Selasa, 1 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Petir Menyambar?

Laila - Tuesday, 01 September 2026 | 12:00 PM

Background
Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Petir Menyambar?

Waduh, Jantung Mau Copot! Apa Sih yang Sebenernya Terjadi Pas Petir Menyambar?

Bayangkan skenario ini: Sore hari, langit Jakarta atau Bandung lagi mendung-mendungnya, bau tanah basah alias petrichor mulai tercium, dan lo lagi asyik nyeruput kopi sambil dengerin lagu indie yang galau. Tiba-tiba, "DUARRR!" Suara menggelegar menyambar, kaca jendela bergetar, dan jantung lo rasanya mau pindah ke lambung. Ya, itulah petir, salah satu pertunjukan kembang api alami paling dramatis sekaligus mengerikan yang pernah ada.

Banyak dari kita yang menganggap petir itu cuma sekadar kilatan cahaya yang lewat atau tanda kalau langit lagi marah (mungkin karena kebanyakan nonton Thor). Tapi, kalau kita bedah lebih dalam secara sains tapi dengan gaya tongkrongan, proses terjadinya petir itu jauh lebih ribet, kacau, dan luar biasa "panas" daripada sekadar gesekan awan biasa. Jadi, apa sih yang sebenarnya terjadi di atas sana?

Tawuran Elektron di Balik Awan

Segalanya dimulai dari awan yang disebut Kumulonimbus. Awan ini bukan awan putih cantik mirip kembang kapas yang sering lo lihat di wallpaper HP, tapi awan raksasa yang tingginya bisa berkilo-kilo meter ke atas. Di dalam sana, suasananya kacau balau kayak antrean konser gratisan. Ada kristal es kecil yang naik ke atas dan butiran air atau es yang lebih berat jatuh ke bawah. Pas mereka papasan, terjadilah gesekan yang hebat.

Gesekan ini bikin elektron-elektron ini pada pindah tempat. Kristal es yang ringan jadi bermuatan positif dan naik ke puncak awan, sementara butiran yang lebih berat jadi bermuatan negatif dan ngumpul di dasar awan. Nah, hukum alam itu simpel: yang beda kutub pasti pengen narik-narikan. Muatan negatif di dasar awan ini mulai "genit" nyari pasangan muatan positif yang ada di permukaan bumi. Entah itu pohon, gedung tinggi, atau—amit-amit—lo yang lagi berdiri di tengah lapangan bola sambil main HP.

Proses PDKT Kilat: Stepped Leader dan Streamer

Petir itu nggak langsung "jebret" jatuh gitu aja. Ada proses PDKT-nya dulu yang namanya stepped leader. Ini adalah aliran muatan negatif yang turun dari awan dalam langkah-langkah kecil yang nggak kelihatan mata manusia. Dia kayak lagi nyari jalan paling gampang buat nyampe ke tanah. Di saat yang sama, benda-benda di tanah yang punya muatan positif juga nggak mau kalah. Mereka ngirim sinyal balik yang namanya streamer ke arah atas.



Pas si stepped leader ketemu sama streamer, terjadilah "kontak batin" alias sirkuit listrik tertutup. Di detik itulah, ledakan energi raksasa yang kita sebut petir itu terjadi. Cahaya yang lo lihat itu sebenarnya adalah arus balik dari bawah ke atas (return stroke), tapi saking cepetnya, mata kita ngelihatnya kayak cahaya yang jatuh dari langit. Kecepatannya? Jangan ditanya. Petir bisa melesat sekitar 300.000 kilometer per jam. Nggak ada ojol yang bisa nyalip kecepatan segitu, bos.

Lebih Panas dari Permukaan Matahari

Satu fakta yang bakal bikin lo melongo: suhu satu sambaran petir itu bisa mencapai sekitar 30.000 derajat Celcius. Sebagai perbandingan, permukaan matahari "cuma" sekitar 5.500 derajat Celcius. Jadi, petir itu lima kali lebih panas daripada permukaan matahari. Gila, kan? Bayangin energi segede itu lewat di udara.

Karena suhunya yang luar biasa ekstrem dalam waktu sepersekian detik, udara di sekitar jalur petir itu memuai atau meledak secara mendadak. Ledakan udara inilah yang menghasilkan gelombang kejut yang kita dengar sebagai guntur atau gundala. Kalau petirnya dekat, bunyinya kayak ledakan bom; kalau jauh, bunyinya kayak geraman yang panjang. Jadi, kalau ada yang bilang "takut sama suara petir," itu wajar banget, karena itu emang suara ledakan udara yang dipanasin secara paksa.

Gimana Kalau Manusia yang Kena?

Bicara jujur aja, peluang manusia kesambar petir itu emang kecil, tapi bukan berarti nol. Kalau seseorang kesambar, efeknya bisa sangat sureal. Selain luka bakar, ada fenomena unik yang namanya "Lichtenberg Figures". Ini adalah pola luka di kulit yang bentuknya mirip cabang pohon atau serat-serat halus, hasil dari pecahnya pembuluh darah kecil karena dilewati arus listrik tegangan tinggi. Serem tapi secara visual terlihat artistik, meski mending nggak usah ngalamin sendiri deh.

Selain itu, sistem saraf manusia itu bekerja pakai sinyal listrik kecil. Pas petir masuk dengan jutaan volt, sistem "kabel" di tubuh kita bisa langsung korsleting. Jantung bisa berhenti, atau ingatan bisa hilang sementara. Makanya, kalau udah dengar suara guruh, mendingan masuk ruangan atau masuk mobil. Kenapa mobil aman? Bukan karena ban karetnya ya, itu mitos. Mobil aman karena badannya yang dari logam bakal menyalurkan listrik ke tanah di sekeliling lo, fenomena ini namanya Sangkar Faraday. Lo bakal aman di dalam, selama nggak megang bagian logamnya.



Jangan Jadi Pahlawan di Tengah Hujan

Kita sering denger nasihat kuno: "Jangan main HP pas hujan" atau "Jangan mandi pas ada petir." Ternyata, poin kedua itu ada benarnya. Pipa air di rumah biasanya terbuat dari logam atau terhubung ke sistem yang bisa menghantarkan listrik. Kalau petir nyambar rumah, listriknya bisa merambat lewat pipa dan "nyapa" lo yang lagi asyik sabunan.

Kesimpulannya, petir itu adalah bukti betapa kecilnya kita di hadapan alam semesta. Dia adalah penyeimbang muatan listrik bumi yang dibungkus dengan visual yang megah sekaligus mematikan. Jadi, lain kali kalau lo lihat kilatan cahaya di langit, hargai keindahannya, tapi tetap buru-buru cari tempat berlindung. Nggak perlu sok berani nantangin alam, karena sehebat-hebatnya lo di dunia nyata atau di media sosial, lo tetep cuma sekumpulan atom yang bisa "hangus" dalam sekejap kalau nekat sama si raja listrik ini. Stay safe, dan jangan lupa cabut colokan TV kalau petirnya udah mulai kedengeran brutal!

Tags