4 Makanan Penambah Energi Saat Tubuh Lemas, Biar Nggak Jadi "Zombi" di Kantor
Tata - Friday, 14 August 2026 | 08:30 PM


4 Makanan Penyelamat Saat Lemas Menyerang, Biar Nggak Cuma Jadi Zombi di Kantor
Pernah nggak sih kamu merasa kalau bangun pagi itu rasanya kayak habis narik truk tronton? Badan berat, nyawa belum kekumpul penuh, dan bawaannya pengen scroll TikTok sambil rebahan sampai waktu makan siang tiba. Kondisi badan lemas atau yang sering kita sebut "mager maksimal" ini sebenarnya hal yang lumrah, apalagi buat kita yang jadwalnya padat merayap atau sering begadang demi maraton series atau ngerjain deadline yang mepet.
Masalahnya, kalau lemas ini dibiarin, produktivitas kita bisa terjun bebas. Jangankan mau jadi alpha male atau independent woman, mau balas chat kerjaan saja rasanya jempol berat banget. Kebanyakan orang biasanya langsung lari ke kopi sebagai jalan ninja. Memang sih, kafein itu nendang banget, tapi kalau perut kosong langsung dihajar kopi hitam, yang ada malah asam lambung naik dan jantung deg-degan nggak karuan. Alih-alih segar, malah jadi tremor berjamaah.
Nah, sebenarnya ada cara yang lebih "manusiawi" buat mengembalikan energi yang hilang tanpa harus bikin lambung protes. Rahasianya ada pada apa yang kita makan. Bukan sekadar kenyang, tapi makanan yang punya fungsi sebagai bahan bakar berkualitas tinggi. Berikut adalah empat makanan penambah energi yang bisa jadi penyelamat saat kamu merasa jadi zombi di tengah hari.
1. Pisang: Power Bank Alami yang Sat-Set
Kalau ada penghargaan buat buah paling pengertian, pisang pasti jadi juaranya. Pisang itu ibarat power bank buat tubuh kita. Nggak perlu dikupas pakai pisau ribet, nggak perlu dicuci sampai kinclong, tinggal "tek" langsung santap. Kenapa pisang? Karena buah ini mengandung kombinasi maut antara karbohidrat kompleks, kalium, dan vitamin B6.
Gula alami dalam pisang memberikan lonjakan energi yang cepat, tapi karena ada seratnya, energi itu nggak langsung hilang gitu saja. Beda cerita kalau kamu makan permen atau donat yang bikin gula darah naik drastis terus anjlok lagi (sugar crash). Pisang menjaga energi kita tetap stabil. Itulah kenapa kamu sering lihat atlet tenis atau pemain bola makan pisang di pinggir lapangan saat jeda pertandingan. Jadi, kalau kamu mulai merasa lunglai pas lagi rapat, jangan ragu buat keluarin pisang dari tas. Tenang, nggak bakal ada yang nge-judge kok, malah mungkin mereka jadi pengen juga.
2. Telur: Si Kecil Cabe Rawit dengan Protein Tinggi
Telur adalah makanan paling jujur di dunia. Harganya relatif murah, gampang dicarinya, dan masaknya pun nggak butuh skill ala MasterChef. Mau direbus, diceplok, atau didadar, telur tetaplah primadona. Tapi di balik kesederhanaannya, telur mengandung asam amino esensial yang sangat dibutuhkan tubuh buat memproduksi energi.
Selain protein, telur kaya akan vitamin B yang membantu enzim dalam tubuh mengubah makanan menjadi bahan bakar. Ada juga kandungan leusin, jenis asam amino yang bikin sel-sel tubuh kita lebih efektif menyerap gula darah. Jadi, kalau kamu merasa lemas karena kurang asupan protein, telur adalah solusinya. Mengonsumsi telur di pagi hari bakal bikin kamu kenyang lebih lama, jadi nggak ada tuh cerita jam 10 pagi sudah cari-cari gorengan karena perut keroncongan.
3. Oatmeal: Bahan Bakar Jangka Panjang
Jujur saja, bagi sebagian orang, oatmeal mungkin rasanya kayak makan kardus yang dicairkan kalau nggak pinter-pinter ngolahnya. Tapi, kalau bicara soal ketahanan energi, oatmeal nggak ada lawannya. Oatmeal mengandung serat larut yang namanya beta-glukan. Serat ini kalau masuk ke perut bakal bikin proses pencernaan jadi lebih lambat.
Apa gunanya pencernaan lambat? Artinya, energi dilepaskan secara perlahan dan konsisten ke aliran darah kamu. Kamu nggak bakal merasa semangat di satu jam pertama lalu lemas di jam berikutnya. Buat mengakalinya biar nggak hambar, kamu bisa tambahin topping kayak potongan buah, kacang-kacangan, atau sedikit madu. Makan oatmeal di pagi hari itu kayak kamu isi bensin full tank buat perjalanan jauh. Stabil dan nggak gampang mogok di tengah jalan.
4. Cokelat Hitam (Dark Chocolate): Mood Booster Berenergi
Siapa bilang makanan sehat itu harus selalu menyiksa lidah? Dark chocolate adalah bukti kalau sehat bisa enak. Tapi ingat ya, kuncinya ada pada kata "hitam" atau dark. Bukan cokelat batangan yang isinya mayoritas susu dan gula yang biasa dijual di kasir minimarket. Cari yang kandungan kakaonya minimal 70 persen.
Dark chocolate mengandung kafein alami dan teobromin yang bisa meningkatkan level energi dan memperbaiki suasana hati (mood). Selain itu, kakao kaya akan antioksidan yang membantu melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Jadi, selain badan terasa lebih segar, fokus kamu juga bakal meningkat. Makan sepotong kecil dark chocolate saat sore hari pas lagi ngantuk-ngantuknya itu rasanya kayak dapet pelukan hangat di tengah badai kerjaan. Enak, bikin melek, dan pastinya nggak bikin rasa bersalah berlebih.
Kesimpulannya, merasa lemas itu sinyal kalau tubuh kita butuh "bensin". Jangan cuma disumpal pakai gorengan atau minuman manis kekinian yang cuma kasih energi sesaat. Coba beralih ke empat makanan di atas. Harganya terjangkau, carinya gampang, dan efeknya ke badan beneran berasa. Tapi ya jangan lupa, selain makan bener, tidur yang cukup dan minum air putih juga wajib hukumnya. Jangan sampai kamu makan pisang sesisir tapi tidurnya cuma dua jam sehari, itu mah tetap saja bakal teler.
Yuk, mulai peduli sama apa yang masuk ke perut, biar harimu nggak habis cuma buat menguap di depan laptop!
Next News

Mandi Air Dingin Malam Hari: Benarkah Bikin Paru-Paru Basah? Ini Faktanya
in 2 hours

Filosofi Singkong dan Kopi: Sederhana, Murah, tapi Selalu Bikin Bahagia
in 2 hours

Kapan Waktu Terbaik Minum Kolagen? Pagi atau Malam, Mana yang Lebih Efektif?
in 2 hours

Pilates: Bukan Sekadar Olahraga Estetik, Ini Manfaatnya untuk Kekuatan, Postur, dan Tubuh yang Sering Mager
in 2 hours

Asam Lambung dan GERD: Kenapa Hobi Ngopi, Makan Larut Malam, dan Stres Bisa Bikin Dada Terasa Terbakar?
in 2 hours

Bukan Cuma Soal Gatal, Kenali Alergi Telur dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
in 2 hours

Seni Menunda: Kenapa Kita Suka Jadi "Deadliner" dan Bagaimana Cara Mengatasinya
in 2 hours

Rematik Bukan Cuma Penyakit Orang Tua, Kenali Gejalanya Sejak Muda
in 2 hours

Ganti Gula dengan Madu dan Kurma, Benarkah Lebih Sehat? Ini yang Perlu Kamu Tahu
in 2 hours

Matcha: Dari Minuman Sakral Biksu Zen hingga Jadi Teman Galau di Kafe
in an hour





