Aceh Masuki Tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Fokus Infrastruktur dan Hunian Tetap
RAU - Thursday, 30 July 2026 | 01:16 PM


Banda Aceh — Pemerintah Aceh resmi mengakhiri masa transisi darurat pascabencana hidrometeorologi dan mulai memasuki tahap rehabilitasi serta rekonstruksi (rehab-rekon). Tahap baru ini akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur permanen, penyediaan hunian tetap (huntap), serta pemulihan berbagai sektor yang terdampak.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengatakan keputusan memasuki fase rehab-rekon dilakukan setelah melalui proses evaluasi dan berbagai persiapan pemerintah daerah.
"Berdasarkan hasil evaluasi, Pemerintah Aceh telah siap memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi," ujar Fadhlullah di Banda Aceh.
Ia menegaskan perubahan status tersebut bukan berarti seluruh penanganan darurat dihentikan. Pemerintah tetap memberikan dukungan kepada kabupaten dan kota yang masih memiliki potensi terdampak bencana sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Rehab-Rekon Bukan Akhir Penanganan Bencana
Fadhlullah menjelaskan bahwa memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi merupakan tanda dimulainya pembangunan kembali secara permanen, bukan berarti seluruh persoalan akibat bencana telah selesai.
Menurutnya, pemerintah tetap melakukan pendampingan dan penanganan terhadap wilayah terdampak, sementara program pembangunan diarahkan untuk mengembalikan kondisi masyarakat seperti sebelum bencana bahkan lebih baik.
Untuk mendukung proses tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran pembangunan Aceh periode 2026–2028 sebesar Rp58,9 triliun.
Infrastruktur Menjadi Prioritas Utama
Salah satu fokus utama dalam tahap rehab-rekon adalah pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Pemerintah Aceh menargetkan sejumlah infrastruktur penting segera kembali berfungsi secara maksimal, termasuk jembatan nasional seperti Kutablang Bireuen dan Krueng Tingkeum.
Saat ini sejumlah jalur transportasi memang sudah dapat digunakan, tetapi sebagian masih mengandalkan akses sementara seperti jembatan bailey dan struktur darurat lainnya.
"Untuk sementara akses nasional sudah berjalan walaupun masih menggunakan jembatan bailey. Ke depan semuanya akan kembali ditata secara permanen," kata Fadhlullah.
Ribuan Titik Infrastruktur Mulai Dipulihkan
Berdasarkan data Pemerintah Aceh, sejumlah infrastruktur terdampak bencana telah kembali berfungsi.
Rinciannya meliputi:
- Jalan nasional sebanyak 46 titik telah kembali fungsional.
- Jalan daerah sebanyak 1.543 titik dari total 1.638 titik terdampak telah dapat digunakan.
- Jembatan nasional sebanyak 23 titik telah kembali berfungsi.
- Jembatan daerah sebanyak 378 titik dari 655 titik terdampak telah dapat digunakan.
Meski demikian, pemerintah masih melakukan perbaikan lanjutan agar seluruh infrastruktur dapat kembali beroperasi secara optimal.
Pembangunan Hunian Tetap Menjadi Perhatian
Selain infrastruktur, penyelesaian pembangunan hunian tetap menjadi salah satu prioritas dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pemerintah Aceh mencatat kebutuhan hunian tetap bagi masyarakat terdampak mencapai 37.107 unit. Hingga saat ini, pembangunan yang telah selesai mencapai sekitar 3,57 persen atau sebanyak 397 unit, sementara 1.328 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Pemerintah menargetkan pembangunan hunian tetap dapat dipercepat karena masyarakat tidak ingin terlalu lama tinggal di hunian sementara.
"Hal utama yang harus segera diselesaikan adalah infrastruktur, wilayah terdampak lainnya seperti sawah dan hunian tetap. Masyarakat tidak mau berlama-lama di hunian sementara, sehingga harus dipastikan berjalan cepat," ujar Fadhlullah.
Pemulihan Pertanian dan Ekonomi Masyarakat
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pemulihan sektor ekonomi masyarakat.
Beberapa bidang yang menjadi prioritas antara lain:
- Pemulihan lahan pertanian dan persawahan.
- Normalisasi sungai dan muara.
- Pemulihan sektor perikanan.
- Perbaikan fasilitas pendidikan.
- Pemulihan rumah ibadah.
- Penyaluran bantuan sosial.
- Penguatan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat terdampak tidak hanya mendapatkan kembali tempat tinggal, tetapi juga mampu kembali menjalankan aktivitas ekonomi secara normal.
Menuju Aceh Bangkit Pascabencana
Tahap rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi langkah penting bagi Aceh dalam membangun kembali wilayah terdampak bencana. Pemerintah daerah bersama kementerian dan lembaga terkait terus melakukan koordinasi agar proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Dengan pembangunan infrastruktur permanen, hunian tetap, serta pemulihan sektor ekonomi, Aceh diharapkan dapat segera bangkit dan memiliki ketahanan lebih baik dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.
Next News

Bupati Gus Irawan Kukuhkan 248 Bunda PAUD, Targetkan Satu Desa Satu PAUD di Tapanuli Selatan
an hour ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Hari Ini 31 Juli 2026: Mayoritas Hujan Ringan, Sebagian Berawan
4 hours ago

Presiden Prabowo targetkan persoalan sampah selesai akhir 2027
15 hours ago

Waspada, BMKG prediksi El Nino bertahan hingga kuartal I 2027
15 hours ago

Perkuat Sinergi Pengawasan, Kanwil DJBC Sumut Musnahkan 290 Bal Pakaian Bekas Ilegal
15 hours ago

Kemendikdasmen Pastikan Guru Non-ASN Lama Tetap Mengajar hingga Akhir 2026
15 hours ago

Prabowo Naikkan Tunjangan Kinerja Pegawai Kemhan dan Prajurit TNI
15 hours ago

Hasil Piala Presiden 2026: Gulung PSMS, Persebaya Raih Tiket Semifinal
15 hours ago

Australia Selatan Laporkan Penyebaran Lokal Flu Burung H5N1, Puluhan Kasus Terdeteksi
a day ago

BGN Prioritaskan Pembangunan SPPG di Wilayah dengan Angka Stunting Tinggi untuk Perkuat Program MBG
a day ago





