8 Mei, World Red Cross and Red Crescent Day,Penghormatan Kepada Relawan di Berbagai Negara
Laila - Friday, 08 May 2026 | 02:30 AM


Di tengah gempa, banjir, perang, atau bencana besar, ada satu pemandangan yang hampir selalu muncul:
orang-orang yang justru datang mendekat saat semua orang berusaha menjauh.
Mereka adalah relawan kemanusiaan.
Membawa obat.
Membantu korban.
Mencari orang hilang.
Kadang bekerja tanpa tidur selama berhari-hari.
Padahal mereka juga manusia biasa yang bisa takut, lelah, bahkan terluka.
Inilah semangat yang diperingati dalam *World Red Cross and Red Crescent Day setiap 8 Mei.*
Hari Palang Merah Sedunia dan sejarahnya
Peringatan ini berkaitan dengan sosok *Henry Dunant, seorang pengusaha asal Swiss* yang menyaksikan ribuan korban perang terlantar tanpa bantuan medis pada abad ke-19.
Pengalaman itu mendorong lahirnya:
gerakan Palang Merah Internasional,
prinsip bantuan kemanusiaan lintas negara.
Gagasannya kemudian berkembang menjadi salah satu organisasi kemanusiaan terbesar di dunia.
Relawan sering bekerja di situasi paling berbahaya
Dalam berbagai bencana:
•gempa bumi
•banjir
•konflik perang
•wabah penyakit
relawan sering menjadi pihak pertama yang turun langsung ke lapangan.
Mereka menghadapi
reruntuhan bangunan,
cuaca ekstrem,
risiko penyakit, dan
kondisi emosional berat.
Namun banyak yang tetap memilih bertahan membantu.
Kenapa manusia tetap menolong meski berisiko?
Dalam Psikologi, perilaku ini disebut sebagai *altruism atau perilaku menolong tanpa mengutamakan keuntungan pribadi.*
Beberapa faktor yang memengaruhinya:
1.Empati
Manusia memiliki kemampuan merasakan penderitaan orang lain.
Saat melihat korban:
otak dapat merespons seolah ikut merasakan kesedihan tersebut
2.Ikatan sosial manusia
Sejak zaman dahulu, manusia bertahan hidup dengan bekerja sama.
Membantu kelompok:
meningkatkan peluang bertahan hidup bersama
menjadi bagian penting evolusi sosial manusia
3.Rasa tanggung jawab kemanusiaan
Banyak relawan merasa:
mereka "harus membantu"
ada nilai moral dan kemanusiaan yang lebih besar
Indonesia dan peran relawan
Di negara seperti Indonesia;gempa bumi,
banjir, gunung api, dan
tanah longsor
terjadi cukup sering.
Dalam banyak peristiwa:
relawan menjadi bagian penting dalam proses evakuasi dan bantuan korban
Tidak selalu soal keberanian besar
Menariknya, banyak relawan mengaku
mereka juga takut, juga lelah, juga sedih.
Namun rasa kemanusiaan membuat mereka tetap bergerak.
Kadang, keberanian itu bukan berarti tidak takut, tetapi tetap membantu meski takut
Next News

Telapak Tangan Berkeringat saat Gugup, Begini Respons Tubuh terhadap Stres
2 hours ago

Menjelang Haid Sering Bad Mood? Perubahan Hormon Bisa Berperan
2 hours ago

Anti-Hancur, Ini Tips Membuat Nugget Rumahan dengan Tekstur Padat
2 hours ago

Renyah di Luar, Lembut di Dalam: Rahasia Tekstur Nugget Favorit Banyak Orang
2 hours ago

Sosis Bakar Lebih Harum daripada Sosis Rebus, Ini Alasannya
2 hours ago

Daun Kelor Kerap Disebut Superfood, Ini Kandungan Gizinya
2 hours ago

Serai Bukan Hanya Bumbu Dapur, Rempah Ini Juga Sering Dijadikan Minuman
2 hours ago

Daun Sirih Punya Aroma Khas, Ini Senyawa yang Berperan di Dalamnya
2 hours ago

Beras Kencur Punya Rasa Khas, Ini yang Membuatnya Berbeda dari Jamu Lain
3 hours ago

Wedang Jahe Jadi Favorit saat Hujan, Ini Alasan di Baliknya
3 hours ago





