Jumat, 25 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

7 Ciri Diabetes pada Tahap Awal yang Sering Tidak Disadari

RAU - Thursday, 24 September 2026 | 08:19 PM

Background
7 Ciri Diabetes pada Tahap Awal yang Sering Tidak Disadari

Diabetes merupakan kondisi ketika kadar glukosa atau gula darah berada di atas batas normal. Kondisi ini dapat terjadi karena tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

Diabetes tipe 1 umumnya berkaitan dengan reaksi autoimun yang menyebabkan sel penghasil insulin di pankreas mengalami kerusakan. Sementara itu, diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh mengalami resistensi insulin dan produksi insulin tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh.

Salah satu masalahnya, diabetes terutama tipe 2 dapat berkembang secara perlahan. Seseorang bahkan bisa tidak menyadari bahwa kadar gula darahnya sudah tinggi sebelum menjalani pemeriksaan.

Padahal, gula darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi. Karena itu, beberapa perubahan pada tubuh sebaiknya tidak diabaikan.

1. Lebih Mudah Lapar

Rasa lapar yang muncul lebih sering dari biasanya dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan.



Ketika tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara efektif sebagai sumber energi, seseorang dapat merasa kurang bertenaga. Kondisi tersebut dapat disertai rasa lapar yang lebih sering.

Namun, mudah lapar juga dapat disebabkan oleh banyak faktor lain sehingga tidak bisa digunakan sebagai tanda pasti diabetes.

2. Tubuh Lebih Mudah Lelah

Cepat lelah meski tidak melakukan aktivitas berat juga dapat muncul ketika kadar gula darah tinggi.

Gangguan penggunaan glukosa sebagai energi dapat membuat tubuh terasa kurang bertenaga. Akan tetapi, kelelahan merupakan keluhan yang sangat umum dan bisa disebabkan oleh kurang tidur, stres, anemia, infeksi, hingga berbagai kondisi kesehatan lainnya.

3. Lebih Sering Buang Air Kecil

Salah satu gejala yang cukup dikenal pada diabetes adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil.



Ketika kadar glukosa dalam darah terlalu tinggi, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Kondisi tersebut dapat menyebabkan produksi urine meningkat.

Jika seseorang tiba-tiba lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari, pemeriksaan gula darah dapat dipertimbangkan.

4. Sering Merasa Haus

Meningkatnya produksi urine dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Akibatnya, rasa haus juga dapat muncul lebih sering.

Rasa haus yang berlebihan dan terus berlangsung, terutama jika disertai sering buang air kecil, sebaiknya tidak dianggap sebagai hal biasa.

5. Mulut Terasa Kering

Kehilangan cairan yang lebih banyak dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan cairan. Salah satu dampaknya adalah mulut terasa kering.



Meski demikian, mulut kering tidak secara khusus menunjukkan diabetes. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kurang minum, efek obat tertentu, bernapas melalui mulut, atau berbagai masalah kesehatan lainnya.

6. Kulit Kering dan Gatal

Sebagian orang dengan kadar gula darah tinggi dapat mengalami masalah pada kulit, termasuk kulit yang terasa kering dan gatal.

Gangguan sirkulasi, perubahan kadar cairan tubuh, serta meningkatnya risiko infeksi kulit pada diabetes dapat berkontribusi terhadap keluhan tersebut.

Namun, kulit gatal juga memiliki banyak penyebab lain sehingga pemeriksaan tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

7. Penglihatan Menjadi Kabur

Perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi keseimbangan cairan pada jaringan mata sehingga penglihatan seseorang dapat menjadi kabur.



Keluhan ini bisa bersifat sementara ketika kadar gula darah berubah. Meski begitu, penglihatan kabur tetap perlu diperhatikan karena dapat pula disebabkan oleh gangguan mata lainnya.

Jika penglihatan tiba-tiba berubah atau semakin memburuk, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.