5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Lutut di Usia Muda
Tata - Thursday, 06 August 2026 | 09:45 AM


Awas Jadi Remaja Jompo: Kebiasaan Sepele yang Bikin Lutut Kamu Cepat 'Expired'
Pernah nggak sih, pas lagi asyik-asyiknya bangun dari kursi atau baru mau naik tangga, tiba-tiba lutut bunyi krek? Rasanya tuh kayak ada baut yang longgar di dalam sendi. Padahal umur mungkin baru masuk kepala dua atau tiga, tapi rasanya kok vibrasi badannya sudah kayak kakek-kakek yang hobi minum jamu pegal linu tiap sore. Fenomena "remaja jompo" ini emang lagi relate banget sama banyak orang belakangan ini, dan lucunya, kita sering menyalahkan faktor U alias usia, padahal pelakunya ya kelakuan kita sendiri sehari-hari.
Lutut itu ibarat engsel pintu paling sibuk di tubuh kita. Dia yang menopang beban berat badan, dia juga yang jadi tumpuan pas kita lari-larian ngejar KRL atau sekadar jalan santai nyari seblak. Masalahnya, kita sering lupa kalau "engsel" ini punya batas masa pakai kalau nggak dirawat dengan benar. Banyak dari kita yang tanpa sadar melakukan kebiasaan yang sebenarnya adalah bentuk "penyiksaan" pelan-pelan buat lutut. Yuk, kita bedah satu-satu apa saja sih kebiasaan yang bikin lutut cepat minta pensiun dini.
1. Hobi Duduk Bersila atau Menekuk Kaki Terlalu Lama
Budaya lesehan emang sudah mendarah daging di kita. Mau makan di warung penyetan atau lagi nongkrong di kosan teman, duduk bersila adalah posisi paling cozy. Tapi, tahu nggak sih? Posisi menekuk kaki secara ekstrem dalam waktu lama itu sebenarnya bikin tekanan di sendi lutut jadi berkali-kali lipat lebih besar. Saat kita menekuk lutut lebih dari 90 derajat, tempurung lutut bakal tertekan kuat ke tulang paha.
Kalau cuma sebentar sih nggak masalah, tapi kalau sambil maraton drakor lima episode tanpa ganti posisi? Ya siap-siap saja aliran darah di sekitar sendi jadi nggak lancar dan jaringan rawan di sana jadi terhimpit. Istilahnya, lutut kamu itu kayak dipaksa kerja lembur tanpa uang makan. Jadi, mulai sekarang, usahakan sering-sering selonjoran atau ganti posisi setiap 20-30 menit sekali ya.
2. Pakai Alas Kaki yang Penting Gaya, Tapi Nggak Nyaman
Siapa di sini yang penganut prinsip "fashion is pain"? Pakai high heels yang tingginya setinggi harapan orang tua, atau pakai flat shoes yang alasnya setipis kertas demi estetika. Memang sih, penampilan jadi kelihatan lebih keren, tapi lutut kamu bakal menjerit di dalam hati.
Sepatu yang nggak punya bantalan (cushion) yang baik bikin getaran saat kaki menginjak tanah langsung merambat naik ke lutut tanpa ada filter. Begitu juga dengan high heels yang bikin titik berat badan pindah ke depan, memaksa lutut buat kerja ekstra keras menjaga keseimbangan. Alhasil, otot-otot di sekitar lutut jadi tegang terus-terusan. Nggak heran kalau pulang kantor atau kondangan, bukan cuma hati yang pegal, tapi lutut juga serasa mau copot.
3. Menambah "Beban Hidup" pada Tubuh
Ini mungkin terdengar agak menyakitkan, tapi jujur saja, berat badan itu berpengaruh besar ke kesehatan lutut. Secara ilmiah, setiap tambahan 1 kilogram berat badan kita, tekanan yang diterima lutut saat berjalan itu bisa naik sampai 4 kilogram. Bayangkan kalau kita kelebihan 5 atau 10 kilogram, lutut kita serasa lagi mikul beras tiap hari.
Kebiasaan ngemil gorengan sambil rebahan emang nikmat tiada tara, tapi kalau berat badan jadi nggak terkontrol, lututlah yang jadi korban pertama. Lapisan tulang rawan yang fungsinya jadi "shockbreaker" bakal lebih cepat aus karena harus menahan beban yang di luar kapasitasnya. Jadi, diet itu bukan cuma soal biar muat pakai celana ukuran S lagi, tapi juga soal memperpanjang umur pakai lutut kita.
4. Jadi "Weekend Warrior" yang Dadakan
Istilah weekend warrior ini buat mereka yang hari Senin sampai Jumat cuma duduk diam di depan laptop, nggak gerak sama sekali, tapi pas hari Minggu langsung lari 10K atau main futsal dua jam non-stop tanpa pemanasan. Ini bahaya banget! Otot-otot kita itu butuh adaptasi. Kalau biasanya lemas terus tiba-tiba dipaksa kerja rodi, yang ada lutut kaget dan rawan cedera.
Otot paha yang lemah karena jarang dilatih nggak bakal bisa membantu lutut menahan beban saat kita olahraga berat. Akhirnya, beban itu semua ditanggung sendiri sama sendi lutut. Bukannya sehat, yang ada malah Senin pagi kamu jalan pincang-pincang ke kantor. Olahraga itu bagus, tapi konsistensi dan pemanasan itu wajib hukumnya kalau nggak mau lutut "ngambek".
5. Terlalu Sering Naik Turun Tangga dengan Cara yang Salah
Tangga adalah musuh bebuyutan bagi mereka yang sudah punya gejala sakit lutut, tapi buat kita yang masih merasa sehat, tangga sering dianggap sebagai sarana olahraga gratis. Padahal, kalau tekniknya salah—misalnya dengan menumpu beban terlalu ke depan atau kaki yang tidak menapak sempurna—lutut bakal menerima tekanan yang sangat masif. Apalagi kalau kita hobi bawa barang berat sambil naik tangga. Itu sih namanya cari penyakit. Kalau memang harus naik tangga, pastikan seluruh telapak kaki menapak dan gunakan pegangan tangga kalau memang bebannya terasa berat buat badan kamu.
Kesimpulan: Sayangi Lutut Sebelum "Oli" Habis
Sebenarnya, kunci dari semua ini adalah keseimbangan. Kita nggak dilarang duduk bersila, pakai sepatu keren, atau naik tangga, tapi kita harus sadar batas. Lutut itu aset jangka panjang. Jangan sampai di umur 40-an nanti kita baru menyesal karena buat jalan ke depan rumah saja harus butuh perjuangan luar biasa.
Mulai sekarang, yuk lebih peka sama sinyal-sinyal yang dikasih tubuh. Kalau sudah bunyi krek atau mulai terasa linu, itu tandanya lutut minta istirahat atau minta kita buat memperbaiki gaya hidup. Jangan cuma skincare yang diperhatikan biar muka glowing, kesehatan sendi juga harus diperhatikan biar masa tua nanti tetap bisa jalan-jalan santai tanpa perlu pegangan tembok. Ingat, lutut nggak ada suku cadangnya yang murah di toko bangunan!
Next News

Mengenal Jenis Cacing Parasit pada Manusia dan Cara Mencegah Infeksinya
in 7 hours

6 Bunga Paling Unik di Dunia yang Bentuknya Mirip Hewan hingga Manusia
in 7 hours

Mengenal Matahari: Fakta Unik, Fungsi, dan Perannya sebagai Pusat Tata Surya
in 7 hours

Kota Bawah Tanah Derinkuyu di Turki: Sejarah, Keunikan, dan Fakta Menariknya
in 6 hours

Candi Prambanan: Sejarah, Legenda Roro Jonggrang, dan Keindahan Candi Hindu Terbesar di Indonesia
in 6 hours

Cara Mengelola Emosi agar Tetap Tenang saat Menghadapi Tekanan Sehari-hari
in 5 hours

Tips Merawat Mobil Harian agar Tetap Prima dan Nyaman Digunakan Setiap Hari
in 5 hours

Tips Belajar Efektif agar Nilai Meningkat: Strategi Belajar Cerdas Tanpa Begadang
7 hours ago

Bahaya Berbagi Obat dengan Orang Lain: Mengapa Obat Resep Tidak Boleh Dipinjamkan? Meta Deskripsi
7 hours ago

Obat Herbal vs Obat Medis: Perbedaan, Manfaat, dan Kapan Sebaiknya Digunakan
7 hours ago





