan secara tiba-tiba justru dapat membuatnya kaget atau bingung, bahkan pada beberapa kasus anjing bisa bereaksi spontan karena belum sepenuhnya sadar.
Lebih baik biarkan hewan menyelesaikan siklus tidurnya secara alami.
Mengapa Penelitian tentang Mimpi Hewan Penting?
Mempelajari tidur hewan bukan sekadar untuk mengetahui apakah mereka bermimpi.
Penelitian ini membantu ilmuwan memahami bagaimana otak membentuk ingatan, memproses pengalaman, dan belajar dari lingkungan.
Temuan tersebut bahkan menjadi dasar bagi berbagai penelitian tentang gangguan tidur dan penyakit neurologis pada manusia.
Hingga saat ini, ilmuwan memang belum bisa mengetahui isi mimpi seekor anjing, kucing, atau hewan lainnya.
Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa banyak mamalia mengalami fase tidur REM dan aktivitas otak yang sangat mirip dengan manusia ketika bermimpi.
Jadi, ketika melihat anjing peliharaan Anda menggerakkan kakinya saat tidur atau kucing mengeong pelan dalam lelapnya, bisa jadi ia memang sedang "mengulang" pengalaman menyenangkan yang dialaminya pada siang hari.
Meski isi mimpinya tetap menjadi misteri, satu hal tampaknya semakin jelas: dunia tidur dan mimpi bukan hanya milik manusia.
Next News

Apa Itu Self-Esteem? Ini Penjelasan Lengkapnya
in 6 hours

Mengapa Kita Lebih Mudah Mengingat Wajah daripada Nama?
in 6 hours

Mengapa Otak Menyukai Hal-Hal Baru?
in 6 hours

Mengapa Ventilasi Rumah Sangat Penting?
in 3 hours

Mengapa Membersihkan Kamar Membuat Pikiran Lebih Tenang?
in 3 hours

Mengapa Daerah Pantai Lebih Panas?
in 3 hours

Mengapa Hutan Disebut Paru-Paru Dunia?
in 3 hours

Bagaimana Awan Bisa Berubah Bentuk? Cek Penjelasan Lengkapnya
in 3 hours

Makanan Fermentasi dan Manfaatnya bagi Pencernaan
in 2 hours

Bagaimana Embun Terbentuk pada Pagi Hari?
in 2 hours





