Kenapa Emas Bisa Ditemukan di Tanah dan Sungai? Begini Proses Terbentuknya
Tata - Tuesday, 01 September 2026 | 09:45 AM


Alkemis Semesta: Kenapa Emas Bisa Nyasar di Tanah dan Sungai Kita?
Bayangkan kamu lagi asyik jalan-jalan di pinggir sungai, terus tiba-tiba mata kamu menangkap kilatan kuning di antara bebatuan kusam. Pikiran pertama pasti langsung melayang ke toko perhiasan atau minimal ngebayangin saldo rekening yang mendadak gemuk. Tapi, pernah nggak sih terlintas di pikiran kalian yang agak random itu: kok bisa ya benda semahal dan sekeren emas ini ada di dalam tanah atau hanyut di sungai? Apa dia tumbuh kaya jamur setelah hujan, atau jangan-jangan ada naga yang naruh hartanya di sana?
Emas itu bukan sekadar logam biasa, gaes. Dia adalah "imigran" dari luar angkasa yang punya perjalanan hidup lebih dramatis daripada sinetron stripping. Kalau kita bicara soal dari mana emas berasal, kita harus tarik mundur waktu jauh sebelum peradaban manusia ada, bahkan sebelum bumi kita ini beres dibentuk.
Bukan dari Bumi, Tapi dari Ledakan Bintang
Ini fakta yang bakal bikin kamu merasa kecil di semesta ini: semua emas yang ada di kalung, cincin, atau HP kamu itu aslinya adalah debu bintang. Usut punya usut, emas nggak terbentuk secara alami melalui proses kimiawi di bumi. Suhu bumi nggak cukup panas buat menciptakan atom emas. Emas itu lahir dari ledakan supernova atau tabrakan bintang neutron yang panasnya minta ampun di luar angkasa sana.
Miliaran tahun yang lalu, saat bumi masih berupa bola api cair yang hobi ditabrak meteor, emas-emas dari luar angkasa ini "nebeng" jatuh ke bumi. Karena sifat emas itu berat banget (secara massa jenis), saat bumi masih cair, sebagian besar emas ini tenggelam ke inti bumi. Jadi, kalau mau jujur, harta karun yang paling banyak itu ada di pusat bumi, tapi ya jangan harap bisa diambil kecuali kamu mau jadi bakso bakar di sana.
Gimana Caranya Emas Naik ke Permukaan Tanah?
Nah, terus pertanyaannya, kalau emas tenggelam ke inti bumi, kok bisa-bisanya ada orang nemu emas di permukaan tanah? Di sinilah peran "dapur" bumi bekerja. Lewat aktivitas tektonik dan vulkanik yang super sibuk, emas yang ada di kedalaman itu pelan-pelan terdorong naik.
Proses yang paling umum namanya proses hidrotermal. Bayangin ada air yang super panas di bawah tanah, bercampur dengan mineral-mineral lain. Air panas ini kayak pelarut yang kuat banget; dia melarutkan emas dari bebatuan di sekitarnya. Terus, cairan kaya emas ini mencari jalan keluar lewat retakan-retakan di kerak bumi. Begitu suhunya mendingin, emas itu membeku dan terjebak di dalam urat-urat kuarsa (quartz). Inilah yang sering disebut orang tambang sebagai "emas primer". Bentuknya biasanya masih nyampur sama batu, nggak langsung jadi batangan murni kayak di film kartun.
Makanya, nggak heran kalau para penambang besar biasanya harus ngebor tanah dalam-dalam atau ngebom tebing buat nyari urat emas ini. Capek? Banget. Tapi ya namanya juga nyari harta karun, nggak ada yang instan kecuali mi rebus.
Lalu, Kenapa Emas Bisa Sampai ke Sungai?
Ini bagian yang paling seru dan sering jadi sumber rezeki buat warga lokal. Kalau emas primer ada di dalam batu di atas gunung, gimana ceritanya dia bisa pindah ke dasar sungai? Jawabannya adalah: kekuatan alam alias erosi.
Selama jutaan tahun, gunung-gunung yang mengandung emas itu dipukulin sama hujan, angin, dan perubahan suhu. Bebatuannya hancur, longsor, dan akhirnya emas yang tadinya "ngumpet" di dalam batu itu lepas. Karena emas itu sifatnya bandel, nggak bisa berkarat, dan beratnya bukan main, dia bakal menggelinding mengikuti aliran air hujan menuju sungai.
Di sungai, terjadilah proses seleksi alam yang jujur. Karena emas jauh lebih berat daripada pasir atau kerikil biasa, dia nggak bakal hanyut jauh-jauh banget kalau arus air mulai melambat. Emas bakal mengendap di tempat-tempat tertentu, misalnya di balik batu besar, di tikungan sungai bagian dalam, atau di dasar lubang-lubang sungai. Endapan emas hasil "perjalanan" ini disebut emas placer atau emas sekunder.
Inilah alasan kenapa orang mendulang emas di sungai. Mereka nggak perlu repot-repot ngebom gunung, cukup pakai piringan besar (dulang), goyang-goyangkan pasir sungai dengan air, dan biarkan gravitasi bekerja. Pasir yang ringan bakal terbuang, sementara butiran emas yang berat bakal tertinggal di dasar dulang. Simpel, tapi butuh kesabaran tingkat dewa.
Ironi Si Kuning yang Bikin Candu
Kalau dipikir-pikir, lucu juga ya. Kita manusia sampai rela gali lubang sedalam mungkin, ngerusak hutan, sampai berendam di sungai seharian cuma buat nyari logam yang sejatinya cuma "sampah kosmik" dari bintang yang mati. Tapi ya gimana lagi, emas itu cantik, langka, dan nggak bakal busuk. Dia adalah simbol kemapanan yang nggak lekang oleh zaman.
Sayangnya, di balik kilaunya, proses pengambilan emas ini seringkali ninggalin luka buat alam. Penggunaan merkuri di sungai-sungai oleh penambang liar itu nyata dan bahaya banget buat ekosistem. Harusnya sih, rasa penasaran kita soal bagaimana emas ditemukan juga dibarengi sama kesadaran buat nggak ngerusak tempat di mana emas itu "istirahat".
Jadi, lain kali kalau kamu lewat sungai yang airnya jernih dan lihat ada orang lagi asyik goyang-goyangin piring kayu di pinggiran, kamu sudah tahu apa yang mereka cari. Mereka lagi berburu sisa-sisa ledakan bintang yang tertinggal di antara kerikil bumi. Keren, kan? Ternyata emas bukan cuma soal gaya-gayaan, tapi soal sejarah panjang semesta yang kebetulan mampir di tanah kita.
Akhir kata, emas memang berharga, tapi lingkungan yang sehat jauh lebih mahal harganya. Jangan sampai kita dapet emasnya, tapi kehilangan air bersih dan hutannya. Tetap bijak ya, para pemburu harta!
Next News

Perut Memulas Setelah Minum Susu? Kenali Intoleransi Laktosa dan Penyebabnya
in 4 hours

Sungai Kering Bukan Sekadar Masalah Musim Kemarau, Ini Penyebab dan Dampaknya
in 4 hours

Hidung Tersumbat Sebelah, Kenapa Bisa Terjadi? Kenali Siklus Hidung dan Penyebab Lainnya
in 4 hours

Kenapa Lumpur Bisa "Menghilang" ke Dalam Tanah? Ini Penjelasan tentang Proses Resapan
in 4 hours

Kenapa Gunung Berapi Bisa Meletus? Ini Peran Magma, Gas, dan Tekanan di Dalam Bumi
in 4 hours

Mengapa Napas Terasa Lebih Berat Saat Mendaki Gunung? Ini Penjelasan tentang Oksigen di Ketinggian
in 4 hours

Bukan Sekadar Getah, Ini Beragam Manfaat Getah Pinus yang Digunakan dalam Kehidupan Sehari-hari
in 3 hours

Lintah, Si Penghuni Tempat Lembap yang Punya Peran Penting dalam Ekosistem
in 3 hours

Lumba-Lumba Menghadapi Beragam Ancaman, dari Jaring Nelayan hingga Perubahan Iklim
in 3 hours

Mengenal Arus Laut, Jalan Tol Raksasa yang Mengatur Iklim dan Kehidupan di Bumi
in 3 hours





